Monday, December 15, 2008

Dialogmuseum

Dialogmuseum merupakan sebuah museum yang tidak memperlihatkan koleksi karya seni ataupun benda bersejarah. Bisa dibilang, museum ini adalah satu2nya museum yang tidak memperlihatkan apa2.

Di sana para pengunjung menjalani sebuah tour kecil di sebuah ruangan yang sangat gelap, dimana indera penglihatan tidak dapat dipergunakan sama sekali. Dengan bekal sebuah tongkat (yang biasa dipakai orang buta) dan seorang guide (yang ternyata juga buta), para pengunjung dibuat sedemikian rupa meninggalkan indera penglihatan dan memaksa indera2 lainnya untuk bekerja.

Ruangan gelap itu terdiri dari berbagai macam situasi. Situasi pertama adalah sebuah hutan. Di sana ada berbagai macam background suara binatang dan bunyi percikan air. Bahkan ada air mancur kecil. Lantai yang kita pijak pun bermacam2... ada yang berpasir dan berlumut. Ada sebuah kali kecil yang mengalir, dan pengunjung dibuat seakan2 menyebrangi kali tersebut melalui jembatan kayu yang agak tidak stabil.

Setelah itu pengunjung diajak untuk duduk dan diam, sambil mendengarkan sebuah musik dari berbagai macam bunyi2an (maksudnya, bukan hanya bunyi alat musik, tapi juga bunyi lainnya seperti bunyi ketukan gelas atau suara orang ngorok). Ternyata mendengarkan musik di dalam keadaan gelap gulita memberikan efek yang lain daripada biasanya.

Berikutnya, pengunjung dibawa ke sebuah "kapal" dan dibuat seakan2 melanjutkan perjalanan melalui entah sungai atau melewati sebuat danau. Untungnya perjalanan itu cuman sebentar, karena kalau lama pasti cukup membuat "mabuk laut" (terlepas apa yang kita naikin memang kapal beneran atau boongan).

Lalu, para pengunjung sampai di sebuah kota : dengan background suara lalu lintas, gedung2 dengan permukaan dinding yang mempunyai material yang berbeda (tentu saja dengan pintu dan jendela), sebuah mobil yang diparkir di pinggir jalan, lampu penyebrangan, telpon umum, dan kotak surat. Itu semua dirasakan para pengunjung melalui indera sentuhan, suara, dan indera lainnya.

Dan akhirnya pengunjung tiba di sebuah bar, dipersilahkan memesan makanan ringan dan minuman, lalu duduk2 sambil ngobrol ngalur ngidul dengan guidenya. Lagi2... makan dan minum di tempat yang gelap gulita juga merupakan pengalaman tersendiri.

Sayangnya, para pengunjung sama sekali tidak melihat wajah guide-nya. Walau penasaran, tapi kita semua pada akhirnya mengerti karena kalau kita "memaksa" untuk bisa melihat wajah si guide, pasti gak adil juga, karena toh guidenya gak bisa melihat wajah kita.

Museum ini benar2 membuat para pengunjungnya "melihat" dunia dari kacamata orang buta. Tanpa sadar, dalam hidup ini 80% kita menggunakan indera penglihatan dan 20% untuk indera lainnya. Dan setelah "tour" di museum ini, pengunjung dibuat menyadari bahwa betapa pentingnya 20% itu.

Bener2 gak kebayang kalau nasib gue seperti Hellen Keller.... gak bisa melihat aja rasanya udah merana banget, gimana kalau ditambah gak bisa mendengar juga... Kita memang harus amat sangat bersyukur dilahirkan normal.....

Tuesday, December 02, 2008

Ooh tertipuuuuuwwww.....

Top Kurzfrist Flugangebote nach Jakarta ab 325,- € Winter 2008/2009

kira2 begitulah tulisan satu email terakhir dari Airways Holiday yang bikin jantung berdebar2... Tiket pesawat ke Jakarta seharga 325€ ?? murah bangeeett... mao bangeeet...!!!

Dan beberapa detik kemudian baru sadar ada tulisan kecil di bawahnya :
zzgl. ca. Euro 390,- Steuern

damn!!!
sama aja bo'ong!!

Friendster........

Gue baru dapet satu artikel tentang friendster... (bisa dilihat di sini)

Sedih juga waktu baca artikel itu.. mengingat friendster sangat berjasa buat kita semua...

Dengan Friendster, gue bisa "ketemu" dan berhubungan kembali dengan teman2 lama yang udah gak tau ada di mana... Gak cuman berhubungan kembali, tapi juga bisa terus memantau bagaimana kabar mereka... entah melalui foto, bulletin board, testimonial/comments, dst...

Gak cuman itu, Friendster juga banyak berjasa buat orang yang ingin mencari jodoh. Ada banyak cerita tentang pasangan2 yang berkenalan lewat Friendster.. bahkan tidak sedikit yang akhirnya menikah..

Friendster juga dipakai orang menjadi tempat untuk menaruh hasil karya buat para seniman, fotografer, dan designer. Gue yakin, dampaknya lebih dasyat daripada membuat brosur2 iklan atau papan billboard biasa.

Dengan alasan yang mirip, Friendster juga dipakai banyak orang sebagai tempat untuk melakukan bisnis (alias jualan). Cukup praktis buat butik2 kecil2an yang malas membuat website online shopping sendiri. Dan sangat berjasa juga buat orang2 yang ada di daerah yang punya uang tapi gak bisa beli barang yang dia inginkan karena di tempatnya tidak ada tokonya.

Mungkin ada begitu banyak hal positif lainnya yang mungkin gak gue sebutin di sini...

Dimana dunia mencibir Jonathan Abrams, gue pribadi malah ingin mengucapkan berjuta2 terima kasih atas ide hebatnya.

Monday, December 01, 2008

The Best Cartoon Characters

Sebagai penggemar komik, kartun, manga, anime, beserta teman2nya.... mungkin sudah saatnya bikin daftar siapa aja karakter favorit gue...

Bender (Futurama)
Homer (The Simpsons)
Kenny (Southpark)
Cookie Monster (Sesame Street)
Franky (One Piece)
Rukia (Bleach)
Shikamaru (Naruto)
Teko Ajaib (Time Quest)
Doraemon (Doraemon)
Hiruma (Eyeshield 21)
Crush (Finding Nemo)
Donkey (Shrek)
Claire (Claymore)
Ryo (City Hunter)
Songohan (Dragon Ball)
Hiei (Yu Yu Hakusho)
Sorata (X)
Hikaru (Magic Knight Rayearth)
Nakatsu (Hana Kimi)
Boo (Monster Inc)
Yuno Gasai (Mirai Nikki)
Nami (Alive: Final Evolution)
L (Death Note)
Hotaru (Gakuen Alice)
Zero (Vampire Knight)
Kyoko (Skip Beat)
Kyo (Fruit Basket)
Heiji (Detective Conan)
Hajime (Kindaichi Shonen no Jikenbo)
Cerberus (Tantei Gakuen Q)

apalagi ya?
yah segitu dulu deh :)

Sunday, November 23, 2008

KL & SG Visit, Oktober 2006

Sewaktu iseng melihat2 foto2 lama, gue jadi pengen tulis cerita perjalanan gue ke Kuala Lumpur dan Singapura waktu liburan Lebaran 2 tahun yang lalu. Waktu itu gue memang sudah lama berencana untuk pulang ke indo selama 6 bulan buat praktikum. Tapi sebelum itu, mumpung memang lagi pada libur Lebaran, Lisa ngajak gue jalan2 ke KL dan SG. Bonyok untungnya berbaik hati memberi kesempatan itu. Apalagi di KL ada adiknya Lisa, dan di SG ada sepupu gue... kita juga udah dianggap "gede" dan bisa "jaga diri" :P... intinya... perjalanan dimulai!


21 Oktober 2006 - day 1 -

Kita berangkat dari Jakarta menuju Kuala Lumpur dengan Lion Air. Pesawatnya lumayan lah... untungnya saat itu belum ada kasus pesawat jatuh.. jadi kita juga gak takut2 amat.

Sampai di KL, kita dijemput Aswin, adiknya Lisa dan setelah itu kita naek taksi ke apartemennya Jeha, temannya Lisa (yang ternyata pacarnya Sanrio, temen SMA kita juga), yang bersedia memberikan tempat buat kita nginep :)

Gue agak lupa apartemen itu ada di daerah mana... berhubung ada tour guide, gue cenderung gak pegang peta atau apapun... :P Eniwei.. setelah taro2 barang, kita ke mall yang ada di dekat situ. Mallnya bentuknya lucu juga... konsepnya seperti piramid dan sphinx. Dalemnya sih gak jauh beda sama mall2 di indo. Dan Lisa pun mulai berburu sepatu..... ^^




Malamnya, kita cabut ke Zouk Club. Sebenernya gue gak tertarik, tapi karena Lisanya kepengen banget, jadi ya udah... ayo2 aja.... waktu itu Aswin juga bawa pasukan... Karena rame2, jadi bisa buka meja juga... lumayan, jadi bisa duduk2....


Malam itu, gue cuman bisa menikmati segelas JD (itu pun udah dicampur cola) dan berbatang2 rokok (gue gak pernah ngerokok lebih banyak daripada malam itu), sambil "menjaga" anak2 lainnya. Intinya sih, ngejagain Lisa yang entah kenapa mabok berat, sekaligus wanti2 Aswin supaya jangan mabok soalnya dia yang nyetir pulang.... sisanya sih bodo amat ^^

Lucu juga sih inget2 si Lisa yang bentar2 buka kaca mobil dan muntah di jalanan besarnya Kuala Lumpur... memang tak terlupakan... :)
22. Oktober 2006 - day 2 -

Hari ini kita ke Genting Highland. Pengennya sih berangkat subuh, tapi kita aja baru pulang dari Zouk jam 3 pagi... akhirnya agak ngaret deh. Perjalanannya memang agak menyeramkan. Gue yang duduk manis di belakang aja serem, gimana yang nyetir ya... ^^ Soalnya hari itu cuaca jelek, berkabut, dan jalanannya 10x lebih menyeramkan daripada Puncak. Bahkan kita banyak melihat mobil kecelakaan di kiri dan kanan.

Genting Highland ternyata seperti sebuat Mall raksasa di atas gunung. Terus terang agak kecewa dengan casinonya yang terlihat seperti Ding Dong... dan kecewa juga karena cuaca yang jelek bikin gue gak bisa menikmati roller coaster di luar...

Eniwei... Mall kali ini memang agak gak biasa... agak mirip sama Mega Mall, karena di dalamnya ada sejenis atraksi Dufan mini, misalnya Bianglala mini, Jet Coaster mini, dsb... Berhubung waktu itu akhir Oktober, thema dekorasinya jadi serba Halloween. Di sana ada satu rumah hantu yang kocak banget. Sebenernya sih buat yang lain menyeramkan, tapi entah kenapa gue di dalam situ malah ketawa2 ngeliat anak2 yang lain ketakutan... apalagi Lisa :)


Kita juga masuk ke Believe it or Not... banyak banget hal menarik di sana... Setidaknya yang kayak gitu lebih menarik buat gue daripada toko sepatu :D

Perjalanan pulangnya jauh lebih menyeramkan daripada waktu berangkat.... gue aja sampai berdoa dalam hati... untungnya sih selamat2 aja tuh....

23. Oktober 2006 - day 3 -

Hari ini kita Mall Hopping. Gue agak lupa kita kemana aja, yang pasti sih kita jalan2 di Bukit Bintang. Tempatnya lumayan enak juga.. Kalo gak salah, kita juga pergi ke tempat yang mirip2 mangdu gitu... Well, intinya sih hari itu kita bener2 cuman jalan2 shopping doang...

Kita juga sempet mampir ke kos-annya Aswin. Agak shock juga sih melihat keadaannya. Kamarnya kecil, tanpa jendela, dan AC di situ harus nyala 24 jam... Bener2 gak sehat ^^

Menjelang sore, kita ke KLCC.. Di situlah 2 menara Petronas yang super tinggi itu berdiri. Keren juga... Kita sampe extra melihat gedung itu 2 kali... di saat masih terang sama ketika malam tiba dan lampu2 dinyalakan.. Sayangnya kita gak sempet naek ke atas.



Mall yang berada di bawahnya juga gede banget. Hari itu kita udah gak balik ke apartemen, dan gak sempet mandi juga... Badan pun udah gerah banget rasanya karena seharian jalan. Untungnya di dalam sana ada satu Toilet khusus yang masuknya bayar sekian Ringgit (lupa), di dalamnya disediain lotion, parfum, dll. Di dalam situ ada ibu2 yang bekerja ngejagain, dan ternyata dia TKI. Sehabis ngobrol2 dan sedikit bersih2 badan, kita cabut ke terminal...

Terminalnya mirip seperti terminal di indo.. memang agak serem, tapi ternyata tidak menyeramkan seperti di indo.. Kita juga udah sempet takut aja Busnya jelek, banyak orang aneh, dsb... Nyebelinnya, kita salah informasi... jadi kita sempet lama menunggu di tempat yang salah.. untung aja gak ditinggal. Busnya ternyata juga bagus, bersih, berAC, dan penumpangnya juga gak nyerem2in..

Dari situ kita melanjutkan perjalanan menuju Singapura melalui jalan darat. Perjalanannya kira2 5 jam... Rencananya sih pengen tidur di Bus aja... tapi malah gak bisa tidur karena ada orang yang bentar2 buang reak di dalam Bus. Haiiissyhhhh.....

24. Oktober 2006 - day 4 -

Subuhnya kita nyampe di Singapura. Imigrasinya memang agak membingungkan, dan kali ini gue juga harus buka peta buat bisa nyampe ke rumah sepupu gue tanpa nyasar. Biar agak ngirit dikit, kita juga gak mao langsung naek taksi dari terminal, tapi naek Bus dulu ke Halte terdekat, baru dari situ naek taksi...

Kocaknya, kita sempet berhenti di rumah yang salah.. Alamatnya memang mirip, dan gue lupa satu detail yang penting. Untung waktu rumah itu lagi gak ada orangnya (soalnya dibell2 gak ada yang keluar), dan setelah nanya orang yang lagi jogging di situ, ternyata kita emang beneran salah alamat. Akhirnya kita harus jalan beberapa gang dengan mata kurang tidur sambil nyeret2 koper...

Sesampai di sana, kita malah gak mao tidur.. soalnya kan sayang waktunya.. Akhirnya kita (gue, Lisa, temennya Lisa -lupa namanya- , dan satu keponakan gue) memutuskan untuk jalan2 ke Sentosa Island.

Sentosa Island memang banyak berubah.. setidaknya jauh berbeda daripada waktu gue ke sana 13 tahun sebelumnya... Banyak yang sudah ditutup dan katanya sih di sana bakal dibangun casino gede.. Setelah bosan, kita dari sana maen2 ke Vivo City.. satu mall baru yang belum lama ini baru jadi...

Setelah itu kita ke Little India... di situ ada toko namanya Mustafa yang menjual barang2 bermerk (biasanya sih jam, kacamata) dengan harga yang agak lebih murah. Tempatnya mirip2 pasar baru.. agak kaget juga.. ternyata di SG ada juga tempat yang kayak begini..

25. Oktober 2006 - day 5 -

Hari itu kita bangun siang... maklum, tepar... Dan gue dapet sms yang tak terduga... Eniwei... hari itu kita bertemu seorang teman lama.. sayang cuacanya jelek, jadi mao gak mao kita masuk dari satu gedung ke gedung lain, dan akhirnya malah nongkrong lama di McD.

Malamnya, ada Photo Session kecil2an. Kita diajak ke satu tempat yang banyak gedung2 cina tuanya... keren banget deh foto2 di situ...

26. Oktober 2006 - day 6 -

Terus terang gue agak lupa kita ngapain aja hari itu.. Seinget gue sih lagi2 mall hopping.. pokoknya sampe muak2 deh ngeliatin mall.. Belanja pun tidak, soalnya duitnya udah super tipis gara2 beli jam tangan di Mustafa.



Malamnya kita diajak makan ama sepupu gue dan keluarganya... Tempatnya lumayan enak, dan dari situ bisa ngeliat pemandangan kota yang keren banget... Lalu kita jalan2 di Riverside Point... sambil Photo Session kecil2an lagi ^^


27. Oktober 2006 - day 7 -

Akhirnya perjalanan kita berakhir, dan kita kembali ke Jakarta....

Vantage Point & 11:14

Vantage Point


Film ini gue tonton di DVD beberapa waktu lalu. Awalnya memang tidak tertarik, tapi ternyata bagus juga... dan entah kenapa mengingatkan gue terhadap 11:14. Yang bikin mirip buat ceritanya, tetapi kemasannya.

Thema film ini memang gak jauh2 dari thema film action belakangan ini : tentang teroris dan penembakan terhadap presiden Amerika Serikat. Cukup klasik sih... tapi lagi2, gue suka film ini karena pembawaan ceritanya.

Judul Jerman film ini adalah "8 Blickwinkel", yang berarti "8 Sudut Pandang"... karena film ini memang dibagi menjadi 8 bagian... Masing2 menceritakan cerita yang sama, hanya saja dari 8 sudut pandang yang berbeda. Yang lebih penting lagi, ceritanya dimulai dari jam yang sama, yaitu jam 12 siang...


11:14


11:14 termasuk salah satu film favorit gue yang sampai detik ini masih berkesan buat gue. Film ini juga terbagi menjadi beberapa bagian, sekilas terlihat seperti ingin menceritakan hal yang berbeda, tapi ternyata ceritanya sebenarnya sebuah satu kesatuan....

Tentang si A yang lagi asik2 nyetir sambil mabuk dan telponan,tiba2 ada mayat jatuh di atas mobilnya
Si B dkk yang menjadi pelaku tabrak lari
Si C yang ngerampok karena butuh uang untuk membiayai pacar dan "anak"nya
Si D yang menemukan mayat yang di"bunuh" anaknya, dan diam2 membuang mayat itu dari atas jembatan
Si E yang punya pacar banyak, gak sengaja membunuh salah satunya, dan kemudian menjadi korban tabrak lari saat menelpon seseorang yang lagi nyetir mobil

Dan klimaks tiap ceritanya terjadi pada jam 11:14....



Benar2 seperti melihat sebuah beberapa lukisan yang berbeda, tapi menceritakan sebuah cerita yang sama.... :)

Winter Hater...

Gue benci winter karena :

# dingin
# kalo mao keluar rumah jadi ribet karena harus pake baju berlapis2
# harus sering2 cek cuaca dan suhu
# kulit jadi super kering
# kena Blasenentzündung
# langit terlihat suram, dan bikin mood suram juga
# jam 8 pagi masih gelap, dan jam 4 sore udah gelap lagi (lagi2 bikin bt)
# bikin susah bangun pagi
# jalanan yang jadi beku bikin gampang terpeleset
# sering terjadi kecelakaan lalulintas
# kereta jadi makin sering telat
# salju yang bikin segala sesuatu jadi menyebalkan
# bikin males keluar rumah
# bikin makan jadi banyak dan laper terus2an
# bikin pengen tidur terus dan malas ngapa2in, apalagi olahraga
# jadi ada biaya extra karena harus nyalain heater
# sering sakit kepala ketika menghadapi perubahan dari dingin ke hangat (misalnya dari luar masuk ke dalam gedung yang hangat)


Herannya, kenapa dulu gue sempet pengen hidup di negara 4 musim ya?

Saturday, November 22, 2008

Home Sweet Home

Sudah hampir 2 bulan gue tinggal di apartemen baru ini. Bisa dibilang sudah lumayan beradaptasi lagi... Kalo dipikir2, apartemen ini merupakan tempat tinggal ke-8 gue selama gue hidup.


1. Gading Elok (Kelapa Gading - Jakarta)

Rumah mungil Jl. Gading Elok Utara ini merupakan tempat tinggal gue selama 16 tahun.. Benar2 rumah yang gak akan gue lupakan karena gue lahir dan besar di sana. Rumah ini memiliki 3 kamar; 1 kamar utama (beserta kamar mandi) tempat bokap nyokap tidur dan 2 kamar tidur anak. Dulu gue dan kakak gue tidur di satu kamar, dan kamar yang satu lagi jadi kamar tamu.. Tapi sejak masuk SD, kita punya kamar2 masing2.

Kamar gue berukuran 3x3m dengan 1 jendela menghadap ke ruang cuci. Karena tidak menerima sinar matahari langsung yang intensif ditambah AC yang dingin, kamar ini menjadi kamar favorit buat tidur siang :P Bahkan teman2 yang suka datang ke rumah kadang jadi ikutan ketiduran juga... ^^

Sayangnya, orang yang tinggal di ini setelah kita merenovasi habis2an rumah ini... jadi tiap kali gue iseng mampir lagi ke sana, gue cuman bisa menatap sedih perubahan2 yang ada....

2. Villa Gading Indah (Kelapa Gading - Jakarta)

Di bulan Desember 1999 kita pindah rumah. Waktu itu gue masih kelas 1 SMU, dan kakak gue udah berangkat ke Jerman. Rumah baru ini masih di Kelapa Gading, jadi gue cuman harus beradaptasi dengan kamar yang baru saja. Rumah kali ini jauh lebih besar daripada rumah yang pertama, bisa dibilang rumah ini merupakan rumah impian bokap n nyokap gue karena sebagian besar designnya mereka sendiri yang menentukan..

Kamar baru gue berukuran 4x5m.. jauh lebih besar daripada kamar yang dulu.. dan yang pasti... kali ini gue punya kamar mandi sendiri... jadi cukup praktis dan gak harus berebutan kamar mandi lagi... Kamar ini punya 3 jendela besar menghadap halaman belakang.. berhubung di halaman belakang ada kolam ikan yang ada sistem "air terjun mini"nya... Jadi kalo lagi bosen dengerin musik, bisa denger bunyi percikan air dari sana...

Tiap kali gue pulang indo, gue masih tetap bisa menikmati kamar kesayangan gue ini (Setidaknya gue masih berasa "pulang ke rumah", dibandingkan kakak gue yang gak pernah merasa benar2 tinggal di situ).. Nyokap pun berusaha untuk tidak merubah apa2. Jadi terakhir kali gue pulang, keadaan kamar ini tetap sama seperti sewaktu gue tinggalin 6 tahun yang lalu... Tapi beberapa bulan yang lalu nyokap kedatangan beberapa "tamu agung", dan terpaksa merubah kamar gue agar bisa ditiduri beberapa orang orang... *sigh*

3. HaDiKo (Karlsruhe)

Hadiko merupakan singkatan dari Hans Dickmann Kolleg, sebuah asrama tempat tinggal mahasiswa yang terdiri dari 5 gedung K1 sampai K5. Gue tinggal di kamar mungil di gedung K2 lantai 3. Kamarnya berukuran sekitar 2,5x3m, punya 1 tempat tidur, 1 meja belajar + lampunya, 1 rak buku, 1 lemari baju, dan 1 wastafel kecil. Kamar mandi, WC, dan dapur dipakai bersama 12 mahasiswa lainnya.

Waktu tinggal di situ, kebetulan memang lagi di tengah liburan summer di saat tetangga2 lagi pada pulang kampung. Jadi gue cuman kenal 2-3 orang yang saat itu gak pulang dan untungnya mereka lumayan bisa bahasa inggris.. Ada banyak anak indo yang tinggal di Hadiko. Bahkan sepupu gue tinggal 1 lantai di bawah.. jadi gue gak kayak anak ayam yang panik di tempat baru :P

Sayangnya gue cuman bisa tinggal di sana selama 2 bulan...

4. JS2 (masih di Karlsruhe)

JS2 (singkatan dari Josef-Schoferstr. 2) adalah sebuah dormitory yang baru jadi di tahun 2002. Bisa dibilang, gue lah orang yang pertama menempati kamar 412 di situ. Kamar ini berada di lantai 4 (lumayan...olah raga^^) , luasnya sekitar 25qm, punya kamar mandi dan dapur sendiri, plus ada balkonnya :)

JS2 memang agak jauh dari pusat kota.. dan kalo pulang malem memang agak serem karena jalanan dari Halte ke pintu masuknya memang gelap... cukup membuat jantung deg2an ngebayangin yang ngga2. Apalagi halte tramnya penuh dengan graffiti... huhuhu...

Gue tinggal di sana selama 2 tahun... walaupun Hausmeisternya super rese, tapi kamar ini sangat berkesan dan banyak kenangannya juga...

5. Schwalbacherstr. (Gallusviertel, Frankfurt am Main)

Keputusan gue untuk pindah jurusan memang banyak membuat perubahan dalam hidup gue.. salah satunya meninggalkan Karlsruhe. Selama summer 2004, gue pontang-panting mencari kamar baru di Darmstadt dan Frankfurt. Dan setelah desperate karena gak dapet2, Manuel yang baik menerima gue untuk tinggal di kamar kosong di apartemennya.

Gedungnya memang tua dan daerahnya juga agak serem.. tapi kamarnya lumayan nyaman lah.. Berukurang sekitar 16qm dan langit2nya tinggi. Sayangnya kamar mandinya super kecil dan wcnya terpisah. Dindingnya juga tipis, jadi kalau Manuel lagi XXX sama ceweknya.. gue cuman bisa pura2 gak denger... ^^

Sayangnya, gue cuman bisa tinggal di sana selama 2 bulan saja...

6. Feldbergstr. (Darmstadt)

Setelah pencarian yang panjang, akhirnya dapet juga sebuah kamar berukuran 16qm di Darmstadt... dan asiknya lagi cuman 10 menit jalan kaki sampai kampus... Hanya saja, harganya selangit! Kali ini gue ngeshare sama Rafii, orang dari Marokko. Pusing emang dapet mitbewohner yang satu ini... dan akhirnya gue gak betah dan bawaannya malah "pulang" ke Fulda. Dan kamar ini pun hanya menjadi tempat gue buat naro barang doang... :(

7. Heinrichstr. (Fulda)

Ok, gue mengakui bahwa keputusan untuk pindah ke Fulda memang agak gila. Karena Fulda memang terletak di ujung dunia, dan gue membutuhkan waktu 2 jam untuk berangkat ke kampus... Untungnya masih masuk di semesterticket...

Waktu itu Ody memang pengen keluar dari dormnya dan gue juga udah gak tahan tinggal di Feldbergstr. karena berbagai macam alasan... sebenernya sih rencana awal sih nyari apartemen kecil buat Ody dan gue taruh mebel2 gue di sana dan gue sendiri bisa cari dorm di deket kampus yang udah möbliert.

Tapi mungkin memang sudah takdirnya kita menemukan apartemen yang satu ini. Letaknya di tengah kota, di dekat stasiun.. benar2 pas buat gue yang bakal bolak-balik naek kereta. Apartemennya berada di lantai 5 di sebuah gedung tahun 1885 (untungnya gak angker), luasnya sekitar 120qm.. punya 6 kamar, 1 dapur, 1 kamar mandi besar, 1 wc tamu extra, dan 1 ruang cuci baju... dan itu semua dengan harga sewa yang amat sangat murah...!

Gue masih inget banget gimana senengnya waktu pindah ke apartemen itu... Apalagi pemandangan dari jendela dapurnya keren banget... Walaupun gedung tua dan agak susah menghangatkan ruangan2nya, tapi tinggal di situ memang nyaman banget... mungkin karena kali ini nge-sharenya bareng pacar sendiri kali ya :)

Eniwei.. 2,5 tahun tinggal apartemen ini juga banyak kenangannya karena di sana jadi tempat ngumpulnya anak2 Fulda. Kalo kedatengan anak2 indo dari luar kota, nginepnya pasti di kita...

Makanya, keputusan mendadak buat meninggalkan Fulda dan apartemen ini memang cukup berat buat gue pribadi. Tapi mao gimana lagi?

8. Waldschulstr. (Griesheim, Frankfurt am Main)

Tentang apartemen ini udah pernah gue ceritain di posting yang lalu. Yah... sejauh ini, gue cukup puas sih... Ngebersihinnya jauh lebih gampang karena apartemennya memang jauh lebih kecil. Tapi karena kita tinggal di perempatan (walau perempatan kecil doang), debunya memang agak gila2an.

Tentang Waldschulstr. memang belum banyak yang bisa dikenang, bahkan kita masih harus banyak menghias apartemen mungil ini supaya lebih nyaman lagi... Masih harus pasang gorden dan mempermanis ruangan.. (gue sampe udah diwanti2 Ody supaya jangan beli pajangan yang aneh2 yang bikin penuh kamar ^^)

Friday, November 21, 2008

spoiler 7 seeds 13


Sebenernya manganya udah dibeli beberapa bulan yang lalu.. tapi gak kesampean melulu buat nulis spoilernya..

So....
Volume ini diawali dengan keputusan Team Musim Panas B untuk memulai perjalanan demi membantu Arashi mencari Hana.

Lalu alur ceritanya kembali beralih ke Team Musim Panas A dimana Madonna merasa frustasi dengan keadaan alam di masa depan yang jauh berbeda dengan apa yang ia pelajari dulu. Dan tiba2 ia menemukan Nobita (dari Team Musim Gugur) dalam keadaan sekarat di tengah rawa. Tanpa memberitahu ke seluruh team-nya, Madonna menolong Nobita dan menyembunyikan ke tempat yang aman, setelah itu meminta Ban untuk mengobatinya. Dan diam2 Nobita dijadikan kelinci percobaan oleh Madonna untuk ngetes tanaman yang ia pilih beracun atau tidak.

Tapi tidak lama kemudian keberadaan Nobita ketahuan oleh Ango (dan tentu saja seluruh anggota teamnya). Ango pun shock melihat Nobita yang begitu mirip dengan Shigeru ketika masih kecil... dan seketika itu juga menyadari bahwa itu bukan Shigeru dan tanpa alasan memaksa Nobita untuk memanjat tebing... dan... kebayang kan reaksi anak kecil yang gak tau apa2 tiba2 dipaksa manjat tebing tanpa alat pengaman atau bantuan? Melihat reaksi itu, Ango merasa marah dan kecewa.. intinya ia tidak terima kenapa Nobita yang lemah terpilih sedangkan Shigeru tidak?

Di saat yang sama, Hana beserta Team Musim Gugur melanjutkan perjalanan bersama untuk kembali ke Team Musim Semi. Tapi ternyata desa yang Team Musim Semi bangun waktu itu sudah hancur dan tidak ada seorang pun di sana...

Nobita tetap dirawat oleh mereka sampai keadaannya pulih kembali, dan suatu malam Nobita tidak sengaja mendengar argumentasi antara Madonna dan Ban (Ban sebagai "dokter" tentu saja tidak terima maksud buruk Madonna terhadap Nobita). Menyadari dirinya dalam keadaan bahaya, Nobita pun lari tapi segera ketahuan dan tertangkap kembali. Untungnya sebelum tertangkap ia sempat bertemu dengan salah satu anjingnya Aramaki dan memintanya untuk menyampaikan pesan melalui sehelai daun.

Pesan itu tersampaikan dan membuat Hana beserta yang lainnya mencari Nobita dan shock (bahkan Ran pun shock) ketika melihat Nobita menjadi umpan berburu Team Musim Panas A.

Dan konfrontasi antara Hana dkk dan Team Musim Panas A kembali terjadi.... (gue tulis point2 pentingnya aja yah.. )

#Hana diam2 masuk ke desa Team Musim Panas A untuk menyelamatkan Nobita dan Aramaki membuat keributan di tempat lain untuk mengalihkan perhatian....
# Tapi Hana ketahuan oleh Ango dan Ryou... dan menjadi tawanan juga...
# Koruri yang tidak tahu apa2 karena terbang terus, bertemu dengan Haru yang sedang bermain musik..
# Koruri tertangkap oleh Team Musim Gugur
# Trauma Gengorou yang muncul kembali ketika melihat Fubuki dan Mitsuru...
# Aramaki juga tertangkap
# Serangan kawanan kelelawar putih yang mengganggu konflik diantara mereka...
# Team Musim Gugur juga diserang oleh kelelawar putih dan membuat mereka luka parah..
# Koruri dilepaskan oleh Haru dan pergi kembali ke teman2 Teamnya untuk meminta bantuan..

So... pertanyaan berikutnya....
apakah akan ada damai diantara kedua team tersebut?

Friday, October 31, 2008

Daylight Saving

Pertama kali mengenal istilah itu ketika nyokap punya wecker digital baru. Weckernya emang agak ribet dilihat karena banyak keterangan yang membingungkan buat gue yang waktu itu masih berumur 10 tahun. Di situ ada gambar peta dunia, dimana kita bisa nyetel waktu sesuai dimana kita berada (dan tentu saja waktu itu garisnya menunjukkan tempat di mana Jakarta berada) dan berbagai macam pencetan aneh lainnya.

Tombol "Daylight Saving" menjadi pertanyaan gue waktu itu. Karena malas nanya, gue jadi cari tau sendiri dengan memainkan benda itu (untungnya sih gak sampai rusak). Ada beberapa kota atau negara yang jamnya entah kenapa jadi berubah ketika tombol itu dinyalakan, tapi entah kenapa hal itu gak akan bisa berpengaruh buat Jakarta. Bukannya tambah ngerti, malah jadi makin bingung..... ^^

Pertanyaan itu terjawab beberapa waktu kemudian, tapi gue baru benar2 merasakan arti "Daylight Saving" ketika berada di Eropa. Memang aneh rasanya ketika seakan2 diberi hadiah 1 jam gratis di saat menjelang musim dingin, dan dicuri 1 jam ketika asik2 menikmati matahari ketika musim panas hampir dimulai.

Yang paling berdampak dari pergeseran waktu ini adalah keberadaan matahari. Kalau winter, matahari terasa terbit lebih awal dan tenggelam lebih cepat juga, begitu juga sebaliknya. Untuk membiasakan itu kadang membutuhkan waktu yang lama , apalagi buat gue yang dibesarkan di iklim tropis di mana terbit dan tenggelamnya matahari hampir tidak mengalami perubahan yang besar sepanjang tahunya.

Eniwei, waktu pertama kali diberi hadiah satu jam, gue merasa menjadi makin jauh dengan Jakarta. Mungkin karena perbedaan waktu yang tadinya 5 jam (ketika baru nyampe di Jerman) tiba2 menjadi 6 jam.

Dan gara2 itu juga jadi agak ribet menjawab pertanyaan "Sudah berapa jam saya hidup di dunia ini?" :P


"Early to bed, and early to rise, makes a man healthy, wealthy and wise"
-Benjamin Franklin-

Friday, September 19, 2008

Selingan

Pegawai Baru

Seorang manager di sebuah perusahaan melihat ada seorang pegawai baru. Lalu dia menyuruh pegawai baru itu untuk datang ke ruangannya.

"Siapa namamu?" adalah pertanyaan pertama yang diajukan manager pada pegawai baru itu. "John," jawab si pegawai.

Manager tampak marah, "Dengar...aku nggak tahu tempatmu seperti apa dulu kamu bekerja, tapi aku tidak memanggil karyawanku dengan nama depan mereka. Itu melanggar etika dan akan menjatuhkan martabat. Aku hanya akan memanggil pegawaiku dengan nama keluarganya seperti ... Smith, Jones, Baker... Mengerti, ya? Parakaryawan di sini memanggilku Mr. Robertson.

Nah, karena sekarang masalahnya sudah jelas, katakan siapa nama keluargamu?"

Pegawai itu dengan mengeluh menjawab, "Darling. Nama lengkap saya adalah John Darling."

"Saya setuju, saya panggil kamu John saja........"




Ajal Yang Tertunda

Seorang penjelajah di pedalaman Amazon tiba-tiba saja dikepung sekelompok primitif yang haus darah. "Oo... Tuhan matilah aku," gumamnya.

Tiba-tiba dari langit di atasnya ada kilatan cahaya dan terdengar suara menggema:

"Tidak anakku..., ajalmu belum tiba. Ambillah batu di dekat kakimu itu dan pukul kepala pemimpin mereka yang tepat berdiri di depanmu."

Si penjelajah itu pun mengambil batu dan menyerang pemimpin gerombol itu, dan memukulkan batu itu ke kepala si pemimpin sekuat tenaga hingga ia mati seketika.

Dia berdiri di atas mayat si pemimpin. Seketika 100 orang primitif itu mengepungnya dengan muka sangat marah karena melihat pemimpinnya terbunuh.

Kilatan dari langit itu muncul lagi dengan suara menggema: "Nah, sekarang.... baru ajalmu tiba anakku...."


Masih Bayar

Anak : Ayah berapa sih biaya kalau mau menikah?

Ayah : Sambil memperhatikan wajah anak laki-lakinya yang polos itu. Entahlah nak, karena sampai sekarang Ayah masih bayar terus kepada ibumu.


Kejutan

Seorang Presiden berkata kepada tukang sapu di istana, "Coba buat sebuah kejutan padaku, dan kemudian buat pula permintaan maaf atas kejutan itu yang jauh lebih mengejutkan lagi".

Begitulah, beberapa hari kemudian Sang Presiden sedang berdiri di jendela Istana, memandang keindahan taman di bawahnya. Dengan berjingkat-jingkat si tukang sapu mendekat lalu mencubit pantat Sang Presiden.

"Hei, gila, apa-apaan ini !" teriak Presiden dengan sangat terkejut.

"Oh, maaf, Bapak Presiden," sahut si tukang sapu. "Tadinya saya sangka Bapak adalah Ibu Negara .... "


Berbisa

Dua ekor ular sedang menelusuri sawah mencari mangsa. Tiba- tiba ular pertama bertanya, "Kita ini jenis ular yang berbisa nggak sih?"

"Entahlah, aku tak tahu. Emangnya kenapa?"

"Barusan aku tak sengaja menggigit bibirku ...."


Tiga Kemungkinan

Malam menjelang ujian, seorang mahasiswa melempar undi dengan koin. "Kalau muncul gambar, saya akan tidur; kalau angka, saya akan nonton teve.

Kalau koin ini bisa berdiri, saya akan belajar."


Filsuf Sakti

Tiga orang filsuf bermaksud untuk bersemedi di tepi sebuah danau. "Waduh, aku lupa membawa alas duduk," kata filsuf pertama.
Ia lalu pamit, melangkahkan kakinya di atas air danau, dan menyeberanginya menuju ke tempat tinggal mereka di seberang
danau.

Ketika ia sudah kembali, filsuf ke dua berkata,"Aku lupa menjemur bajuku. Aku pergi dulu ya." Ia berjalan di atas air danau dan menyeberanginya dengan mudah.

Filsuf ke tiga berpikir bahwa kedua rekannya itu pasti ingin unjuk kebolehan di hadapannya. "Ah, aku juga bisa. Lihat saja," katanya.
Ia lalu melangkahkan kakinya ke atas air danau dan langsung tenggelam.
Filsuf ke tiga ini berusaha berenang ke tepi, mencoba lagi berjalan di atas air lagi dan gagal.

Ia terus mencoba sampai akhirnya filsuf ke dua berkata kepada filsuf Pertama, "Sebaiknya kita beritahukan saja letak batu-batunya. "


Kendaraan Di Surga

Tiga pria meninggal dan masuk surga.

Surga mempunyai peraturan bahwa setiap orang baik jahat maupun orang baik akan mendapat kendaraan yang pantas dengan perbuatannya.

Lelaki pertama tiba dan malaikat bertanya, "Berapa tahun kamu menikah?"
Jawab lelaki pertama, "20 tahun" "Berapa kali kamu mengkhianati istrimu?" Jawab lelaki pertama, "5 kali"
"Baiklah," jawab sang malaikat, "Kamu boleh masuk tapi hanya mendapat Kijang"

Lelaki pertamapun berlalu dengan Kijangnya.

Berikutnya adalah lelaki kedua. "Berapa tahun kamu menikah?"
Jawab lelaki kedua, "30 tahun" "Berapa kali kamu mengkhianati istrimu?" "2 kali"
"Lumayan... Kamu pantas mendapatkan BMW"

Tibalah kini lelaki ketiga dan malaikatpun mengajukan pertanyaan yang sama yang di jawab si lelaki ketiga, "50 tahun"
"Berapa kali kamu mengkhianati istrimu?" "Tidak pernah" "Luar biasa!
Ini kunci untuk Ferrari"

Suatu hari, tatkala lelaki pertama dan kedua tadi tengah mengendarai mobilnya, mereka melihat lelaki ketiga duduk di tepi jalan sambil menangis.

Mereka menghampirinya dan bertanya "Ngapain kamu nangis? ga' puas sama Ferrari ?"

Jawab lelaki ketiga sambil mengusap air matanya, "Tadi aku berpapasan dengan istriku yang sedang naik sepeda"


Tanpa Kata-kata

Kira-kira satu - dua abad yang lalu, Paus memutuskan bahwa seluruh Yahudi harus meninggalkan Roma, yang tentu saja kemudian menimbulkan keresahan dan penolakan dari bangsa Yahudi tersebut.

Kemudian Paus menawarkan untuk mengadakan debat religius dengan seorang anggota komunitas Yahudi, yang mana jika orang Yahudi pilihan tersebut menang, maka bangsa Yahudi boleh tetap tinggal di Roma. Sebaliknya, jika Paus yang menang, maka bangsa Yahudi harus segera meninggalkan Roma.

Bangsa Yahudi sadar, bahwa mereka tidak punya pilihan lain. Lalu mereka kemudian memilih seorang pemuda yang bernama Moishe sebagai calon dari pihak Yahudi. Moishe kemudian mengajukan syarat, dimana, agar lebih menarik, debat dilakukan tanpa berkata-kata.

Paus kemudian menyetujui persyaratan tersebut, lalu pertandingan pun dimulai.

Pada saat debat dimulai, Moishe dan Paus duduk saling berhadapan.
Setelah kira-kira berjalan satu menit, Paus kemudian mengangkat tangannya dan menunjukkan tiga jari.
Moishe memandang sebentar kepada Paus lalu kemudian menunjukkan satu jarinya.

Paus kemudian membentuk lingkaran dengan jarinya di atas kepalanya. Moishe membalas dengan menunjuk ke tanah. Paus lalu mengeluarkan sebuah wafer dan segelas anggur. Dimana kemudian Moishe membalas dengan mengeluarkan sebutir apel.

Paus kemudian berdiri dan berkata ,"Saya menyerah kalah. Orang ini terlalu tangguh. Bangsa Yahudi boleh tinggal." Satu jam
kemudian, Kardinal sibuk menanyai Paus atas apa yang telah terjadi.

Paus menjawab, "Pertama, aku mengangkat tiga jari ku sebagai lambang trinitas. Dia merespon dengan mengangkat satu jarinya untuk mengingatkanku bahwa tetap hanya ada satu Tuhan untuk kedua agama kami.
Kemudian aku membentuk lingkaran disekelilingku yang menunjukkan bahwa Tuhan ada di sekitar kita. Dia membalasnya dengan menunjuk ke tanah dan menunjukkan bahwa Tuhan juga sekarang ada bersama kita.

Aku mengeluarkan sebuah wafer dan segelas anggur menunjukkan bahwa Tuhan akan menebus dosa-dosa kita. Dia kemudian mengeluarkan sebutir apel untuk mengingatkanku akan dosa awal umat manusia. Dia memiliki jawaban atas segalanya. Apa yang dapat aku lakukan ?"

Sementara itu, bangsa Yahudi sibuk mengelilingi moishe. "Apa yang terjadi? " tanya mereka.
"Well," kata Moishe. "Pertama dia mengatakan padaku bahwa bangsa Yahudi memiliki 3 hari untuk pergi dari sini.
Aku katakan padanya bahwa tidak satu orang pun dari kita yang akan pergi.
Kemudian dia mengatakan padaku bahwa seluruh kota akan dibersihkan dari bangsa Yahudi. Kemudian aku tegaskan kepada mereka bahwa kita akan tetap tinggal disini."
"Ya, ya,.. lalu ? "tanya mereka.
"Aku tidak tahu," kata Moishe. "Dia mengeluarkan bekalnya dan aku pun mengeluarkan bekalku."


Pemadam Kebakaran

Pada suatu hari,terjadi kebakaran di sebuah sumur minyak.Perusahaan pemilik sumur minyak itu memanggil petugas pemadam kebakaran yang sudah ahli.
Lalu datanglah sekitar 15 mobil pemadam kebakaran yang elit. Ternyata panas yang dikeluarkan api itu terlalu tinggi.. sampai2
mereka tidak bisa mendekat lebih dari jarak 1 km dari sumur itu.
Pada saat semuanya merasa putus asa, datanglah sebuah mobil pemadam kebakaran yang sudah agak tua.Sambil terseok seok mobil itu melaju dan berhenti pada jarak 10 m dari sumur yang panas itu.
Lalu petugas di dalamnya berlompatan keluar dan saling menyiramkan air pada diri mereka masing2 dan berhasil menaklukkan api tersebut.

Karena senang dan merasa diselamatkan, pemilik perusahaan itu memberikan hadiah sebesar 50 juta pada tim yang berani itu.Lalu
pemilik perusahaan minyak itu bertanya : "Akan diapakan uang sebesar itu?" Ketika diberi pertanyaan itu, pimpinan regu tersebut menjawab dengan nada datar, "Pertama-tama kami ingin memperbaiki rem mobil sialan itu!".


Si Anto

Si Anto adalah anak SD kelas satu......selain juara di kelasnya, dia cukup ganteng juga lah. Dia punya satu teman sekolah namanya
Clara....si Clara cantik dan manis.

Singkat cerita, si Anto jatuh hati sama si Clara...ternyata Clara juga punya hati ama si Anto. Suatu hari, karena kagak tahan lagi si
Anto berkata kepada si Clara, "Clara, kamu tahu aku suka kepadamu.

Sayang kita masih kecil.....bila nanti kita udah dewasa, kita menikah ya...?!"

Dengan wajah yang memerah merona, si Clara menjawab "Anto, bukannya aku menolak....aku sih mau aja...Tapi dalam keluarga kami, kami hanya menikah sesama kerabat saja.
Paman menikah dengan bibi, kakek menikah dengan nenek, dan bahkan papa menikah dengan mama......
padahal kan kamu bukan kerabat aku Anto."

Mendengar jawaban si Clara, si Anto tidak masuk satu minggu karena patah hati....


Tiga Monyet

Adaseorang bapak ingin membeli seekor monyet.

Maka pergilah ia ke pasar monyet. Disana ia ketemu dengan seorang penjual monyet yang sedang menjual tiga ekor monyet.
Monyet-monyet itu terdiri dari monyet besar sedang dan kecil.

Sang bapak kemudian menawar untuk monyet yang besar.
Bapak : "Berapa harga monyet yang itu bang?", sambil menunjuk monyet yang besar.
Pedagang : "Oh itu 1 juta pak."

Bapak : "Lho kok mahal sekali ya!"
Pedagang : "Oh tentu saja, Pak. Monyet itu bisa menari"

"Oh, bagus sekali ya!", timpal sang bapak.
"Kalo yang sedangnya, berapa mas?", lanjut sang Bapak.
"Oh itu 1,5 juta pak," kata si penjual.

"Lho kok lebih mahal bang!", protes sang bapak.
"Oh iya, Pak. Selain bisa nari dia juga bisa nyanyi", kata penjual.

Bukan main kagumnya bapak tersebut. Tapi untuk menghemat biaya maka si bapak menawar untuk monyet yang kecil.

"Kalo gitu saya yang kecil saja deh," kata bapak.
"Oh kalo yang itu harganya 2 juta pak,"kata si penjual.

"Lho kok lebih mahal lagi bang? Emangnya dia bisa apa saja sih?" kata bapak itu.
"Oh kalo yang itu saya tidak tahu pak," kata penjual.

"Trus kenapa harganya paling mahal?" tanya si bapak.
Dengan tenang si penjual menjawab, "Yang saya tahu kedua monyet ini memanggil bos padanya."


Kura-kura Kecil dan Sepasang Burung

Seekor kura-kura kecil sedang memanjat pohon dengan sangat perlahan. Setelah berjam-jam akhirnya dia sampai juga di puncak pohon. Kemudian dari puncak pohon dia melompat ke udara dan melambai lambaikan kedua kaki depannya, lalu jatuh gedebug ketanah dengan keras. Lalu pingsan...

Setelah siuman dari pingsannya, dia mulai lagi memanjat pohon tadi, kemudian melompat lagi keudara dan jatuh gedebug lagi ketanah.

Begitu dilakukan kura kecil itu hingga berurang kali, sementara sepasang burung yang hinggap di dahan pohon itu terus mengawasi kura-kura kecil yang sudah sekarat kesakitan itu.

Tiba-tiba burung betina berkata kepada burung jantannya, "Mas.., saya rasa sudah waktunya kita berterus terang kepada kura-kura kecil kita kalau dia itu kita adopsi".


Mas Bambang

Atas saran dokter, Bambang disuruh opname di rumah sakit Singapore karena penyakitnya agak parah.
Sesampainya di RS, Bambang dibawa ke kamar dan dipasangin infus kiri kanan.

Beberapa jam kemudian, ada satu lagi pasien orang bule yang keliatannya sakit parah dan ditaro disebelah Bambang.
Si bule walaupun kelihatannya lemah, dia masih mencoba berkomunikasi dengan Bambang. Dia mengangkat tangannya dg susah payah dan bilang, "American...
" Bambang yg juga sedang lemah, menjawab, "Indonesian. .."

Setelah itu dua2nya pingsan karena kelelahan. Beberapa jam kemudian mereka siuman dan mencoba berkomunikasi lagi.

Si bule berkata dg lemah, "James...." dijawab dg susah payah oleh Bambang, "Bambang.... " abis itu mereka pingsan lagi.

Beberapa jam kemudian setelah siuman, mereka berdua masih mencoba melanjutkan
pembicaraannya. " Texas ...." kata si bule,
dijawab Bambang, "Cilacap.... " pingsan lagi.

Tak lama kemudian mereka sadar dan lagi2 masih mencoba untuk ngobrol. Si bule yg udah ampir kehabisan napas
bilang,"Cancer. .." Dan dengan sisa2 napas yang ada Bambang nyahut, "Sagitarius. ..."

Penyakitan...

Waktu kecil, gue bener2 jarang sakit. Apalagi kalo dibandingin sama kakak gue yang sering bolak-balik ke dokter. Sampe2 gue dijulukin "Traktor" karena itu.

Tapi... seiring berjalannya waktu, semua berubah. Makan keripik sedikit langsung kena radang tenggorokan, tiap bulan selalu sakit gara2 haid (bisa sampe seharian terkapar di ranjang), gampang ketularan flu atau radang paru2, kena usus buntu, 3 kali kena tipes (dalam selang waktu tiap 2 tahun), 1 kali kena demam berdarah, dan... Blasen Entzündung!!!!!! (Penyakit yang satu ini, sayangnya gue gak tau bahasa indonya apa. Setelah iseng2 cari di internet, ternyata istilah medinya Cystitis. )

Lucunya, dulu gue sempet berteori bahwa gue akan selalu kena tipes setiap dua tahun. Soalnya memang itulah yang terjadi waktu itu. Apalagi ketika mendengar bahwa nyokap gue kena tipes pas gue masih di dalam perutnya (jadi... gak heran kan kalo penyakit itu tetap ada di darah gue dan tiap dua tahun bangun dari tidur panjang....). Tapi setelah gue berangkat ke Jerman, teori ngasal gue terbukti salah. Entah karena itu merupakan penyakit tropis atau karena makanan di sini terlalu bersih (makanya makanan sini gak seenak di indo... biasanya, makin jorok makin enak kan? :P)...

Tapi, sejak di Jerman, gue jadi punya penyakit baru yang setiap tahun selalu menghampiri (biasanya pada musim peralihan dari panas ke dingin seperti sekarang2 ini). BlasenEntzündung mungkin gak separah tipes ato demam berdarah yang membuat panas tinggi sampe 41 derajat atau bisa menyebabkan kematian kalo gak cepet2 ditangani. Namanya juga penyakit... tetep aja membuat tersiksa.... Dan gue rasa hampir semua perempuan di Jerman pernah mengalami ini.

Gejalanya: beser alias bolak balik buang air kecil, urine yang berwarna pekat, rasa sakit ketika buang air kecil, dan adanya darah di urine...
Penyebab utamanya: kurang minum (yang sama dengan kurang buang air kecil), hubungan intim, dan kedinginan.

Apa boleh buat... gue memang selalu suka lupa minum dan suka salah kostum di hari2 begini... Sedihnya, kalo udah kena sekali, bakal terus2an kena... Jadi, teori baru gue... "selama gue tinggal di negara yang ada musim dingin, tiap tahun gue bakal kena Blasen Entzündung"

*sigh* kok jadi nyumpahin diri sendiri ya?

Friday, September 12, 2008

The Art of Packing

Seperti yang udah gue tulis di posting yang lalu, akhir bulan ini gue mao pindah ke apartemen baru di Frankfurt. Dan sejak beberapa hari ini udah mulai sibuk ngepak barang yang seabrek2. Astaga... memang susah sih kalo pindah dari apartemen yang gede ke yang lebih kecil. Otomatis banyak banget barang yang gak bisa kebawa dan akhirnya harus dipilih2 untuk disumbang, dijual, bahkan dibuang.

Ngepak barang memang kedengarannya mudah. Tinggal ambil kardus, lalu masukin barang2nya. Tapi pada kenyataannya tidak segampang itu. Intinya, packing itu seperti puzzle berbentuk 3 dimensi; dimana kita harus berhasil memuat barang sebanyak mungkin di dalam sebuah kardus. Kadang, itu pun masih belum cukup. Kita juga harus memperhitungkan supaya kardus tersebut tidak terlalu berat dan masih bisa diangkat tanpa harus khawatis kardusnya sewaktu2 bisa jebol.

Kadang, barang yang terlihat kecil2 dan tak ada artinya, setelah dipak bisa menjadi berkardus2. Contoh gampangnya buku gue yang muat dalam 14 kardus! Padahal kelihatannya gak banyak, dan gue lebih jarang beli buku daripada beli baju :P

Packing juga menjadi masalah utama gue setiap kali mao terbang (biasanya sih dari Indonesia ke Jerman). Karena segala sesuatu harus muat dalam satu koper gede dan satu hand-carry. Kenapa cuman satu koper? karena koper besar rata2 beratnya sudah mencapai 4-5 kg sendiri. Sedangkan biasanya kita cuman boleh membawa 30-35 kg (bahkan ada yang cuman boleh 20 kg). Hand-carry pun belakangan ini juga udah dibatasi beratnya.. kalo gak salah cuman boleh 8 kg.

Kalau kita gak hati2 soal berat bawaan kita, bisa2 di bandar udara kita malah panik harus bongkar-isi koper sebelum check in. Gue juga pernah nganter temen yang akhirnya gak jadi terbang gara2 kopernya kelebihan 5 kg dan membawa terlalu banyak hand-carry. Males banget kan?

*sigh*

eniwei...
only 2 weeks to go....!!

Monday, September 01, 2008

Mari belajar bahasa Indonesia......

Hari itu gue dan Ody lagi nunggu Bus dan tiba2 disapa satu bapak2 berumur berkisar pertengahan 40an. Pertama, dia bertanya asal kita dari mana, yang memang cukup sering terjadi dan rata2 suka salah tebak atau mengira kita dari negara Asia lainnya. Lalu dengan agak malas kita menjawab "Indonesia" dan berpikir dia akan bilang "Oooooh" lalu pergi. Ternyata dia membalas dengan "Selamat Pagi" dan "Apa Kabar?"; yang merupakan hal yang agak gak biasa. Sedikit terkejut Ody bertanya balik, "Bisa bahasa Indonesia?", dan dia menangguk, "Sedikit.."

Bus kita datang, dan kebetulan dia juga ingin naik bus yang sama. Selama beberapa menit kita duduk bareng di dalam bus dan ngobrol sedikit. Ternyata dia sempat 10 tahun tinggal di Indonesia; 8 bulan di Bandung dan sisanya di Irian Jaya. Pertama, kita mengira dia kerja di Freeport, tapi ternyata dia seorang misionaris yang ditugaskan ke sana. Bahkan keluarganya saat ini juga masih ada di sana, dan dia berada di Fulda untuk mengurus sekolah anaknya yang baru saja tamat SMA dan ingin melanjutkan untuk kuliah di Jerman. (setidaknya gue sih ngertinya begitu..)

Lucunya, kita sempet beberapa kali membalas dengan bahasa Jerman karena takut dia gak ngerti. Tapi dia selalu membalas dengan bahasa Indonesia. Memang sih, 10 tahun waktu yang cukup lama untuk menguasai sebuah bahasa, tapi kita juga kan gak tau orang daerah Irian Jaya bahasanya seperti apa. Apalagi orang ini logat berbicaranya (walau masih kedengeran aksen bulenya yang agak pelo) mirip seperti logat orang Indonesia bagian timur.

Yah... dia memang bukan orang asing pertama yang fasih berbahasa Indonesia yang gue temui. Maksud gue fasih di sini juga bukan sekedar turis asing yang datang sebentar dan hanya bisa mengucapkan kata2 standard di kamus kecil mereka.. melainkan orang asing yang benar2 bisa kita ajak ngobrol dengan bahasa kita atau bahkan bisa membawa seminar atau berbicara di depan umum dengan bahasa Indonesia.

Orang pertama yang gue temui adalah seorang pastor bule (yang gue sendiri gak tau dia dari negara mana) yang suka memimpin misa di gereja2 di Jakarta. Berikutnya adalah guru bahasa Jepang gue yang memang menikah dengan orang Indonesia dan lama tinggal di Jakarta.. (lucu deh denger orang Jepang ngomong bahasa Indonesia dengan logat Jepang mereka ^^). Lalu pada tahun 2003, gue sempet ikut seminar yang dibawakan oleh orang Inggris yang memang sudah lama tinggal di Jerman, dan dia sempet beberapa tahun di Indonesia sebagai pertukaran pelajar (lupa di universitas mana). Dia juga menikah dengan orang Indonesia dan jago bahasa Jawa.

Gue memang selalu kagum dan salut tiap kali bertemu orang2 seperti mereka. Mungkin karena selama ini banyak orang menganggap "Siapa sih yang mao belajar bahasa Indonesia?" atau "Bahasa Indonesia mah gak kepake di mana2.. ngapain dipelajari?". Memang sih, bahasa Indonesia gak bisa dibandingin sama bahasa Inggris atau bahasa Cina. Tapi kalau dipikir2, negara kita kan cukup besar dan penduduknya banyak... jadi otomatis apabila dihitung2 juga banyak dipake di dunia ini kan? (walaupun banyak juga sih orang daerah yang gak bisa bahasa Indonesia.... dan ini juga teori karangan gue sih.... :P)

Kadang, di tengah2 keputus-asaan sewaktu belajar bahasa asing, sering banget kita berpikir "kenapa harus kita yang bisa bahasa mereka?" dan "kenapa bukan mereka aja yang belajar bahasa kita?". Tapi, gue memang gak bisa mengharapkan hal itu apabila gue memang berada di negara asing. Hanya saja, kadang kesal juga apabila membayangkan orang asing yang datang ke Indonesia bisa disambut dengan bahasa mereka tanpa mereka harus bersusah2 belajar bahasa Indonesia (sampai fasih!!).

Ditambah lagi bahasa kita yang entah kenapa belakangan ini udah tercampur2 dengan bahasa Inggris. Entah karena orang sedang gencar2nya masukin anaknya ke sekolah Internasional atau sekolah yang memakai bahasa Inggris. Atau mungkin karena banyak orang lulusan luar negri yang kembali ke Indonesia dan suka lupa beberapa kata bahasa Indonesia (sering gue alami, dan gue rasa terjadi pada setiap orang). Bisa juga karena kita lebih sering nonton atau mendengar lagu yang bukan pake bahasa Indonesia. Bahkan, bisa jadi karena biar sekedar keren dan kelihatan bisa bahasa Inggris sedikit2.. (lagi2 ini semua teori ngasal gue).

Lucunya, ini semua seperti penyakit ganas yang menyebar luas dengan cepat. Bahkan, gue pun (yang gak mao ikut2an) bisa kebawa juga ngomong Indo campur2 Inggris. Padahal gue juga suka kesel kalau melihat anak kecil (orang Indo) berkomunikasi dengan orang tuanya (orang Indo juga) pake bahasa Inggris. Apa yang terjadi dengan Bahasa Ibu?

Gue sebenernya bukan orang yang punya rasa kebangsaan yang tinggi, atau orang yang nasionalismenya kuat. Bahasa Indonesia gue juga gak sempurna2 amat.. (buktinya gue selalu nulis pake bahasa nggak baku). Hanya saja, bahasa kita memang tergolong bahasa yang baru dibandingkan bahasa2 lainnya. Dan bisa dibilang cukup tidak stabil, karena mengalami terlalu banyak perubahan dalam waktu yang sangat singkat. Jadi, bisa jadi suatu saat bahasa kita jadi punah dan tidak terpakai lagi..... Siapa sih yang gak sedih membayangkan kalo itu sampe terjadi?

Saturday, August 30, 2008

mencari apartemen baru....

Sekitar 3 minggu yang lalu, Ody mengambil sebuah keputusan yang cukup "besar"... yang akhirnya berdampak juga ke diri gue... yaitu pindah kerjaan ke Frankfurt yang berarti kita harus pindah rumah ke sana.

Awalnya sih kita gak gitu kepikiran untuk pindah karena kemungkinan untuk bolak-balik memang selalu ada..., mempertimbakan Ody yang bakal sering dikirim ke kota2 lain gak perlu cape2 pindah ke Frankfurt karena toh di stay di Fulda juga bisa.. (tapi memang guenya sih yg bakal berat banget untuk lanjut bolak-balik ke Darmstadt dan pulang ke Fulda tanpa ada yang menyambut dengan makanan yang sudah di atas meja :P ).

Eniwei... akhirnya kita memutuskan untuk pindah. Dan karena Ody masih harus kerja tiap hari di kantor yang lama, dan gue sedang libur dan "gak ngapa2in".. Jadi, gue yang bertugas mencari tempat tinggal baru... Dimulai dari mencari, bikin janji dengan yang punya, sampai extra ke sana untuk melihat rumahnya, dan membuat segala pertimbangan yang ada...

Gue sampe bikin list tentang hal2 yang harus diperhatikan dalam mencari tempat tinggal....

1. Ada berapa kamar?
2. Luasnya berapa?
3. Harga totalnya berapa? (Kaltmiete/NK/Strom/usw)
4. Lokasinya dimana? deket gak sama halte? dan seberapa jauh dari pusat kota? daerahnya serem gak? deket supermarket gak? dst, dst dst...
5. Apakah harus bayar Provision? (biaya makelar)
6. Apakah itu gedung tua atau baru? dan bagaimana keadaannya?
7. Bagaimana sistem pemanas ruangan dan air panasnya?
8. Bagaimana sambungan internetnya?
9. TVnya pake kabel atau satelit?
10. Apakah ada dapur? (lengkap dengan kompor, kulkas, lemari, dll)
11. Apakah ada sambungan untuk mesin cuci? di mana? (biasanya di kamar mandi, dapur, atau di basement)
12. Apakah ada Hausmeister? biayanya udah termasuk NK belom?
13. Ada di lantai berapa? kalau tinggi, ada lift gak? kalau lantai dasar langsung menghadap ke jalan gak? (maklum, Frankfurt kan agak serem dengan kriminalitasnya)
14. Jendelanya bagaimana? baru/tua? 1 lapis atau 2 lapis? dicht ngga? ada rolladen gak? angin bisa masuk lewat pinggirannya gak? tahan dingin gak?
15. Keran airnya gimana? ribet gak buat nyetel air panas/dingin?
16. Lantainya dari apa? pake parket?karpet?laminat? dingin gak? reot gak?
17. WC dan kamar mandinya bareng atau pisah? (berhubung gue gak suka WC yang terpisah dengan kamar mandi)
18. Bagaimana akustiknya? kalau berisik dikit kedengeran sampe tetangga gak? (atau sebaliknya)
19. Dapet gudang di basement gak? berapa besar? bisa taro sepeda gak?
20. Bagaimana dengan balkon dan taman?
21. dan yang paling penting... apakah gue merasa nyaman ketika masuk ke apartemen tsb? (intinya, jatuh cinta pada pandangan pertama memegang peranan yang sangat penting!)

Kira2 begitulah pertanyaan2 yang selalu gue lontarkan ketika sedang mencari rumah. Kadang itu pun masih suka ada hal2 kecil yang terlewat dan baru disadari kalau memang sudah tinggal di rumah tersebut. Bahkan, untuk menilai nyaman atau tidaknya sebuah rumah, benar2 harus setelah melewati keempat musim.

Dan mencari rumah di Frankfurt atau mungkin kota besar secara umum memang sulit. Pertama karena harus berebutan, karena memang banyak saingannya. Apalagi saat ini menjelang awal tahun ajaran baru buat para mahasiswa. Dan yang tinggal di Frankfurt bukan hanya mahasiswa dari Frankfurt saja, tapi juga kota2 di sekitarnya seperti Darmstadt, Mainz, Wiesbaden, Rüsselsheim, Offenbach, bahkan Fulda dan Gießen. Lapangan pekerjaan di Frankfurt juga cukup banyak karena di sana ada airport terbesar di Jerman, bursa saham, dsb; dan itu membuat semakin banyak orang yang ingin tinggal di sana. Otomatis biaya hidup dan harga rumah (sewa maupun beli) juga selangit. Bisa 1,5 sampai 2 kali lipat dibandingkan kota kecil seperti Fulda... huhuhu...

Setelah 4-5 kali bolak-balik ke Frankfurt dan melihat belasan apartemen, akhirnya gue menemukan dan mendapat apartemen di sana....

Tempatnya berlokasi di Frankfurt-Griesheim; hanya 1 Halte S-Bahn dari Frankfurt Hbf (main station), which is cukup di tengah kota. Besarnya sekitar 70 qm dan mempunyai 2 kamar (kamar tidur dan living room), dapur yang agak luas, kamar mandi dengan bathtub + wc, dan gudang kecil (paling 1,5x1,5m). Jauh lebih kecil dari rumah kita yang sekarang, tapi oke juga lah. Apalagi gedungnya bukan gedung tua, jendelanya bagus, ruangannya terang (banyak cahaya matahari masuk), dan yang pasti.. gue jatuh cinta ketika pertama kali menginjakkan kaki di sana. Bahkan gue sudah jatuh cinta ketika melihat fotonya di internet. Kalau dipikir2, mencari rumah juga seperti mencari jodoh juga ya... :) Harganya memang jauh lebih mahal daripada rumah kita yang sekarang, tapi setelah membandingkan sana sini, memang harga rata2 rumah di Frankfurt yaa segitu... Apalagi kita gak harus bayar makelar sampai seribu euro lebih dan gak harus beli dapur extra karena memang sudah ada...

Jadi... ab bulan Oktober, kita tinggal di Frankfurt !!!

Cloverfield

Awalnya, tujuan kita extra mampir ke tempat sewa DVD sebenarnya untuk meminjam film 21. Tapi... karena kehabisan, jadi film ini lah yang terpilih untuk ditonton. Dan ternyata... film ini benar2 film sangat unik dan cukup berkesan buat gue...




Ceritanya sih sebenarnya sangat simple; yaitu tentang New York yang tiba2 kedatangan mahluk raksasa aneh yang jalan2 sambil menghancurkan kota. Kira2 mirip2 Godzilla lah....cuman, dikemas dengan cara yang jauh berbeda...

Sepanjang film, penonton dibuat seakan2 melihat keseluruhan cerita itu melalui sebuah video camera. Jadi, bisa dibilang sepanjang plot yang ada di film merupakan sudut pandang sebuah kamera yang dibawa2 oleh orang biasa -alias penghuni Manhattan- yang menjadi saksi mata seluruh kejadian ketika monster aneh itu datang menyerang. Dan hal itu membuat keseluruhan film itu terlihat amat sangat realistis... (apalagi bintang filmnya gak ada yang gue kenal)...

Gue, sebagai penonton, jadi benar2 bisa membayangkan bagaimana rasanya apabila gue terjebak di rentetan kejadian menyeramkan itu. Dan sepanjang film, gue juga benar2 merasa tegang, panik, takut, dan ingin ikutan lari... atau teriak2 "cepetaaaaann!!!!"

Monday, August 18, 2008

Usia Pernikahan mempengaruhi kemesraan

lol....
fwd-an ini kocak juga...
soal bener ato ngga, bisa dijawab sendiri :P


Sebelum Bobo:

6 weeks: Selamat bobo sayang, mimpi indah ya, mmmuach.
6 months: Tolong matiin lampunya, silau nih.
6 years : Kesana-an doong... kamu tidur dempet2an kayak mikrolet gini sih?!

Pake Toilet:

6 weeks : nggak apa2, kamu duluan deh, aku nggak buru2 koq.
6 months: masih lama nggak nih?
6 years : brug! brug! brug! (suara pintu digedor), kalo mau tapa di gunung kawi sono!

Ngajarin Nyetir:

6 weeks : hati2 say, injek kopling dulu baru masukin perseneling ya
6 months: pelan2 dong lepas koplingnya.
6 years : pantesan sering ke bengkel, masukin persenelingnya aja kayak gini!

Balesin SMS:

6 weeks: iya sayang, bentar lagi nyampe rumah koq, aku beli Martabak kesukaanmu dulu ya....
6 months: mct bgt di jln nih
6 years : ok

Dating process:

6 weeks : I love U, I love U, I love U.
6 months : Of course I love U.
6 years : Ya iyalah!! Kalau aku tdk cinta kamu, ngapain nikah sama kamu??

Back from Work:

6 weeks : Honey, aku pulang...
6 months : I'm BACK!!
6 years : Si mbok masak apa hari ini??

Hadiah (ulang tahun):

6 weeks : Sayangku, kuharap kau menyukai cincin yang kubeli
6 months : Aku membeli lukisan, nampaknya cocok dengan suasana ruang tengah
6 years : Nih duitnya, loe beli sendiri deh yang loe mau

Telepon:

6 weeks : Baby, ada yang pengen bicara ama kamu di telpon
6 months : Eh...ini buat kamu nih...
6 years : WOOIII TELPON BUNYI TUUUHHH... ANGKAT DUOOONG!!!

Masakan:

6 weeks : Wah, tak kusangka rasa makanan ini begitu lezaattt!!
6 months : Kita makan apa malam ini??
6 years : HAH? MAKANAN INI LAGI?

Apology:

6 weeks : Udah nggak apa-apa sayang, nanti kita beli lagi ya
6 months : Hati2! Nanti jatuh tuh!
6 years : KAMU NGGAK NGERTI2 YA, DAH BERIBU2 KALI AKU BILANGIN!!!

Baju baru:

6 weeks : Duhai kasihku, kamu seperti bidadari dengan pakaian itu
6 months : Lho, kamu beli baju baru lagi?
6 years : BELI BAJU ITU HABIS BERAPA??

Planning for Vacations:

6 weeks : Gimana kalau kita jalan2 ke Amerika atau ketempat yg kamu mau, honey?
6 months : Ke Surabaya naik bis aja ya, nggak usah pakai pesawat...
6 years : JALAN2? DIRUMAH AJA KENAPA SEH? NGABISIN UANG AJA!

TV:

6 weeks : Baby, apa yg pengen kita tonton malam ini ?
6 months : Sebentar ya, filmnya bagus banget nih.
6 years : JANGAN DIGANTI2 DONG CHANNELNYA AH! GAK BISA LIAT ORANG SENENG DIKIT APA?!

Monday, August 11, 2008

Airport

Ada begitu banyak kejadian menarik yang bisa dilihat di airport.....


Wajah2 bahagia ketika menjemput seseorang yang disayang...

dan sebaliknya... wajah2 sedih ketika mengantar serta detik2 menjelang perpisahan...

Wajah2 ceria sebuah keluarga yang ingin pergi liburan ke tempat yang diidam2kan...

dan wajah2 lelah mereka yang habis bepergian dan lega ketika mereka sudah kembali ke tanah air...

Wajah2 serius orang2 yang pergi ke suatu kota untuk keperluan pekerjaan...

Wajah2 ngantuk orang2 yang sudah berjam2 duduk di pesawat dan sedang transit menunggu pesawat berikutnya....

Wajah2 orang kesal ketika harus berargumen dengan petugas ketika barang yang mereka bawa ternyata overweight...

dan wajah2 panik orang2 yang harus membongkar kopernya dan ketika diperiksa ada beberapa barang penting yang tidak boleh dibawa naik ke pesawat....

Wajah2 bingung orang yang ketinggalan pesawat...

Dan wajah2 iri orang2 seperti gue... yang sedang mengantar seorang teman pulang ke tanah air....



Tapi setidaknya... airport sudah membuat gue merasa satu langkah lebih dekat dengan kampung halaman :)

Love Parade

Highway to Love
Dortmund, 19. 07. 2008


Love Parade pertama kali diadakan di Berlin pada tahun 1989, sekitar 4 bulan sebelum runtuhnya Tembok Berlin. Love Parade ini sebenarnya merupakan aksi demonstrasi yang mendukung perdamaian dunia melalui musik.

Sampai tahun 1996, Love Parade diadakan di Kurfürstendamm alias Ku'damm. Namun, karena massa yang datang terlalu banyak dan memadati jalanan2 di sekitarnya, maka pada tahun berikutnya parade ini dipindah ke Strasse des 17. Juni yang cukup luas untuk menampung ratusan ribu pendatang.

Hanya saja..., pada tahun 2007, pemerintah Berlin membatalkan acara tersebut yang sebelumnya sudah direncanakan pada tanggal 07. 07. 2007 (lagi2 angka bagus ^^). Setelah bernegosiasi dengan kota2 lain di Jerman, akhirnya kota2 di daerah Ruhr bersedia menjadi tuan rumah Love Parade berikutnya.

Di tahun 2008 ini, Dortmund dengan bangga menjadi tuan rumah. Katanya sih kali ini merupakan Love Parade yang paling banyak pendatangnya. Ada sekitar 1,6 juta pengunjung... dan gue salah satunya :)



Jam 6 pagi, gue bersama rekan2 seperjuangan, sudah duduk manis di kereta. Hari itu memang sudah direncanakan berbulan2 sebelumnya... dan kita semua tahu bahwa ini bakal jadi hari yang panjang.....

Perjalanan sampai di Dortmund Hbf berjalan 3,5 jam. Rencananya, kita bakal mampir ke rumah seorang teman (Yetty) yang kebetulan tinggal di sana untuk menaruh barang2 bawaan kita yang berat2.. Hanya saja, jalur U-Bahn dan beberapa kereta lain tidak beroperasi alias ditutup karena Love Parade. Jadi kita harus menggunakan jalur2 alternatif yang memakan waktu 1 jam lebih untuk bisa sampai ke tempat tujuan.

Sekitar jam 1 siang, kita sudah berada di jalanan tempat parade itu berlangsung. Dengan alkohol di tangan, kita sudah benar2 sudah siap untuk berjoged-ria. Masih ada waktu 1 jam sampai acara di mulai, namun cuaca hari itu sangat tidak bersahabat. Langit mendung, angin cukup kencang, dan hujan pun datang. Entah kenapa, tepat jam 2 siang awan2 hitam menyingkir dan langit mendadak cerah. Ody sampai berani taruhan bahwa si penyelenggara benar2 meyewa pawang hujan.

Ada sekitar 40 truck yang berjalan pelan2 mengelilingi Bundesstraße 1. Masing2 truck menjalankan musik2 elektronik yang berbeda, tapi gue sendiri gak gitu bisa bedain antara tekno, trance, house, dst, dsb, dll.... Yang penting rame deh... :)



Cuaca yang angot2an membuat kita cukup yakin, bahwa ada momen2 tertentu dimana si pawang tidak kuat lagi menahan sang hujan yang ngotot membasahi kita semua. Rintangan pun bukan hanya sekedar hujan yang membuat kita basah kuyub (lalu kering, terus basah lagi, dst..), tapi hujan mengakibatkan banyaknya genangan air dan lumpur. Kalo udah gitu, jadi gak bisa duduk2 di rumput lagi kalo udah cape.

Belum lagi minimnya sarana WC Toi2 yang ditempatkan cukup jauh. Intinya, kalo mao pipis jadi serba ribet : udah jalannya jauh, ngantri, jorok pula. Belum lagi banyak orang mabok yang emosi maen serobot2an, atau gak sedikit juga yang masuk berdua (hayooo... ngapain tuh?). Alhasil banyak orang, baik pria maupun wanita, yang dengan amat sangat terpaksa buang air di semak2.

Menjelang jam 6 sore, truck2 yang tadi jalan berputar2 mulai satu-persatu berjalan menuju panggung tengah. Di situ nantinya para DJ hebat akan beraksi. Berhubung gue gak gitu ngefans sama jenis musik elektronik, gue cuman kenal satu nama dari sekian banyak yang terkenal : Moby.



Eniwei, perjuangan kita pun dilanjutkan dengan mencari tempat yang strategis yang bisa melihat panggungnya. Tapi, ternyata semua orang berpikiran seperti kita... dan bisa dikira2 kan 1,6 juta berdempet2 di satu tempat? jawabannya : S.U.M.P.E.K

Selain kena sumpek, kita juga harus gigih mendorong satu sama lain dan berusaha supaya tidak terpencar; dengan solusi : berpelukaaaannn... eiits... gak maksud niru teletubbies loh... tapi mao gimana lagi? Dan....tetep aja kita terpencar menjadi 2. Dan di saat yang penting begini, saluran telepon di kota Dortmund tidak sanggup menampung tambahan begitu banyak orang yang saling menelpon untuk bertanya "lo ada di mana?".

Setelah beberapa waktu, akhirnya kita berhasil berkumpul kembali, dan di saat itu kita sudah terlalu lelah untuk lanjut ikutan parade sampai akhir. Sekitar jam 9 malam, kita sudah berada di tempat Yetty lagi. Sambil menunggu kereta (kita beli tiket yang jem 4 pagi), kita mengistirahatkan kaki, membersihkan sepatu dari lumpur, ganti baju, nonton lanjutan Love Parade di tv, ngobrol2 ngalor ngidul, dan curi2 tidur.

Dini hari di Dortmund Hbf juga amat sangat rame sekali. Ternyata gak cuman rombongan kita yang berpikiran untuk berangkat dengan kereta paling pagi di hari berikutnya. Semerbak bau badan bercampur bau lumpur membuat gue jadi teringat masa2 sehabis jam pelajaran olah raga (maen sepak bola sambil nyeker di lapangan sehabis hujan) di sekolah dulu...

Dan akhirnya jam 11 siang, gue bisa menikmati kembali ranjang tercinta....