Friday, August 03, 2012

10 Tahun di Jerman

Kemarin, gue merayakan tahun ke-sepuluh gue tinggal di Jerman. Tempat yang dulu terasa asing, pelan2 tak terasa asing lagi. Dan tempat yang dulu rasanya "tanah air", pelan2 terasa menjadi asing.

Sepuluh tahun memang waktu yang lama, tapi terasa cepat berlalu. Bahasa Jerman yang dulu belepotan pun, sekarang masih belepotan tapi sudah jauh lebih mendingan. Begitu juga dengan kebiasaan2 yang dulu melekat waktu masih di tanah air, pelan2 menghilang menjadikan kebiasaan2 baru. Manusia memang mahluk yang paling bisa beradaptasi.

Pertanyaan yang belakangan ini sering gue terima adalah "kapan pulang abis?". Sebuah pertanyaan yang sulit dijawab, karena semuanya masih "open". Kami masih merasa nyaman tinggal di sini, tapi tak mao menutup kemungkinan2 dan kesempatan2 yang lebih baik yang ada di tanah air, atau di luar Jerman.

Pertanyaan berikutnya (yang tak kalah sering) adalah "kenapa ga pindah warga negara saja?". Mungkin pandangan kebanyakan orang Indonesia adalah mempunyai kewarganegaraan di negara2 maju adalah suatu "kelebihan" dan "kebanggaan" tersendiri. Di pihak lain, banyak juga yang mencibir orang yg pindah warga negara dengan tuduhan2 "pengkhianat".

Indonesia merupakan negara yang tidak menyetujui kewarganegaraan ganda. Jadi jika ingin menjadi warga negara lain, maka orang tersebut harus melepaskan kewarganegaraan Indonesia-nya. Banyak yang bilang selama masih punya KTP di Indonesia, semua itu gak akan menjadi masalah. Tapi bukankah itu termasuk pemalsuan dokumen? Banyak orang terlalu menganggap remeh resiko itu. Mungkin di Indonesia hukum bisa dibeli dengan uang, tapi di Jerman tidak bisa seperti itu.

Intinya, gue akan tetap menjadi warga negara Indonesia, sampai saatnya tiba untuk mengganti kewarganegaraan. Mungkin saat itu akan tiba, mungkin juga tidak. Semua itu tergantung dari keputusan kita nanti untuk pertanyaan sebelumnya: "stay di Jerman, atau pulang ke tanah air? atau mungkin ke negara lainnya lagi?"

Semua tempat mempunyai positif dan negatifnya. Jadi kalau ada yang bertanya "enakan di Jerman atau di Indonesia?", gue cuman bisa jawab "dua2nya ada enaknya dan gak enaknya". Untuk bisa hidup nyaman di suatu tempat memang selalu membutuhkan kemampuan beradaptasi dengan kultur yang ada. Yang tadinya gak enak bisa menjadi enak, begitu juga sebaliknya.

Intinya, sepuluh tahun di sini membuat gue bisa melihat dunia dari sisi yang lain, merasakan kenyamanan2 yang bisa dirasakan di negara maju (misalnya keteraturan dan rasa aman), berkutat dengan ribetnya birokrasi, melihat kehangatan orang Jerman dibalik kekakuan mereka dan bisa melihat segala sesuatu di sudut pandang mereka, lebih berani melakukan segala sesuatu sendiri atau mencoba segala sesuatu yang baru, terbiasa hidup tanpa bergantung dengan pembantu (walau rumah kadang jadi seperti abis dibom), terbiasa menggunakan toilet paper, dan ada begitu banyak hal lain yang merubah hidup gue di sini.

Hanya saja lidah ini tetap mencintai masakan Indonesia. Jadi bila ada yang bertanya, "Kangen gak ama Indo?", jawabannya pasti, "Tentu saja.... sama makanannya!". Gak mungkin dong gue bilang kangen ama macet, bau got, nyamuk, dan polusi-nya.... Rasanya jika bisa menikmati makanan Indonesia di tanah air, jalanan macet-pun bisa dimaafkan :)


Percaya Gak Percaya

Banyak pepatah yang mengatakan untuk selalu mendengarkan nasehat orang tua, atau orang yang lebih tua. Hal ini bisa dimengerti, karena biasanya mereka sudah mempunyai pengalaman yang lebih banyak daripada kita; istilahnya sudah banyak makan "asam dan garam dunia" (serta asam dan garam beneran).

Tapi kadang nasehat2 dari mereka yang tua2 bukan hanya sekedar berbau moral, melainkan segala sesuatu yg berbau mistis, seperti:
"KATANYA gak boleh begitu, soalnya BISA BAWA SIAL... "

Apakah kita sebagai generasi yg lebih muda dan lebih modern harus selalu menuruti nasehat mereka... walaupun alasannya tidak logis?

Mungkin kebanyakan akan menjawab "iya" karena tidak mau dicap durhaka.

Sekarang pertanyaan selanjutnya: apakah kita sebagai generasi sekarang akan memberikan nasehat yg sama ke anak2 kita dan generasi selanjutnya walaupun menurut kita sendiri alasannya tidak masuk akal?

Mungkin banyak juga yang akan menjawab "iya" karena mereka merasa lebih nyaman untuk percaya akan hal itu. Percaya gak percaya.. mendingan percaya aja deh... daripada ntar malah kejadian yg ngga2... Dan mitos2 itu pun terus berlanjut turun temurun.

Kadang gak cuma menghindari segala sesuatu yg membawa sial, tapi juga mengejar sesuatu yg bawa hoki (padahal belom tentu). Misalnya orang2 yg berebutan venue untuk menikah atau ngantri operasi caesar supaya bayinya lahir di tanggal2 bagus. Atau ada orang yg terobsesi pada angka tertentu karena membawa untung buat bisnisnya dan menyalahkan angka tertentu apabila membawa malapetaka.

Buat gue pribadi, kadang nasehat2 yang gak masuk akal tersebut lebih terasa seperti upaya orang2 di sekitar untuk "nyumpahin" gue supaya gue jadi sial. Misalnya seorang teman yang bilang ke gue bahwa, "memakai baju pengantin 2 kali itu sama dengan membawa kesialan di rumah tangga berikutnya" akhirnya terdengar seakan2 dia mengatakan, "gue sumpahin elo suatu saat akan bercerai dengan suami lo!"... walaupun gue yakin bukan itu maksud dia yang sebenarnya.

Sama seperti kejadian dimana nyokap mati2an melarang gue dan kakak gue menikah di tahun yang sama. Alasannya karena dulu dia dan adiknya juga menikah di tahun yang sama, lalu beberapa tahun kemudian rumah tangga oom gue hancur berantakan. Padahal yang membuat hancur bukan karena mereka menikah di tahun yang sama, tetapi karena konflik intern yang terjadi di keluarga mereka. Tapi kenapa malah yang membuat trauma justru karena hal2 mistis yang sebenernya gak ada hubungannya?


Memang harus diakui bahwa kita manusia mempunyai keterbatasan2 tertentu. Bahkan teknologi pun sampai saat ini masih belom bisa menjawab semua pertanyaan tentang dunia ini. Mungkin mitos2 itu tercipta untuk menjawab semua pertanyaan2 yg tak terjawab dan memberi alasan2 untuk semua pertanyaan "mengapa begini dan mengapa begitu?".

Bisa juga mitos itu timbul setelah orang2 jaman dahulu menemukan solusi untuk suatu masalah tertentu, dan solusi itu membawa hasil positif (padahal belon tentu hasil positif itu tercapai berkat solusi tersebut). Sebaliknya, mitos itu juga bisa timbul ketika mereka mencari kambing hitam atas semua kesialan yang terjadi.


Wednesday, October 26, 2011

Dorayaki


Penasaran kayak apa sih kue kesukaan Doraemon? Bisa dicoba resepnya sekarang :)



Bahan:
2 butir telur
80 gram gula
1 sdm madu
1/2 sdt baking soda
50 ml air
130 gram tepung terigu
100 gram anko (selai kacang merah)

Cara:
Kocok telur sambil memasukkan gula dan madu. Kocok dengan tangan selama kurang lebih 3 menit.
Larutkan baking soda dalam air, lalu masukkan ke dalam kocokan telur.
Masukkan tepung, aduk rata.
Tutup dengan plastic wrap , lulu biarkan selama setengah jam.
Panaskan wajan (yang rata), tuang adonan dengan sendok (yang berbentuk bulat).
Caranya agak mirip seperti membuat pancake, hanya saja satu sisinya dimasak lebih lama sehingga warnanya lebih coklat daripada sisi yang lainnya.
Angkat dan dinginkan.
Masukkan anko (jika gak suka anko, bisa diganti dengan yang lain, seperti selai strawberry atau nutella) di antara 2 buah "pancake", lalu tekan hingga berbentuk seperti dorayaki.

Tempe Bumbu Bali




Bahan:
400 gram tempe, potong sekitar 1x2x2 cm, lalu goreng setengah matang
2 batang serai yang dimemarkan
2-3 cm lengkuas
1-2 cm jahr yang dimemarkan
100 ml air
5 sdm kecap manis
gula dan garam secukupnya

Bumbu Halus:
5 butir bawang merah (bisa diganti dengan 1 buah bawang bombay)
4 siung bawang putih
cabe merah sesuai selera
5 butir kemiri
1 sdm asam

Cara:
Tumis bumbu halus, jahe, lengkuas dan serai sampai harum. Lalu masukkan air dan kecap manis, masak sampai mendidih. Masukkan tempe goreng, tambahkan garam dan gula sesuai selera. Masak sampai kuah mengental.

Monday, October 24, 2011

13 tahun yang lalu

Tiap orang memang suka merayakan tanggal "hari jadi" untuk segala hal. Entah "hari jadi" untuk kelahiran (alias ulang tahun), "hari jadi" untuk pacaran atau pernikahan, "hari jadi" untuk perusahaan atau organisasi, dan beribu macam "hari jadi" lainnya. Dan kali ini gue merayakan "hari jadi" persahabatan gue dengan 2 orang yg sangat penting dalam hidup gue.

Kita sendiri mungkin gak ingat, apa pemicu persahabatan kita, atau kapan sebenarnya kita pertama kali hang-out bareng. Sadar2, orang2 di sekitar kita menganggap bahwa kemana2 kita selalu bertiga, entah di sekolah maupun di mall. Hingga suatu hari di bioskop, kita menetapkan bahwa hari itu adalah "hari jadi" persahabatan kita.

Pertemanan gue dengan 2 sahabat ini, mungkin agak sedikit unik. Mengingat bahwa kita berbeda satu sama lain; mulai dari fashion, hobby, musik, sampai selera cowok. Mungkin karena itu kita bisa bersahabat... karena kita bisa saling melengkapi.

"Alle gute Dinge sind drei" (arti: "segala sesuatu yang baik ada 3") bisa menjadi panutan dalam persahabatan kita. Karena apabila ada yang berantem, salah satu pasti menjadi penengah. Dan kita pun selalu hadir untuk satu sama lain di saat masa2 puber merajalela.

Bernostalgia kadang membuat senyum2 sekaligus iri, iri terhadap kehidupan kita yg dulu. 13 tahun yang lalu dimana kita masih bisa tiap hari bertemu di sekolah dan tiap weekend jalan bareng atau nginep di rumah mereka. Kekhawatiran kita hanya PR, ulangan besok, apakah cowok yang kita taksir naksir balik, weekend mao jalan kemana, serta uang jajan yg kurang...

Dan sekarang, 13 tahun kemudian, kita semua sama2 punya kehidupan masing2 dan berada di 3 negara, 3 benua, serta daerah waktu yang berbeda. Hanya bisa saling menyapa lewat internet, dan semua punya kesibukan serta masalah masing2. Sejak lulus SMA pun kita gak pernah punya kesempatan untuk berkumpul bertiga lagi.

Jadi biarlah hari ini gue tenggelam dalam nostalgia.. tentang masa2 yang tidak akan bisa kembali lagi...

Happy 13th Anniversary! Miss u girls alot!

Thursday, October 20, 2011

Wedding (the website)

Good News everyone..!
I'm married for 2 months now!
Whew... time flies....


I just visit our wedding website, which I ignored after the wedding day... and just realized, that it will be expired in March 2012.


Well... basically, the website was made give our guests all information about our wedding day. So... I thought.... maybe I should copy-paste all articles we wrote on that website before it's too late! I might want to re-read them in the future :)

(I suppose... this blog will still exist in the future... no? )


So... here we go.......



Welcome

Welcome everyone to our wedding web site! For those of you who will not be able to make it to our wedding, we thought this would be a great way for us to share all of our experiences with you. For all of you who will be attending, all of the information you could ever want to know about us and our wedding will be available for you here.

After almost eight wonderful years together, we are looking forward to having our dream wedding in Fulda, Germany. We have chosen to get married in Frauenberg and the reception will be held at the Orangerie. It's absolutely beautiful there and we know you will all agree.

For all of you who will be coming in from out of town, we have provided you with suggestions of places to stay. Hopefully some of you will decide to make a vacation out of this and extend your stay to a full week.

We would love to receive messages in our Guestbook from anyone compelled to do so. Please check back often as we will be making frequent updates to the website as the plans progress.

We are looking forward to seeing everyone in just a few months. Thank you to all of our friends and family for supporting us and loving us over the years.

Arthur and Cheryl


FYI: My hubbie's name is Arthur... but our indo friends and family call him Ody...



Proposal - the story

It was about November 2009 when Arthur asked me if I could take a holiday between 24th-26th January 2010. And he didn't want to answer why because he wanted it as a surprise. He successfully made me drown in curiosity for the whole 2 months because of it.

After we celebrated New Year, suddenly Arthur gave me an envelope with our plane tickets to Venice in it. An (2-long-months-worth-to-wait) answer that I couldn't even guess even in my dreams.
It was a sweet journey, a little bit spontanious and unplanned, but we just really wanted to relax and have fun without any hectic kind of feeling. It was winter, but thank God the weather was quite nice.
On our second day of visit, we decided to take a small tour with gondola. As I wanted to take out my camera to shoot a couple of pictures, suddenly the gondola man shouted something. I thought at first I was not allowed to take any photographs. But it was actually a signal for Arthur to "do" it.
Arthur suddenly held my hands and talked about our love journey, about how thankful he was that I was always there for him in his good and hard times, then he knelt down and asked, "Will you stay forever by my side and marry me?"
...... I cried and answered, "Yes!!!".


About Fulda

Since Fulda has a very special meaning to us, we decided to get married on the very town that we had spent our first 5 years together. We know that it will mean a great deal to us that we will be beginning our lives together in the very place, where we shared most of our moments and times together.

Fulda is a small town in Hesse, Germany with population about 70,000. It's located on the river Fulda and developed around a Benedictine abbey founded in 744 by Sturmi, a disciple of St. Boniface. The abbey became a missionary centre, and its school was one of Europe's important seats of learning during the early Middle Ages.

Most of Fulda's noteworthy buildings form an integrated Baroque district, including the cathedral (1704-12; with the crypt of St. Boniface); the episcopal palace (1707), now the city hall and a museum; and the Orangerie, before which stands the Floravase (1728), carved out of a single piece of stone.

The Church of St. Michael dates from about 820, and the Probstei Church at Petersberg (just outside Fulda) is also 9th century. The Frauenberg Franciscan monastery (rebuilt 1760) is to the north of the city. Nearby Adolphseck Castle (1730-50), a former summer residence of the prince-bishops, is now a museum.

(official website of Fulda is here)


Ceremony - Frauenberg Kirche

Long time ago, I've dreamed about walking down the aisle to my knight in shining armor. In my mind, I would picture a beautiful white church with lots of flowers and even more love. Now that we're finally here, it seems unbelievable to me that my dream will actually come true.

It was a little bit hard to choose where our ceremony being held. There're so many beautiful churches in Fulda, but we could only choose one. In the end, we decided to have our ceremony at Church Frauenberg. It's a beautiful old baroque style church, built in 16th century, and located on the top of the hill. As we lived in Fulda, we used to walk up the hill together, to see a beautiful view of the whole city.

(You can find the website here)


Reception - Fulda Orangerie

The Orangerie was built just across the City Palace at the same century as the cathedral, 1721-1724.

The abbots used the baroque rooms for summer parties. In the winter months, ornamental trees such as oranges and lemons were stored there, that's also explain the name Orangerie.

Until now, the Orangerie is one of a popular venue for parties, meetings and ball nights. On the one hand because of its interiors, like the nobly decorated Apollo Hall, and on the other hand the terrace area that connected with the fabulous castle baroque garden through a flight of stairs.

Today the Orangerie belongs to Maritim Hotel, and thus not avaliable for sightseeing. But at the time where there is no event occur, the Cafe and the Restaurant will be open and let the people enjoy the historic baroque style.

(The website of Maritim Hotel in Fulda is here)

...


Well, I don't copy-paste the informations about visas or transportation since it's a little bit out of (wedding) topic... and right now I'm kinda lazy to add any Photo... (again... laziness as an excuse!)
But I promise I'll write about the whole wedding day in the near future ;)


about 7 Seeds......

Buat orang2 yg suka baca blog ini karena spoiler 7 Seeds-nya.... mungkin gue perlu umumkan kalau gue udah lama banget gak beli buku aslinya... Bahkan sampai baru2 ini juga gak ngikutin perkembangan ceritanya. (Lagi2 keluar alasan malas, ketidak-adaan-waktu, dan uang-yang-dibelanjakan-untuk-hal-laen-selaen-komik).

Seperti yg gue tulis di atas... "..sampai baru2 ini juga gak ngikutin perkembangan ceritanya..", maksudnya: gue baru2 ini ngikutin lagi kelanjutannya di mangafox dan juga baru nemu satu blog yg nulis summary/spoiler-nya dalam bahasa inggris, dan di situ juga bisa download bbrp file RAW-nya.

Buat yang penasaran, bisa lanjut click di sini

Selamat membaca! :)

Hello Blog.... long time no see....

Kemaren malem, tiba2 dapet message Facebook dari sahabat lama... bunyinya begini:

Ril, elu tau gaaa..

Td gw iseng2 ketik nama gue di google. And selain facebook account (tentu saja), nama gw juga muncul d blog elu, si pemimpi tahun 2006!! I didn't even know u had that blog.

Trus baca blog elu, and ada yg questionaire, who was ur first best friend: jenny sutono ciiiihuuuuiiii hahahaha and trus u mentioned ada si HOHO (miss hoho, sob sob) and mentioned maen campur2an obat2an mau cari obat kanker hjahashaha gila ya kita kecil2 had such a noble cita2. O m gosh ril, look where we are now. U r married (and I have yet to see u and ody) and I'm still happily single but not available (yes, am seeing someone now hehehehe), but gila bertaon2 lewat since our days spent together. Hari2 yg kita cuman peduli living at the moment. Yg excited sama newest comic and pergi jalan kaki ke pasar buku!! How simple happiness was!!

I want to meet u soon ril. I hope real soon. Take care for now darling!
Mwah

Your first bestfriend, always (sah sah)
Jenny


Gara2 itu, gue jadi membuka kembali blog ini, yang udah lama banget tak tersentuh. Dan membaca blog tua itu seperti membuka kembali buku harian masa sekolah dulu.. atau mungkin seperti membaca surat yg ditulis oleh diri sendiri dari masa lampau...

Seperti melihat kembali ke belakang, bagaimana dulu kita melihat dunia, dan bagaimana jalan pikiran, opini, serta sikap kita pada waktu itu.... sebelum ditempa oleh waktu dan pengalaman lebih lanjut.

Ada banyak alasan kenapa gue gak update blog sekian lama... mungkin alasan yang sama ketika gue berhenti menulis diary... entah karena malas, gak ada waktu, bingung mao nulis apa, keberadaan twitter yg bisa menyampaikan uneg2 pendek tiap hari, dan mungkin karena blog udah gak gitu nge-trend lagi...

Yah.. udah ampir 2 taon sejak terakhir kali gue nulis blog... dan tentu saja 2 taon itu sebenarnya waktu yg amat sangat panjang... hanya saja berasa terlalu pendek untuk orang yg usianya makin berumur...

Waktu memang terasa sangat cepat, dan hidup ini rasanya seperti berputar di situ2 aja... tapi ketika melihat ke belakang, 2 tahun terakhir ini sebenarnya ada begitu banyak hal yg terjadi... Dan tentu saja hal2 yg cukup penting dalam hidup.. seperti lulus kuliah, dapet kerjaan sesuai impian... dan... ehm...... ganti status dari Ms menjadi Mrs....

So, mungkin pelan2 gue bakal coba lanjut nulis blog lagi... mungkin awal2 bakal agak sedikit banyak flash back ttg kejadian2 menarik selama gue absen menulis... dan... well... semoga kali ini bakal bisa lebih rajin juga...

Phewww... I kinda forgot how fun it is to write a blog :)

Wednesday, February 24, 2010

An Apps for Blogger...

Akhirnya ada apps khusus buat ngeblog.. walaupun belakangan ini lebih suka nulis update2-pendek-gak-penting di twitter.. tapi kadang suka sebel krn di sana gak bisa nulis panjang2... padahal kadang suka mentok di tengah2 krn gak tau lg mao nulis apa... :)


- Posted using BlogPress from my iPhone

Thursday, December 17, 2009

Against Global Warming?

Belakangan ini ada banyak berita mengenai berbagai macam organisasi
yang demo menentang pemanasan global. Lokasi mereka berdemo pun makin
aneh2, dari puncak gunung tinggi sampai di dasar laut yang dalam.

Konflik tentang pemanasan global memang sudah menjadi topik seluruh
umat manusia beberapa dekade terakhir. Dan mungkin sampai beberapa
dekade ke depan, masalah ini akan terus berlanjut.

Mungkin memang sulit menebus kesalahan umat manusia yang sudah
berjalan selama sekitar seratus tahun terakhir. Namun bukan berarti
tidak ada satu pun yang berupaya mencegah kerusakan bumi ini yang
semakin tahun semakin parah. Ada berbagai macam penemuan2 hebat di
bidang teknologi tentang berbagai macam energi alternatif, dan
teknologi2 itu bukanlah teknologi yang gagal. Namun kenapa sampai
detik ini sulit sekali untuk menerapkannya?

Contoh yang paling lucu adalah Bio-Energy. Dimana bahan pangan menjadi
sumber energi alternatif yang belakangan ini cukup marak di Eropa.
Permasalahannya adalah: di satu sisi manusia berusaha mengurangi
pencemaran lingkungan, di sisi lain ada terlalu banyak manusia yang
mengalami bencana kelaparan karena bahan makanan mereka jauh
berkurang. Ironis bukan?

Belum ditambah dengan berbagai macam politik yang dijalani berbagai
negara yang takut minyaknya gak laku lagi. Intinya semua ini akhirnya
berputar di lingkaran setan.

Sekarang kembali lagi ke manusianya. Apakah yang bisa mereka lakukan
untuk menyelamatkan bumi ini selain demo? Salah satu jawaban yang
tepat adalah hemat energi!

Mungkin dengan mengurangi penggunaan kendaraan bermotor dan lebih
banyak menggunakan kendaraan umum. Mungkin dengan mencari mobil yang
hemat bensin atau mencari perusahaan listrik yang menawarkan tenaga
listrik alternatif. Atau mungkin dengan mengurangi penggunaan AC atau
mencari kulkas yang tidak boros listrik.

Ada seribu satu cara untuk menghemat energi (terlepas dari jeleknya
infrastruktur negara tempat kita tinggal). Semua itu akhirnya kembali
lagi ke diri kita masing2, apakah kita benar2 ingin mencegah hancurnya
bumi ini?

Tuesday, December 08, 2009

tired

Feel so tired these days...
Wishing for a nice place to hybernate...
2 weeks to go until X'mas holiday...


Sent from my iPhone

Thursday, September 17, 2009

reasons of diet

I came up for reasons of my diet lately...

1. I wanna become more beautiful, even if people less care about it
2. I wanna look good in every cloth, especially in my-future-wedding-gown
3. I wanna look good... even when I'm naked... at least not with these specks...
4. It's just troublesome when you buy something "all size", but you cannot fit in
5. I just love to hear they say "hey... you look slimmer than before"
6. I'm getting afraid of medical check up (just hate to know the truth about my unhealthiness)
7. It annoys me when I see my reflection in a mirror... I feel so ugly..
8. I feel guilty when I eat too much
9. It's just too sad when I look into my old photos and compare with how I am today
10. Because I wanna try those acrobatic kamasutra's positions without trouble :)

Well it's just too hard to resist temptation...
But I try my best this time.... wish I can endure it through winter....

grey


At school, we learned to be a good person in some heroic way. There were too much fairy tales and superhero stories that made us wanted to be the good one. They taught us about this world just in black and white as it is.

But this world is unfortunately grey. That's what we learned when we grow up. Time to time we hit a huge wall about truth.

The truth about how money can change people's heart so much. In the end we're hero no more, but just a plain normal villain. For money we can lie, betray, and kill.

They said that money can't buy everything is a huge lie. Money really CAN buy EVERYTHING. It's just depend on how wise you use it.

Thursday, August 27, 2009

seandainya...

... oh seandainya ...

Belakangan ini roda kehidupan gue berlalu terlalu cepat...

Terlalu banyak hal yang ingin dilakukan...
Terlalu banyak hal yang HARUS dilakukan...

Minggu demi minggu, bulan demi bulan tak terasa berlalu..
dan tiba2 gue merindukan saat2 bisa duduk diam tanpa melakukan apa2..
dan tentu saja tanpa memikirkan apa2...

diet mode on

... getting started with smoothies every morning instead of bread or any other snack :) ...

Monday, August 24, 2009

2nd try

hmmm.... no problem with the text but i didn't see my cows...
ok.. let's try again...

through iphone...

...bought an iphone last week and totally in love with it.....

...downloaded cool apps,
...played funny simple games
...checked mails/fb and went online all day long

...and now i'm trying to post something to my blogger with it. i've
looked all apps about blogger but didn't find something good (... i
mean the free one of course!). then i found out that we can write
through email to username.password@blogger.com

well... let's see if it's true...

p.s I add a photo of my cute adorable twin cows to test if it could
also send any photo with it..

Monday, June 29, 2009

Heran.....

Giliran dia masih hidup.......

lagu2nya dibilang sesat..
dituduh phedophil atau gila..
wajah dan penampilannya diejek dan dicela..



Giliran dia sudah meninggal.........

lagu2nya berkumandang dimana2...
dimana2 orang menangisi kematiannya...
doppelgängernya muncul di setiap tempat....
baju2nya bisa mencapai ribuan euro di ebay....
semua acara televisi membahas biografinya....

semua orang meratapi kepergiannya sambil mengingat masa kejayaannya dan lupa akan kekurangannya yang ditertawakan beberapa waktu sebelumnya...


memang dasar manusia.....

Monday, June 08, 2009

The Princess and The Frog

Akhirnya Walt Disney memproduksi film kartun klasik (dan musical) lagi. Beberapa tahun terakhir film animasi 3D memang lebih mengguncang dunia... dengan cerita yang lebih modern dan tanpa harus bosan setiap kali sang tokoh mulai bernyanyi... tapi, kalau boleh terus terang... ternyata yang klasik juga ngangenin. Makanya gue seneng banget waktu melihat trailernya "The Princess and The Frog"... walaupun kayaknya ceritanya bakal melenceng jauh banget dari cerita aslinya.

Ngomong2 soal cerita asli, kadang cerita dongeng itu gak semuanya indah seperti yang digambarkan Walt Disney (contoh gampangnya cerita Little Mermaid yang dibikin happy ending). Karena penasaran sama cerita dongeng asli tentang pangeran kodok ini, gue cari2 di google dan menemukan versi aslinya... (sumber: www.eastoftheweb.com)



The Frog Prince by Brothers Grimm


One fine evening a young princess put on her bonnet and clogs, and went out to take a walk by herself in a wood; and when she came to a cool spring of water with a rose in the middle of it, she sat herself down to rest a while. Now she had a golden ball in her hand, which was her favourite plaything; and she was always tossing it up into the air, and catching it again as it fell.

After a time she threw it up so high that she missed catching it as it fell; and the ball bounded away, and rolled along on the ground, until at last it fell down into the spring. The princess looked into the spring after her ball, but it was very deep, so deep that she could not see the bottom of it. She began to cry, and said, 'Alas! if I could only get my ball again, I would give all my fine clothes and jewels, and everything that I have in the world.'

Whilst she was speaking, a frog put its head out of the water, and said, 'Princess, why do you weep so bitterly?'

'Alas!' said she, 'what can you do for me, you nasty frog? My golden ball has fallen into the spring.'

The frog said, 'I do not want your pearls, and jewels, and fine clothes; but if you will love me, and let me live with you and eat from off your golden plate, and sleep on your bed, I will bring you your ball again.'

'What nonsense,' thought the princess, 'this silly frog is talking! He can never even get out of the spring to visit me, though he may be able to get my ball for me, and therefore I will tell him he shall have what he asks.'

So she said to the frog, 'Well, if you will bring me my ball, I will do all you ask.'

Then the frog put his head down, and dived deep under the water; and after a little while he came up again, with the ball in his mouth, and threw it on the edge of the spring. As soon as the young princess saw her ball, she ran to pick it up; and she was so overjoyed to have it in her hand again, that she never thought of the frog, but ran home with it as fast as she could.

The frog called after her, 'Stay, princess, and take me with you as you said,'
But she did not stop to hear a word.

The next day, just as the princess had sat down to dinner, she heard a strange noise - tap, tap - plash, plash - as if something was coming up the marble staircase, and soon afterwards there was a gentle knock at the door, and a little voice cried out and said:

'Open the door, my princess dear,
Open the door to thy true love here!
And mind the words that thou and I said
By the fountain cool, in the greenwood shade.'

Then the princess ran to the door and opened it, and there she saw the frog, whom she had quite forgotten. At this sight she was sadly frightened, and shutting the door as fast as she could came back to her seat. The king, her father, seeing that something had frightened her, asked her what was the matter.

'There is a nasty frog,' said she, 'at the door, that lifted my ball for me out of the spring this morning. I told him that he should live with me here, thinking that he could never get out of the spring; but there he is at the door, and he wants to come in.'

While she was speaking the frog knocked again at the door, and said:

'Open the door, my princess dear,
Open the door to thy true love here!
And mind the words that thou and I said
By the fountain cool, in the greenwood shade.'

Then the king said to the young princess, 'As you have given your word you must keep it; so go and let him in.'

She did so, and the frog hopped into the room, and then straight on - tap, tap - plash, plash - from the bottom of the room to the top, till he came up close to the table where the princess sat.

'Pray lift me upon chair,' said he to the princess, 'and let me sit next to you.'

As soon as she had done this, the frog said, 'Put your plate nearer to me, that I may eat out of it.'

This she did, and when he had eaten as much as he could, he said, 'Now I am tired; carry me upstairs, and put me into your bed.' And the princess, though very unwilling, took him up in her hand, and put him upon the pillow of her own bed, where he slept all night long.

As soon as it was light the frog jumped up, hopped downstairs, and went out of the house.

'Now, then,' thought the princess, 'at last he is gone, and I shall be troubled with him no more.'

But she was mistaken; for when night came again she heard the same tapping at the door; and the frog came once more, and said:

'Open the door, my princess dear,
Open the door to thy true love here!
And mind the words that thou and I said
By the fountain cool, in the greenwood shade.'

And when the princess opened the door the frog came in, and slept upon her pillow as before, till the morning broke. And the third night he did the same. But when the princess awoke on the following morning she was astonished to see, instead of the frog, a handsome prince, gazing on her with the most beautiful eyes she had ever seen and standing at the head of her bed.

He told her that he had been enchanted by a spiteful fairy, who had changed him into a frog; and that he had been fated so to abide till some princess should take him out of the spring, and let him eat from her plate, and sleep upon her bed for three nights.

'You,' said the prince, 'have broken his cruel charm, and now I have nothing to wish for but that you should go with me into my father's kingdom, where I will marry you, and love you as long as you live.'

The young princess, you may be sure, was not long in saying 'Yes' to all this; and as they spoke a brightly coloured coach drove up, with eight beautiful horses, decked with plumes of feathers and a golden harness; and behind the coach rode the prince's servant, faithful Heinrich, who had bewailed the misfortunes of his dear master during his enchantment so long and so bitterly, that his heart had well-nigh burst.

They then took leave of the king, and got into the coach with eight horses, and all set out, full of joy and merriment, for the prince's kingdom, which they reached safely; and there they lived happily a great many years.



Hmmm... kinda lame huh? akhir ceritanya memang agak2 maksa sih... tapi setidaknya punya sedikit moral of the story: Janji itu harus selalu ditepati... dan berkat itu, seekor kodok pun bisa jadi seorang pangeran :)

Eniwei.. gue gak tau kenapa cerita diatas bisa jadi agak lain dengan cerita yang lebih dikenal sekarang: putrinya harus cium kodoknya dulu baru bisa berubah jadi pangeran.

Di Wikipedia sih tertulis begini:

A popular phrase related to this story is, "You have to kiss a lot of frogs before you find your handsome prince." It is used to encourage females who have romance troubles.

Sewaktu gue baca Wikipedia yang bahasa Jerman, ternyata infonya lebih komplit lagi. Jadi, cerita di atas itu (mungkin karena terjemahan ke bahasa Inggris juga), ternyata agak lain sama yang gue baca di wikipedia ini... walaupun sama2 ceritanya si Brothers Grimm juga.

Alur ceritanya sama sampai si putri membawa si kodok ke tempat tidurnya. Karena merasa terlalu jijik, si putri melempar si kodok ke dinding, dan tiba2 si kodok berubah menjadi pangeran.

Aneh banget ya?

Lalu di Wikipedia juga dijelaskan maksud dan arti di balik dongeng tersebut. Ternyata, cerita ini dapat diintepretasikan begini:

Sang Putri yang menggambarkan anak gadis menjelang masa2 puber. Dimana sebelumnya ia melihat lawan jenisnya (laki2) tidak menarik dan seperti binatang asing (digambarkan seperti kodok). Selama "masa pencarian jati diri", si gadis bertemu dengan lelaki yang menolongnya sewaktu dalam kesulitan. "Makan dari piring yang sama" dan "tidur bersama" menggambarkan hubungan intim diantara mereka yang membuat si gadis menjadi lebih dewasa dan matang, dan gambarannya tentang laki2 menjadi berubah (dari kodok menjadi pangeran).


ck..ck..ck.....



Wednesday, June 03, 2009

Being an amateur plumber

Gue pengen cerita sedikit tentang kejadian 2 minggu yang lalu...

Abis berendem, bathtub gue mampet total, airnya gak turun2 sampe keesokan harinya. Untung punya gayung (bawa dari indo), jadi airnya bisa dibuang pake gayung ke wc. Ody jg lagi cabut ke Amrik, jadi gak ada laki2 yg bisa diandelin buat disuruh2 benerin sesuatu. Hari itu jg tanggal merah dan besoknya juga sudah akhir minggu, jadi gak bisa panggil tukang sampai hari Senin tiba.

Eniwei... dengan mengandalkan zat kimia yg terlihat menjanjikan, gue berharap masalahnya bisa terselesaikan. Dan ternyata setelah menghabiskan satu botol granulat dan menunggu satu setengah hari, saluran pipanya masih mampet juga.

Beberapa hari itu cuaca panas terik, sehingga gak memungkinkan gue buat gak mandi juga... akhirnya setelah mandi, airnya (lagi2) gue buang ke kloset. Karena malas melakukan hal yang sama sampai hari Senin, akhirnya Google pun turun tangan.

Thanks to Google, gue menemukan beberapa forum yang membahas tentang macetnya pipa2 saluran yang sering terjadi di kamar mandi. Kadang waktu baca forum harus agak hati2, soalnya istilahnya agak mixed sama kasus susah buang air besar (pencernaan mampet?).

Eniwei, menurut orang2, sebenarnya kita harus menghindari zat2 kimia... karena bukannya membantu malah bikin makin mampet dan dapat merusak pipa saluran. Herannya kenapa para produsen masih berani2nya memproduksi dan menjual? (jawabannya mungkin supaya mereka bisa dapet duit dari pembeli yang desperate seperti gue).

Air mendidih merupakan salah satu solusi terbaik... katanya.... dan setelah gue coba, ternyata masih gak membantu juga... tapi memang lumayan membantu mengangkat kotoran2 yang menggumpal di dalam pipa...

Menurut forum yang lain, harus pake air mendidih PLUS plunger (gak tau bahasa indonya apa, tapi itu loh... senjatanya si mario bross... tongkat yang ujungnya ada buletan merah dari karet yang bisa bunyi "cepok-cepok")...

dan.... berhasil!
tips manjur banget ternyata!

Berkat plunger, gue gak harus bayar biaya tukang (yang mungkin bisa sampai ratusan euro)....

well.....
Sedia payung sebelum hujan
dan sedia plunger sebelum mampet... :p