Kemarin, gue merayakan tahun ke-sepuluh gue tinggal di Jerman. Tempat yang dulu terasa asing, pelan2 tak terasa asing lagi. Dan tempat yang dulu rasanya "tanah air", pelan2 terasa menjadi asing.
Sepuluh tahun memang waktu yang lama, tapi terasa cepat berlalu. Bahasa Jerman yang dulu belepotan pun, sekarang masih belepotan tapi sudah jauh lebih mendingan. Begitu juga dengan kebiasaan2 yang dulu melekat waktu masih di tanah air, pelan2 menghilang menjadikan kebiasaan2 baru. Manusia memang mahluk yang paling bisa beradaptasi.
Pertanyaan yang belakangan ini sering gue terima adalah "kapan pulang abis?". Sebuah pertanyaan yang sulit dijawab, karena semuanya masih "open". Kami masih merasa nyaman tinggal di sini, tapi tak mao menutup kemungkinan2 dan kesempatan2 yang lebih baik yang ada di tanah air, atau di luar Jerman.
Pertanyaan berikutnya (yang tak kalah sering) adalah "kenapa ga pindah warga negara saja?". Mungkin pandangan kebanyakan orang Indonesia adalah mempunyai kewarganegaraan di negara2 maju adalah suatu "kelebihan" dan "kebanggaan" tersendiri. Di pihak lain, banyak juga yang mencibir orang yg pindah warga negara dengan tuduhan2 "pengkhianat".
Indonesia merupakan negara yang tidak menyetujui kewarganegaraan ganda. Jadi jika ingin menjadi warga negara lain, maka orang tersebut harus melepaskan kewarganegaraan Indonesia-nya. Banyak yang bilang selama masih punya KTP di Indonesia, semua itu gak akan menjadi masalah. Tapi bukankah itu termasuk pemalsuan dokumen? Banyak orang terlalu menganggap remeh resiko itu. Mungkin di Indonesia hukum bisa dibeli dengan uang, tapi di Jerman tidak bisa seperti itu.
Intinya, gue akan tetap menjadi warga negara Indonesia, sampai saatnya tiba untuk mengganti kewarganegaraan. Mungkin saat itu akan tiba, mungkin juga tidak. Semua itu tergantung dari keputusan kita nanti untuk pertanyaan sebelumnya: "stay di Jerman, atau pulang ke tanah air? atau mungkin ke negara lainnya lagi?"
Semua tempat mempunyai positif dan negatifnya. Jadi kalau ada yang bertanya "enakan di Jerman atau di Indonesia?", gue cuman bisa jawab "dua2nya ada enaknya dan gak enaknya". Untuk bisa hidup nyaman di suatu tempat memang selalu membutuhkan kemampuan beradaptasi dengan kultur yang ada. Yang tadinya gak enak bisa menjadi enak, begitu juga sebaliknya.
Intinya, sepuluh tahun di sini membuat gue bisa melihat dunia dari sisi yang lain, merasakan kenyamanan2 yang bisa dirasakan di negara maju (misalnya keteraturan dan rasa aman), berkutat dengan ribetnya birokrasi, melihat kehangatan orang Jerman dibalik kekakuan mereka dan bisa melihat segala sesuatu di sudut pandang mereka, lebih berani melakukan segala sesuatu sendiri atau mencoba segala sesuatu yang baru, terbiasa hidup tanpa bergantung dengan pembantu (walau rumah kadang jadi seperti abis dibom), terbiasa menggunakan toilet paper, dan ada begitu banyak hal lain yang merubah hidup gue di sini.
Hanya saja lidah ini tetap mencintai masakan Indonesia. Jadi bila ada yang bertanya, "Kangen gak ama Indo?", jawabannya pasti, "Tentu saja.... sama makanannya!". Gak mungkin dong gue bilang kangen ama macet, bau got, nyamuk, dan polusi-nya.... Rasanya jika bisa menikmati makanan Indonesia di tanah air, jalanan macet-pun bisa dimaafkan :)
Showing posts with label journal. Show all posts
Showing posts with label journal. Show all posts
Friday, August 03, 2012
Percaya Gak Percaya
Banyak pepatah yang mengatakan untuk selalu mendengarkan nasehat orang tua, atau orang yang lebih tua. Hal ini bisa dimengerti, karena biasanya mereka sudah mempunyai pengalaman yang lebih banyak daripada kita; istilahnya sudah banyak makan "asam dan garam dunia" (serta asam dan garam beneran).
Tapi kadang nasehat2 dari mereka yang tua2 bukan hanya sekedar berbau moral, melainkan segala sesuatu yg berbau mistis, seperti:
"KATANYA gak boleh begitu, soalnya BISA BAWA SIAL... "
Apakah kita sebagai generasi yg lebih muda dan lebih modern harus selalu menuruti nasehat mereka... walaupun alasannya tidak logis?
Mungkin kebanyakan akan menjawab "iya" karena tidak mau dicap durhaka.
Sekarang pertanyaan selanjutnya: apakah kita sebagai generasi sekarang akan memberikan nasehat yg sama ke anak2 kita dan generasi selanjutnya walaupun menurut kita sendiri alasannya tidak masuk akal?
Mungkin banyak juga yang akan menjawab "iya" karena mereka merasa lebih nyaman untuk percaya akan hal itu. Percaya gak percaya.. mendingan percaya aja deh... daripada ntar malah kejadian yg ngga2... Dan mitos2 itu pun terus berlanjut turun temurun.
Kadang gak cuma menghindari segala sesuatu yg membawa sial, tapi juga mengejar sesuatu yg bawa hoki (padahal belom tentu). Misalnya orang2 yg berebutan venue untuk menikah atau ngantri operasi caesar supaya bayinya lahir di tanggal2 bagus. Atau ada orang yg terobsesi pada angka tertentu karena membawa untung buat bisnisnya dan menyalahkan angka tertentu apabila membawa malapetaka.
Buat gue pribadi, kadang nasehat2 yang gak masuk akal tersebut lebih terasa seperti upaya orang2 di sekitar untuk "nyumpahin" gue supaya gue jadi sial. Misalnya seorang teman yang bilang ke gue bahwa, "memakai baju pengantin 2 kali itu sama dengan membawa kesialan di rumah tangga berikutnya" akhirnya terdengar seakan2 dia mengatakan, "gue sumpahin elo suatu saat akan bercerai dengan suami lo!"... walaupun gue yakin bukan itu maksud dia yang sebenarnya.
Sama seperti kejadian dimana nyokap mati2an melarang gue dan kakak gue menikah di tahun yang sama. Alasannya karena dulu dia dan adiknya juga menikah di tahun yang sama, lalu beberapa tahun kemudian rumah tangga oom gue hancur berantakan. Padahal yang membuat hancur bukan karena mereka menikah di tahun yang sama, tetapi karena konflik intern yang terjadi di keluarga mereka. Tapi kenapa malah yang membuat trauma justru karena hal2 mistis yang sebenernya gak ada hubungannya?
Memang harus diakui bahwa kita manusia mempunyai keterbatasan2 tertentu. Bahkan teknologi pun sampai saat ini masih belom bisa menjawab semua pertanyaan tentang dunia ini. Mungkin mitos2 itu tercipta untuk menjawab semua pertanyaan2 yg tak terjawab dan memberi alasan2 untuk semua pertanyaan "mengapa begini dan mengapa begitu?".
Bisa juga mitos itu timbul setelah orang2 jaman dahulu menemukan solusi untuk suatu masalah tertentu, dan solusi itu membawa hasil positif (padahal belon tentu hasil positif itu tercapai berkat solusi tersebut). Sebaliknya, mitos itu juga bisa timbul ketika mereka mencari kambing hitam atas semua kesialan yang terjadi.
Tapi kadang nasehat2 dari mereka yang tua2 bukan hanya sekedar berbau moral, melainkan segala sesuatu yg berbau mistis, seperti:
"KATANYA gak boleh begitu, soalnya BISA BAWA SIAL... "
Apakah kita sebagai generasi yg lebih muda dan lebih modern harus selalu menuruti nasehat mereka... walaupun alasannya tidak logis?
Mungkin kebanyakan akan menjawab "iya" karena tidak mau dicap durhaka.
Sekarang pertanyaan selanjutnya: apakah kita sebagai generasi sekarang akan memberikan nasehat yg sama ke anak2 kita dan generasi selanjutnya walaupun menurut kita sendiri alasannya tidak masuk akal?
Mungkin banyak juga yang akan menjawab "iya" karena mereka merasa lebih nyaman untuk percaya akan hal itu. Percaya gak percaya.. mendingan percaya aja deh... daripada ntar malah kejadian yg ngga2... Dan mitos2 itu pun terus berlanjut turun temurun.
Kadang gak cuma menghindari segala sesuatu yg membawa sial, tapi juga mengejar sesuatu yg bawa hoki (padahal belom tentu). Misalnya orang2 yg berebutan venue untuk menikah atau ngantri operasi caesar supaya bayinya lahir di tanggal2 bagus. Atau ada orang yg terobsesi pada angka tertentu karena membawa untung buat bisnisnya dan menyalahkan angka tertentu apabila membawa malapetaka.
Buat gue pribadi, kadang nasehat2 yang gak masuk akal tersebut lebih terasa seperti upaya orang2 di sekitar untuk "nyumpahin" gue supaya gue jadi sial. Misalnya seorang teman yang bilang ke gue bahwa, "memakai baju pengantin 2 kali itu sama dengan membawa kesialan di rumah tangga berikutnya" akhirnya terdengar seakan2 dia mengatakan, "gue sumpahin elo suatu saat akan bercerai dengan suami lo!"... walaupun gue yakin bukan itu maksud dia yang sebenarnya.
Sama seperti kejadian dimana nyokap mati2an melarang gue dan kakak gue menikah di tahun yang sama. Alasannya karena dulu dia dan adiknya juga menikah di tahun yang sama, lalu beberapa tahun kemudian rumah tangga oom gue hancur berantakan. Padahal yang membuat hancur bukan karena mereka menikah di tahun yang sama, tetapi karena konflik intern yang terjadi di keluarga mereka. Tapi kenapa malah yang membuat trauma justru karena hal2 mistis yang sebenernya gak ada hubungannya?
Memang harus diakui bahwa kita manusia mempunyai keterbatasan2 tertentu. Bahkan teknologi pun sampai saat ini masih belom bisa menjawab semua pertanyaan tentang dunia ini. Mungkin mitos2 itu tercipta untuk menjawab semua pertanyaan2 yg tak terjawab dan memberi alasan2 untuk semua pertanyaan "mengapa begini dan mengapa begitu?".
Bisa juga mitos itu timbul setelah orang2 jaman dahulu menemukan solusi untuk suatu masalah tertentu, dan solusi itu membawa hasil positif (padahal belon tentu hasil positif itu tercapai berkat solusi tersebut). Sebaliknya, mitos itu juga bisa timbul ketika mereka mencari kambing hitam atas semua kesialan yang terjadi.
Monday, October 24, 2011
13 tahun yang lalu
Tiap orang memang suka merayakan tanggal "hari jadi" untuk segala hal. Entah "hari jadi" untuk kelahiran (alias ulang tahun), "hari jadi" untuk pacaran atau pernikahan, "hari jadi" untuk perusahaan atau organisasi, dan beribu macam "hari jadi" lainnya. Dan kali ini gue merayakan "hari jadi" persahabatan gue dengan 2 orang yg sangat penting dalam hidup gue.
Kita sendiri mungkin gak ingat, apa pemicu persahabatan kita, atau kapan sebenarnya kita pertama kali hang-out bareng. Sadar2, orang2 di sekitar kita menganggap bahwa kemana2 kita selalu bertiga, entah di sekolah maupun di mall. Hingga suatu hari di bioskop, kita menetapkan bahwa hari itu adalah "hari jadi" persahabatan kita.
Pertemanan gue dengan 2 sahabat ini, mungkin agak sedikit unik. Mengingat bahwa kita berbeda satu sama lain; mulai dari fashion, hobby, musik, sampai selera cowok. Mungkin karena itu kita bisa bersahabat... karena kita bisa saling melengkapi.
"Alle gute Dinge sind drei" (arti: "segala sesuatu yang baik ada 3") bisa menjadi panutan dalam persahabatan kita. Karena apabila ada yang berantem, salah satu pasti menjadi penengah. Dan kita pun selalu hadir untuk satu sama lain di saat masa2 puber merajalela.
Bernostalgia kadang membuat senyum2 sekaligus iri, iri terhadap kehidupan kita yg dulu. 13 tahun yang lalu dimana kita masih bisa tiap hari bertemu di sekolah dan tiap weekend jalan bareng atau nginep di rumah mereka. Kekhawatiran kita hanya PR, ulangan besok, apakah cowok yang kita taksir naksir balik, weekend mao jalan kemana, serta uang jajan yg kurang...
Dan sekarang, 13 tahun kemudian, kita semua sama2 punya kehidupan masing2 dan berada di 3 negara, 3 benua, serta daerah waktu yang berbeda. Hanya bisa saling menyapa lewat internet, dan semua punya kesibukan serta masalah masing2. Sejak lulus SMA pun kita gak pernah punya kesempatan untuk berkumpul bertiga lagi.
Jadi biarlah hari ini gue tenggelam dalam nostalgia.. tentang masa2 yang tidak akan bisa kembali lagi...
Happy 13th Anniversary! Miss u girls alot!
Kita sendiri mungkin gak ingat, apa pemicu persahabatan kita, atau kapan sebenarnya kita pertama kali hang-out bareng. Sadar2, orang2 di sekitar kita menganggap bahwa kemana2 kita selalu bertiga, entah di sekolah maupun di mall. Hingga suatu hari di bioskop, kita menetapkan bahwa hari itu adalah "hari jadi" persahabatan kita.
Pertemanan gue dengan 2 sahabat ini, mungkin agak sedikit unik. Mengingat bahwa kita berbeda satu sama lain; mulai dari fashion, hobby, musik, sampai selera cowok. Mungkin karena itu kita bisa bersahabat... karena kita bisa saling melengkapi.
"Alle gute Dinge sind drei" (arti: "segala sesuatu yang baik ada 3") bisa menjadi panutan dalam persahabatan kita. Karena apabila ada yang berantem, salah satu pasti menjadi penengah. Dan kita pun selalu hadir untuk satu sama lain di saat masa2 puber merajalela.
Bernostalgia kadang membuat senyum2 sekaligus iri, iri terhadap kehidupan kita yg dulu. 13 tahun yang lalu dimana kita masih bisa tiap hari bertemu di sekolah dan tiap weekend jalan bareng atau nginep di rumah mereka. Kekhawatiran kita hanya PR, ulangan besok, apakah cowok yang kita taksir naksir balik, weekend mao jalan kemana, serta uang jajan yg kurang...
Dan sekarang, 13 tahun kemudian, kita semua sama2 punya kehidupan masing2 dan berada di 3 negara, 3 benua, serta daerah waktu yang berbeda. Hanya bisa saling menyapa lewat internet, dan semua punya kesibukan serta masalah masing2. Sejak lulus SMA pun kita gak pernah punya kesempatan untuk berkumpul bertiga lagi.
Jadi biarlah hari ini gue tenggelam dalam nostalgia.. tentang masa2 yang tidak akan bisa kembali lagi...
Happy 13th Anniversary! Miss u girls alot!
Thursday, October 20, 2011
Wedding (the website)
Good News everyone..!
I'm married for 2 months now!
Whew... time flies....
I just visit our wedding website, which I ignored after the wedding day... and just realized, that it will be expired in March 2012.
Well... basically, the website was made give our guests all information about our wedding day. So... I thought.... maybe I should copy-paste all articles we wrote on that website before it's too late! I might want to re-read them in the future :)
(I suppose... this blog will still exist in the future... no? )
So... here we go.......
Welcome
Welcome everyone to our wedding web site! For those of you who will not be able to make it to our wedding, we thought this would be a great way for us to share all of our experiences with you. For all of you who will be attending, all of the information you could ever want to know about us and our wedding will be available for you here.
After almost eight wonderful years together, we are looking forward to having our dream wedding in Fulda, Germany. We have chosen to get married in Frauenberg and the reception will be held at the Orangerie. It's absolutely beautiful there and we know you will all agree.
For all of you who will be coming in from out of town, we have provided you with suggestions of places to stay. Hopefully some of you will decide to make a vacation out of this and extend your stay to a full week.
We would love to receive messages in our Guestbook from anyone compelled to do so. Please check back often as we will be making frequent updates to the website as the plans progress.
We are looking forward to seeing everyone in just a few months. Thank you to all of our friends and family for supporting us and loving us over the years.
Arthur and Cheryl
FYI: My hubbie's name is Arthur... but our indo friends and family call him Ody...
Proposal - the story
I'm married for 2 months now!
Whew... time flies....
I just visit our wedding website, which I ignored after the wedding day... and just realized, that it will be expired in March 2012.
Well... basically, the website was made give our guests all information about our wedding day. So... I thought.... maybe I should copy-paste all articles we wrote on that website before it's too late! I might want to re-read them in the future :)
(I suppose... this blog will still exist in the future... no? )
So... here we go.......
Welcome
Welcome everyone to our wedding web site! For those of you who will not be able to make it to our wedding, we thought this would be a great way for us to share all of our experiences with you. For all of you who will be attending, all of the information you could ever want to know about us and our wedding will be available for you here.
After almost eight wonderful years together, we are looking forward to having our dream wedding in Fulda, Germany. We have chosen to get married in Frauenberg and the reception will be held at the Orangerie. It's absolutely beautiful there and we know you will all agree.
For all of you who will be coming in from out of town, we have provided you with suggestions of places to stay. Hopefully some of you will decide to make a vacation out of this and extend your stay to a full week.
We would love to receive messages in our Guestbook from anyone compelled to do so. Please check back often as we will be making frequent updates to the website as the plans progress.
We are looking forward to seeing everyone in just a few months. Thank you to all of our friends and family for supporting us and loving us over the years.
Arthur and Cheryl
FYI: My hubbie's name is Arthur... but our indo friends and family call him Ody...
Proposal - the story
It was about November 2009 when Arthur asked me if I could take a holiday between 24th-26th January 2010. And he didn't want to answer why because he wanted it as a surprise. He successfully made me drown in curiosity for the whole 2 months because of it.
After we celebrated New Year, suddenly Arthur gave me an envelope with our plane tickets to Venice in it. An (2-long-months-worth-to-wait) answer that I couldn't even guess even in my dreams.
It was a sweet journey, a little bit spontanious and unplanned, but we just really wanted to relax and have fun without any hectic kind of feeling. It was winter, but thank God the weather was quite nice.
On our second day of visit, we decided to take a small tour with gondola. As I wanted to take out my camera to shoot a couple of pictures, suddenly the gondola man shouted something. I thought at first I was not allowed to take any photographs. But it was actually a signal for Arthur to "do" it.
Arthur suddenly held my hands and talked about our love journey, about how thankful he was that I was always there for him in his good and hard times, then he knelt down and asked, "Will you stay forever by my side and marry me?"
...... I cried and answered, "Yes!!!".
About Fulda
Since Fulda has a very special meaning to us, we decided to get married on the very town that we had spent our first 5 years together. We know that it will mean a great deal to us that we will be beginning our lives together in the very place, where we shared most of our moments and times together.
Fulda is a small town in Hesse, Germany with population about 70,000. It's located on the river Fulda and developed around a Benedictine abbey founded in 744 by Sturmi, a disciple of St. Boniface. The abbey became a missionary centre, and its school was one of Europe's important seats of learning during the early Middle Ages.
Most of Fulda's noteworthy buildings form an integrated Baroque district, including the cathedral (1704-12; with the crypt of St. Boniface); the episcopal palace (1707), now the city hall and a museum; and the Orangerie, before which stands the Floravase (1728), carved out of a single piece of stone.
The Church of St. Michael dates from about 820, and the Probstei Church at Petersberg (just outside Fulda) is also 9th century. The Frauenberg Franciscan monastery (rebuilt 1760) is to the north of the city. Nearby Adolphseck Castle (1730-50), a former summer residence of the prince-bishops, is now a museum.
(official website of Fulda is here)
Ceremony - Frauenberg Kirche
Long time ago, I've dreamed about walking down the aisle to my knight in shining armor. In my mind, I would picture a beautiful white church with lots of flowers and even more love. Now that we're finally here, it seems unbelievable to me that my dream will actually come true.
It was a little bit hard to choose where our ceremony being held. There're so many beautiful churches in Fulda, but we could only choose one. In the end, we decided to have our ceremony at Church Frauenberg. It's a beautiful old baroque style church, built in 16th century, and located on the top of the hill. As we lived in Fulda, we used to walk up the hill together, to see a beautiful view of the whole city.
(You can find the website here)
Reception - Fulda Orangerie
The Orangerie was built just across the City Palace at the same century as the cathedral, 1721-1724.
The abbots used the baroque rooms for summer parties. In the winter months, ornamental trees such as oranges and lemons were stored there, that's also explain the name Orangerie.
Until now, the Orangerie is one of a popular venue for parties, meetings and ball nights. On the one hand because of its interiors, like the nobly decorated Apollo Hall, and on the other hand the terrace area that connected with the fabulous castle baroque garden through a flight of stairs.
Today the Orangerie belongs to Maritim Hotel, and thus not avaliable for sightseeing. But at the time where there is no event occur, the Cafe and the Restaurant will be open and let the people enjoy the historic baroque style.
(The website of Maritim Hotel in Fulda is here)
...
Well, I don't copy-paste the informations about visas or transportation since it's a little bit out of (wedding) topic... and right now I'm kinda lazy to add any Photo... (again... laziness as an excuse!)
But I promise I'll write about the whole wedding day in the near future ;)
About Fulda
Since Fulda has a very special meaning to us, we decided to get married on the very town that we had spent our first 5 years together. We know that it will mean a great deal to us that we will be beginning our lives together in the very place, where we shared most of our moments and times together.
Fulda is a small town in Hesse, Germany with population about 70,000. It's located on the river Fulda and developed around a Benedictine abbey founded in 744 by Sturmi, a disciple of St. Boniface. The abbey became a missionary centre, and its school was one of Europe's important seats of learning during the early Middle Ages.
Most of Fulda's noteworthy buildings form an integrated Baroque district, including the cathedral (1704-12; with the crypt of St. Boniface); the episcopal palace (1707), now the city hall and a museum; and the Orangerie, before which stands the Floravase (1728), carved out of a single piece of stone.
The Church of St. Michael dates from about 820, and the Probstei Church at Petersberg (just outside Fulda) is also 9th century. The Frauenberg Franciscan monastery (rebuilt 1760) is to the north of the city. Nearby Adolphseck Castle (1730-50), a former summer residence of the prince-bishops, is now a museum.
(official website of Fulda is here)
Ceremony - Frauenberg Kirche
Long time ago, I've dreamed about walking down the aisle to my knight in shining armor. In my mind, I would picture a beautiful white church with lots of flowers and even more love. Now that we're finally here, it seems unbelievable to me that my dream will actually come true.
It was a little bit hard to choose where our ceremony being held. There're so many beautiful churches in Fulda, but we could only choose one. In the end, we decided to have our ceremony at Church Frauenberg. It's a beautiful old baroque style church, built in 16th century, and located on the top of the hill. As we lived in Fulda, we used to walk up the hill together, to see a beautiful view of the whole city.
(You can find the website here)
Reception - Fulda Orangerie
The Orangerie was built just across the City Palace at the same century as the cathedral, 1721-1724.
The abbots used the baroque rooms for summer parties. In the winter months, ornamental trees such as oranges and lemons were stored there, that's also explain the name Orangerie.
Until now, the Orangerie is one of a popular venue for parties, meetings and ball nights. On the one hand because of its interiors, like the nobly decorated Apollo Hall, and on the other hand the terrace area that connected with the fabulous castle baroque garden through a flight of stairs.
Today the Orangerie belongs to Maritim Hotel, and thus not avaliable for sightseeing. But at the time where there is no event occur, the Cafe and the Restaurant will be open and let the people enjoy the historic baroque style.
(The website of Maritim Hotel in Fulda is here)
...
Well, I don't copy-paste the informations about visas or transportation since it's a little bit out of (wedding) topic... and right now I'm kinda lazy to add any Photo... (again... laziness as an excuse!)
But I promise I'll write about the whole wedding day in the near future ;)
Hello Blog.... long time no see....
Kemaren malem, tiba2 dapet message Facebook dari sahabat lama... bunyinya begini:
Ril, elu tau gaaa..
Td gw iseng2 ketik nama gue di google. And selain facebook account (tentu saja), nama gw juga muncul d blog elu, si pemimpi tahun 2006!! I didn't even know u had that blog.
Trus baca blog elu, and ada yg questionaire, who was ur first best friend: jenny sutono ciiiihuuuuiiii hahahaha and trus u mentioned ada si HOHO (miss hoho, sob sob) and mentioned maen campur2an obat2an mau cari obat kanker hjahashaha gila ya kita kecil2 had such a noble cita2. O m gosh ril, look where we are now. U r married (and I have yet to see u and ody) and I'm still happily single but not available (yes, am seeing someone now hehehehe), but gila bertaon2 lewat since our days spent together. Hari2 yg kita cuman peduli living at the moment. Yg excited sama newest comic and pergi jalan kaki ke pasar buku!! How simple happiness was!!
I want to meet u soon ril. I hope real soon. Take care for now darling!
Mwah
Your first bestfriend, always (sah sah)
Jenny
Gara2 itu, gue jadi membuka kembali blog ini, yang udah lama banget tak tersentuh. Dan membaca blog tua itu seperti membuka kembali buku harian masa sekolah dulu.. atau mungkin seperti membaca surat yg ditulis oleh diri sendiri dari masa lampau...
Seperti melihat kembali ke belakang, bagaimana dulu kita melihat dunia, dan bagaimana jalan pikiran, opini, serta sikap kita pada waktu itu.... sebelum ditempa oleh waktu dan pengalaman lebih lanjut.
Ada banyak alasan kenapa gue gak update blog sekian lama... mungkin alasan yang sama ketika gue berhenti menulis diary... entah karena malas, gak ada waktu, bingung mao nulis apa, keberadaan twitter yg bisa menyampaikan uneg2 pendek tiap hari, dan mungkin karena blog udah gak gitu nge-trend lagi...
Yah.. udah ampir 2 taon sejak terakhir kali gue nulis blog... dan tentu saja 2 taon itu sebenarnya waktu yg amat sangat panjang... hanya saja berasa terlalu pendek untuk orang yg usianya makin berumur...
Waktu memang terasa sangat cepat, dan hidup ini rasanya seperti berputar di situ2 aja... tapi ketika melihat ke belakang, 2 tahun terakhir ini sebenarnya ada begitu banyak hal yg terjadi... Dan tentu saja hal2 yg cukup penting dalam hidup.. seperti lulus kuliah, dapet kerjaan sesuai impian... dan... ehm...... ganti status dari Ms menjadi Mrs....
So, mungkin pelan2 gue bakal coba lanjut nulis blog lagi... mungkin awal2 bakal agak sedikit banyak flash back ttg kejadian2 menarik selama gue absen menulis... dan... well... semoga kali ini bakal bisa lebih rajin juga...
Phewww... I kinda forgot how fun it is to write a blog :)
Ril, elu tau gaaa..
Td gw iseng2 ketik nama gue di google. And selain facebook account (tentu saja), nama gw juga muncul d blog elu, si pemimpi tahun 2006!! I didn't even know u had that blog.
Trus baca blog elu, and ada yg questionaire, who was ur first best friend: jenny sutono ciiiihuuuuiiii hahahaha and trus u mentioned ada si HOHO (miss hoho, sob sob) and mentioned maen campur2an obat2an mau cari obat kanker hjahashaha gila ya kita kecil2 had such a noble cita2. O m gosh ril, look where we are now. U r married (and I have yet to see u and ody) and I'm still happily single but not available (yes, am seeing someone now hehehehe), but gila bertaon2 lewat since our days spent together. Hari2 yg kita cuman peduli living at the moment. Yg excited sama newest comic and pergi jalan kaki ke pasar buku!! How simple happiness was!!
I want to meet u soon ril. I hope real soon. Take care for now darling!
Mwah
Your first bestfriend, always (sah sah)
Jenny
Gara2 itu, gue jadi membuka kembali blog ini, yang udah lama banget tak tersentuh. Dan membaca blog tua itu seperti membuka kembali buku harian masa sekolah dulu.. atau mungkin seperti membaca surat yg ditulis oleh diri sendiri dari masa lampau...
Seperti melihat kembali ke belakang, bagaimana dulu kita melihat dunia, dan bagaimana jalan pikiran, opini, serta sikap kita pada waktu itu.... sebelum ditempa oleh waktu dan pengalaman lebih lanjut.
Ada banyak alasan kenapa gue gak update blog sekian lama... mungkin alasan yang sama ketika gue berhenti menulis diary... entah karena malas, gak ada waktu, bingung mao nulis apa, keberadaan twitter yg bisa menyampaikan uneg2 pendek tiap hari, dan mungkin karena blog udah gak gitu nge-trend lagi...
Yah.. udah ampir 2 taon sejak terakhir kali gue nulis blog... dan tentu saja 2 taon itu sebenarnya waktu yg amat sangat panjang... hanya saja berasa terlalu pendek untuk orang yg usianya makin berumur...
Waktu memang terasa sangat cepat, dan hidup ini rasanya seperti berputar di situ2 aja... tapi ketika melihat ke belakang, 2 tahun terakhir ini sebenarnya ada begitu banyak hal yg terjadi... Dan tentu saja hal2 yg cukup penting dalam hidup.. seperti lulus kuliah, dapet kerjaan sesuai impian... dan... ehm...... ganti status dari Ms menjadi Mrs....
So, mungkin pelan2 gue bakal coba lanjut nulis blog lagi... mungkin awal2 bakal agak sedikit banyak flash back ttg kejadian2 menarik selama gue absen menulis... dan... well... semoga kali ini bakal bisa lebih rajin juga...
Phewww... I kinda forgot how fun it is to write a blog :)
Thursday, September 17, 2009
grey

At school, we learned to be a good person in some heroic way. There were too much fairy tales and superhero stories that made us wanted to be the good one. They taught us about this world just in black and white as it is.
But this world is unfortunately grey. That's what we learned when we grow up. Time to time we hit a huge wall about truth.
The truth about how money can change people's heart so much. In the end we're hero no more, but just a plain normal villain. For money we can lie, betray, and kill.
They said that money can't buy everything is a huge lie. Money really CAN buy EVERYTHING. It's just depend on how wise you use it.
Wednesday, June 03, 2009
Being an amateur plumber
Gue pengen cerita sedikit tentang kejadian 2 minggu yang lalu...
Abis berendem, bathtub gue mampet total, airnya gak turun2 sampe keesokan harinya. Untung punya gayung (bawa dari indo), jadi airnya bisa dibuang pake gayung ke wc. Ody jg lagi cabut ke Amrik, jadi gak ada laki2 yg bisa diandelin buat disuruh2 benerin sesuatu. Hari itu jg tanggal merah dan besoknya juga sudah akhir minggu, jadi gak bisa panggil tukang sampai hari Senin tiba.
Eniwei... dengan mengandalkan zat kimia yg terlihat menjanjikan, gue berharap masalahnya bisa terselesaikan. Dan ternyata setelah menghabiskan satu botol granulat dan menunggu satu setengah hari, saluran pipanya masih mampet juga.
Beberapa hari itu cuaca panas terik, sehingga gak memungkinkan gue buat gak mandi juga... akhirnya setelah mandi, airnya (lagi2) gue buang ke kloset. Karena malas melakukan hal yang sama sampai hari Senin, akhirnya Google pun turun tangan.
Thanks to Google, gue menemukan beberapa forum yang membahas tentang macetnya pipa2 saluran yang sering terjadi di kamar mandi. Kadang waktu baca forum harus agak hati2, soalnya istilahnya agak mixed sama kasus susah buang air besar (pencernaan mampet?).
Eniwei, menurut orang2, sebenarnya kita harus menghindari zat2 kimia... karena bukannya membantu malah bikin makin mampet dan dapat merusak pipa saluran. Herannya kenapa para produsen masih berani2nya memproduksi dan menjual? (jawabannya mungkin supaya mereka bisa dapet duit dari pembeli yang desperate seperti gue).
Air mendidih merupakan salah satu solusi terbaik... katanya.... dan setelah gue coba, ternyata masih gak membantu juga... tapi memang lumayan membantu mengangkat kotoran2 yang menggumpal di dalam pipa...
Menurut forum yang lain, harus pake air mendidih PLUS plunger (gak tau bahasa indonya apa, tapi itu loh... senjatanya si mario bross... tongkat yang ujungnya ada buletan merah dari karet yang bisa bunyi "cepok-cepok")...
dan.... berhasil!
tips manjur banget ternyata!
Berkat plunger, gue gak harus bayar biaya tukang (yang mungkin bisa sampai ratusan euro)....
well.....
Sedia payung sebelum hujan
dan sedia plunger sebelum mampet... :p
Abis berendem, bathtub gue mampet total, airnya gak turun2 sampe keesokan harinya. Untung punya gayung (bawa dari indo), jadi airnya bisa dibuang pake gayung ke wc. Ody jg lagi cabut ke Amrik, jadi gak ada laki2 yg bisa diandelin buat disuruh2 benerin sesuatu. Hari itu jg tanggal merah dan besoknya juga sudah akhir minggu, jadi gak bisa panggil tukang sampai hari Senin tiba.
Eniwei... dengan mengandalkan zat kimia yg terlihat menjanjikan, gue berharap masalahnya bisa terselesaikan. Dan ternyata setelah menghabiskan satu botol granulat dan menunggu satu setengah hari, saluran pipanya masih mampet juga.
Beberapa hari itu cuaca panas terik, sehingga gak memungkinkan gue buat gak mandi juga... akhirnya setelah mandi, airnya (lagi2) gue buang ke kloset. Karena malas melakukan hal yang sama sampai hari Senin, akhirnya Google pun turun tangan.
Thanks to Google, gue menemukan beberapa forum yang membahas tentang macetnya pipa2 saluran yang sering terjadi di kamar mandi. Kadang waktu baca forum harus agak hati2, soalnya istilahnya agak mixed sama kasus susah buang air besar (pencernaan mampet?).
Eniwei, menurut orang2, sebenarnya kita harus menghindari zat2 kimia... karena bukannya membantu malah bikin makin mampet dan dapat merusak pipa saluran. Herannya kenapa para produsen masih berani2nya memproduksi dan menjual? (jawabannya mungkin supaya mereka bisa dapet duit dari pembeli yang desperate seperti gue).
Air mendidih merupakan salah satu solusi terbaik... katanya.... dan setelah gue coba, ternyata masih gak membantu juga... tapi memang lumayan membantu mengangkat kotoran2 yang menggumpal di dalam pipa...
Menurut forum yang lain, harus pake air mendidih PLUS plunger (gak tau bahasa indonya apa, tapi itu loh... senjatanya si mario bross... tongkat yang ujungnya ada buletan merah dari karet yang bisa bunyi "cepok-cepok")...
dan.... berhasil!
tips manjur banget ternyata!
Berkat plunger, gue gak harus bayar biaya tukang (yang mungkin bisa sampai ratusan euro)....
well.....
Sedia payung sebelum hujan
dan sedia plunger sebelum mampet... :p
Monday, January 26, 2009
Lasse Redn
Satu lagu barunya Die Ärzte yang kata2nya "dalem", "kena", n "nusuk" banget... Apalagi buat orang2 yang demen ngegossipin atau ngomongin orang...
Ternyata kasus kayak gitu memang terjadi di mana2... gak cuman di Indo (atau rata2 Asia yang memang orang2nya selalu bermuka dua dan demen ngejelekin orang), tapi di Jerman pun juga sama. Padahal gue kira orang sini cukup cuek, individual, dan direkt (jadi kalo ada yang gak sreg, mereka bakal ngomong langsung)... Tapi ternyata sama juga!
Lagu ini gue terjemahin dan gue pas2in dikit dengan bahasa indo.. memang gak gampang nerjemahin sesuatu secara langsung, karena konteksnya malah jadi hilang.. (jadi salut sama para penerjemah yang bisa menjalankan tugas mereka dengan baik)... Jadi mohon maap kalo ternyata agak melenceng atau gak pas... *maklum... gak bakat jadi penerjemah*
Hast du etwas getan, was sonst keiner tut?
Hast du hohe Schuhe oder gar einen Hut
Oder hast du etwa ein zu kurzes Kleid getragen
Ohne vorher deine Nachbarn um Erlaubnis zu fragen?
Apakah kamu melakukan sesuatu yang orang lain tidak lakukan?
Apakah kamu memakai sepatu tinggi atau sebuah topi
Atau kamu memakai baju yang agak kependekan
Tanpa sebelumnya bertanya atau minta ijin dulu kepada tetangga?
Jetzt wirst du natürlich mit Verachtung gestraft
Bist eine Schande für die ganze Nachbarschaft
Du weißt noch nicht einmal genau, wie sie heißen
Während sie sich über dich schon ihre Mäuler zerreißen
Sekarang tentu saja kamu dicap menjijikan
Kamu membuat malu satu RT
Padahal kamu belum tentu tahu siapa nama mereka
Mereka yang ngomongin dan ngejelekin kamu
Lass die Leute reden und hör ihnen nicht zu
Die meisten Leute haben ja nichts Besseres zu tun
Lass die Leute reden, bei Tag und auch bei Nacht
Lass die Leute reden - das haben die immer schon gemacht
Biarkan mereka berbicara dan gak usah didengerin
Memang kebanyakan gak punya kerjaan lain yang lebih baik
Biarkan mereka berbicara siang dan malam
Biarkan mereka berbicara, itulah yang mereka selalu lakukan
Du hast doch sicherlich ne Bank überfallen
Wie könntest du sonst deine Miete bezahlen? Und
Du darfst nie mehr in die Vereinigten Staaten
Denn du bist die Geliebte von Osama bin Laden
Kamu pastinya ngerampok bank
Kalo ngga, gimana caranya kamu membayar kontrak rumah?
Dan kamu tidak boleh masuk lagi ke Amerika Serikat
Karena kamu pacarnya Osama bin Laden
Rasierst du täglich deinen Damenbart oder
Hast du im Garten ein paar Leichen verscharrt?
Die Nachbarn haben da so was angedeutet
Also wunder dich nicht, wenn bald die Kripo bei dir läutet
Kamu tiap hari mencukur kumis kamu
Atau kamu nyembunyiin beberapa mayat di halaman rumah
Para tetangga sempet ngebahas hal itu
Jadi jangan heran kalau tiba2 ada polisi yang nyamperin kamu
Lass die Leute reden und hör einfach nicht hin
Die meisten Leute haben ja gar nichts Böses im Sinn
Es ist ihr eintöniges Leben, was sie quält
Und der Tag wird interessanter, wenn man Märchen erzählt
Biarkan mereka orang berbicara dan gak usah didengerin
Memang kebanyakan dari mereka gak punya maksud jahat
Mereka hanya bosan terhadap hidup yang begitu2 aja
Dan hari mereka akan lebih menarik bila berdongeng-ria
Und wahrscheinlich ist ihnen das nicht mal peinlich
Es fehlt ihnen jede Einsicht
Und wieder mal zeigt sich: Sie sind kleinlich
Unvermeidlich fremdenfeindlich
Dan mungkin mereka sama sekali tidak malu
Bahwa mereka kurang berwawasan luas
Dan lagi2 menunjukkan bahwa kamu merupakan
Seorang antisosial yang kejam dan tak dapat dihindari
Hast du gehört und sag mal, wusstest du schon? Nämlich
Du verdienst dein Geld mit Prostitution
Du sollst ja meistens vor dem Busbahnhof stehn
Der Kollege eines Schwagers hat dich neulich gesehn
Apakah kamu pernah mendengar ... eeh tau gak? bahwa
Kamu mencari nafkah dengan menjual diri
Kamu sering nongkrongnya di terminal bus
Temennya menantunya si anu baru2 ini melihat kamu begitu
Lass die Leute reden und lächle einfach mild
Die meisten Leute haben ihre Bildung aus der Bild
Und die besteht nun mal, wer wüsste das nicht
Aus Angst, Hass, Titten und dem Wetterbericht
Biarkan mereka orang berbicara dan balas saja dengan senyuman
Memang kebanyakan orang dididik dari koran Bild (sejenis Pos Kota)
Yang isinya cuman
Ketakutan, Kebencian, Payudara, dan Ramalan Cuaca
Lass die Leute reden, denn wie das immer ist:
Solang die Leute reden, machen sie nichts Schlimmeres
Und ein wenig Heuchelei kannst du dir durchaus leisten
Bleib höflich und sag nichts - das ärgert sie am meisten
Biarkan mereka orang berbicara, karena seperti biasa:
Selama orang berbicara, mereka tidak melakukan hal yang tidak baik
Dan sedikit kerusakan nama baik gak akan membuat hidup kamu jadi hancur
Tetaplah bersikap sopan dan gak usah bilang apa2
- justru itu yang membuat mereka makin sebal.... :)
Ternyata kasus kayak gitu memang terjadi di mana2... gak cuman di Indo (atau rata2 Asia yang memang orang2nya selalu bermuka dua dan demen ngejelekin orang), tapi di Jerman pun juga sama. Padahal gue kira orang sini cukup cuek, individual, dan direkt (jadi kalo ada yang gak sreg, mereka bakal ngomong langsung)... Tapi ternyata sama juga!
Lagu ini gue terjemahin dan gue pas2in dikit dengan bahasa indo.. memang gak gampang nerjemahin sesuatu secara langsung, karena konteksnya malah jadi hilang.. (jadi salut sama para penerjemah yang bisa menjalankan tugas mereka dengan baik)... Jadi mohon maap kalo ternyata agak melenceng atau gak pas... *maklum... gak bakat jadi penerjemah*
Hast du etwas getan, was sonst keiner tut?
Hast du hohe Schuhe oder gar einen Hut
Oder hast du etwa ein zu kurzes Kleid getragen
Ohne vorher deine Nachbarn um Erlaubnis zu fragen?
Apakah kamu melakukan sesuatu yang orang lain tidak lakukan?
Apakah kamu memakai sepatu tinggi atau sebuah topi
Atau kamu memakai baju yang agak kependekan
Tanpa sebelumnya bertanya atau minta ijin dulu kepada tetangga?
Jetzt wirst du natürlich mit Verachtung gestraft
Bist eine Schande für die ganze Nachbarschaft
Du weißt noch nicht einmal genau, wie sie heißen
Während sie sich über dich schon ihre Mäuler zerreißen
Sekarang tentu saja kamu dicap menjijikan
Kamu membuat malu satu RT
Padahal kamu belum tentu tahu siapa nama mereka
Mereka yang ngomongin dan ngejelekin kamu
Lass die Leute reden und hör ihnen nicht zu
Die meisten Leute haben ja nichts Besseres zu tun
Lass die Leute reden, bei Tag und auch bei Nacht
Lass die Leute reden - das haben die immer schon gemacht
Biarkan mereka berbicara dan gak usah didengerin
Memang kebanyakan gak punya kerjaan lain yang lebih baik
Biarkan mereka berbicara siang dan malam
Biarkan mereka berbicara, itulah yang mereka selalu lakukan
Du hast doch sicherlich ne Bank überfallen
Wie könntest du sonst deine Miete bezahlen? Und
Du darfst nie mehr in die Vereinigten Staaten
Denn du bist die Geliebte von Osama bin Laden
Kamu pastinya ngerampok bank
Kalo ngga, gimana caranya kamu membayar kontrak rumah?
Dan kamu tidak boleh masuk lagi ke Amerika Serikat
Karena kamu pacarnya Osama bin Laden
Rasierst du täglich deinen Damenbart oder
Hast du im Garten ein paar Leichen verscharrt?
Die Nachbarn haben da so was angedeutet
Also wunder dich nicht, wenn bald die Kripo bei dir läutet
Kamu tiap hari mencukur kumis kamu
Atau kamu nyembunyiin beberapa mayat di halaman rumah
Para tetangga sempet ngebahas hal itu
Jadi jangan heran kalau tiba2 ada polisi yang nyamperin kamu
Lass die Leute reden und hör einfach nicht hin
Die meisten Leute haben ja gar nichts Böses im Sinn
Es ist ihr eintöniges Leben, was sie quält
Und der Tag wird interessanter, wenn man Märchen erzählt
Biarkan mereka orang berbicara dan gak usah didengerin
Memang kebanyakan dari mereka gak punya maksud jahat
Mereka hanya bosan terhadap hidup yang begitu2 aja
Dan hari mereka akan lebih menarik bila berdongeng-ria
Und wahrscheinlich ist ihnen das nicht mal peinlich
Es fehlt ihnen jede Einsicht
Und wieder mal zeigt sich: Sie sind kleinlich
Unvermeidlich fremdenfeindlich
Dan mungkin mereka sama sekali tidak malu
Bahwa mereka kurang berwawasan luas
Dan lagi2 menunjukkan bahwa kamu merupakan
Seorang antisosial yang kejam dan tak dapat dihindari
Hast du gehört und sag mal, wusstest du schon? Nämlich
Du verdienst dein Geld mit Prostitution
Du sollst ja meistens vor dem Busbahnhof stehn
Der Kollege eines Schwagers hat dich neulich gesehn
Apakah kamu pernah mendengar ... eeh tau gak? bahwa
Kamu mencari nafkah dengan menjual diri
Kamu sering nongkrongnya di terminal bus
Temennya menantunya si anu baru2 ini melihat kamu begitu
Lass die Leute reden und lächle einfach mild
Die meisten Leute haben ihre Bildung aus der Bild
Und die besteht nun mal, wer wüsste das nicht
Aus Angst, Hass, Titten und dem Wetterbericht
Biarkan mereka orang berbicara dan balas saja dengan senyuman
Memang kebanyakan orang dididik dari koran Bild (sejenis Pos Kota)
Yang isinya cuman
Ketakutan, Kebencian, Payudara, dan Ramalan Cuaca
Lass die Leute reden, denn wie das immer ist:
Solang die Leute reden, machen sie nichts Schlimmeres
Und ein wenig Heuchelei kannst du dir durchaus leisten
Bleib höflich und sag nichts - das ärgert sie am meisten
Biarkan mereka orang berbicara, karena seperti biasa:
Selama orang berbicara, mereka tidak melakukan hal yang tidak baik
Dan sedikit kerusakan nama baik gak akan membuat hidup kamu jadi hancur
Tetaplah bersikap sopan dan gak usah bilang apa2
- justru itu yang membuat mereka makin sebal.... :)
Monday, January 19, 2009
ternyata........
ternyata hari ini..
melelahkan
ternyata dia..
keras kepala
ternyata temen2 ku..
ngangenin
ternyata sekolah..
ternyata sekolah..
bikin sakit jiwa
ternyata pacaran itu..
banyak suka dan dukanya
ternyata TTM-an itu..
BASI
ternyata semua cowo itu..
gengsinya selangit
ternyata semua cewe itu..
konsumtif
ternyata cinta itu..
ternyata cinta itu..
gak akan ada habisnya
ternyata coklat itu...
bikin hepi
ternyata hidup itu..
makin lama makin berat
ternyata keberuntungan itu..
tidak selalu datangternyata mencintai itu..
bisa bikin jadi dicintai
bisa bikin jadi dicintai
ternyata menangis itu..
bikin mata bengkak
ternyata berharap itu..
gak cukup kalo gak pake usaha
Pengalaman dengan polisi
Kira-kira 6 tahun yang lalu gue pertama kali berurusan dengan polisi. Eittss... bukan sebagai tersangka atau kriminal loh. Jadi ceritanya waktu itu ada satu temen gue yang nitip barang2nya (yang seabrek2) di gudang basement apartemen gue. Dan ternyata ada juga maling yang niat ngerampok gudang gue! (Untung bukan barang gue yang ada di dalem situ). Eniwei, waktu itu memang bukan cuman gue korban satu2nya. Jadi, polisi pun turun tangan.
Lucunya yang ilang itu barang2 yang gak gitu bernilai, yaitu : headset handphone (yah ini mungkin masih bisa dipake atau dijual lagi, tapi seberapa bernilainya sih?), dan sebuah boneka (yang gue aja gak tau bentuknya bagaimana). Jadi, pas gue berhadapan dengan polisi, gue cuman bisa tersipu malu pas bilang barang apa aja yang hilang. Tapi mending lah daripada sesuatu yang berharga yang hilang :)
Lalu hari ini gue dapet satu pengalaman baru lagi dengan polisi, yaitu naek mobilnya polisi! Berhubung gue orang baek2, tentu saja alasannya bukan karena gue melakukan tindak kejahatan. Kasus kali ini lebih aneh lagi...
Ceritanya, gue hari ini janjian ketemu sama boss gue di Baustelle. Sempet kikuk juga sih berdiri di antara para kuli bangunan di sana. Jangan bayangin seperti mas2 tukang bangunan di indo yang berbadan kerempeng dan berkulit gosong. Tukang bangunan di sini badannya tinggi, besar, dan kekar bagaikan atlet angkat besi :D Jadi, dengan gue yang berdiri di sana di antara mereka jadi terlihat seperti anjing peking diantara anjing herder. (majas apa tuh kira2?)
Dan setelah hampir setengah jam menunggu, datanglah boss gue dengan tampang kusut dan minta gue ikut ke mobilnya dia. Ternyata dia baru mengalami kasus tabrak lari (maksudnya, mobilnya tertabrak mobil lain, dan mobil yang nabrak kabur). Baru aja dia bilang dia abis telpon polisi, eeh ternyata mobil polisinya udah dateng dan gue jadi ikutan masuk ke dalamnya.
Di dalem mobil, boss gue cerita panjang lebar tentang apa yang terjadi kepada pak polisi. Kaget juga waktu denger betapa detailnya dia bercerita. Dia bisa inget dari plat mobil, jenis mobil, sampai ciri2 sopir yang mengendarai itu mobil (dari tinggi, usia, rambut, asal mana, sampai baju apa yang dia pakai).
Lucunya lagi, mobil sang korban tidak terlihat ada kerusakan apa2. Tidak penyok dan tidak ada goresan... (mungkin waktu itu memang hujan, jadi memang agak susah untuk diperiksa lebih lanjut). Dan menurut si polisi, istilah "kecelakaan" itu baru bisa berlaku kalau sang korban mengalami suatu kerugian atau kerusakan pada kendaraannya.
Tapi boss gue tetep ngotot karena menganggap si pelaku itu sebenernya sengaja menabrak mobilnya. Dia sampe ngasih istilah begini: " ini seperti kalau perut kita ditonjok oleh orang asing... mungkin perut kita tidak terluka, tapi kita kan merasakan sakitnya". Yah kira2 maksudnya memang bisa dimengerti.
Sebenernya gue merasa ini semua sebenernya cuman buang2 waktu dan tenaga saja. Kalau gue jadi dia sih gue bakal tutup mata dan melupakan apa yang sudah terjadi. Tapi mungkin apa yang dilakukan boss gue ada benernya juga. Kadang kita memang harus lebih ngotot menuntut keadilan.... sesepele apapun. Bisa jadi mentalitas gue yang suka pasrah sama keadaan itu terbentuk karena kejamnya kehidupan di Indonesia.
Pasrah terhadap orang2 yang suka bertindak seenaknya, dan pasrah terhadap polisi yang tidak bisa membantu atau menyelesaikan masalah.
Pak polisi pun tadi menanggapi serius kasus kecil tersebut. Coba bayangin kalau hal ini terjadi di Indonesia... bisa dilupakan deh... Mungkin orang Jerman memang kadang terlalu keras dan lurus (alias terlalu taat pada peraturan). Tapi justru karena itulah mereka bisa maju seperti sekarang. Kapan yah Indonesia bisa seperti itu?
Lucunya yang ilang itu barang2 yang gak gitu bernilai, yaitu : headset handphone (yah ini mungkin masih bisa dipake atau dijual lagi, tapi seberapa bernilainya sih?), dan sebuah boneka (yang gue aja gak tau bentuknya bagaimana). Jadi, pas gue berhadapan dengan polisi, gue cuman bisa tersipu malu pas bilang barang apa aja yang hilang. Tapi mending lah daripada sesuatu yang berharga yang hilang :)
Lalu hari ini gue dapet satu pengalaman baru lagi dengan polisi, yaitu naek mobilnya polisi! Berhubung gue orang baek2, tentu saja alasannya bukan karena gue melakukan tindak kejahatan. Kasus kali ini lebih aneh lagi...
Ceritanya, gue hari ini janjian ketemu sama boss gue di Baustelle. Sempet kikuk juga sih berdiri di antara para kuli bangunan di sana. Jangan bayangin seperti mas2 tukang bangunan di indo yang berbadan kerempeng dan berkulit gosong. Tukang bangunan di sini badannya tinggi, besar, dan kekar bagaikan atlet angkat besi :D Jadi, dengan gue yang berdiri di sana di antara mereka jadi terlihat seperti anjing peking diantara anjing herder. (majas apa tuh kira2?)
Dan setelah hampir setengah jam menunggu, datanglah boss gue dengan tampang kusut dan minta gue ikut ke mobilnya dia. Ternyata dia baru mengalami kasus tabrak lari (maksudnya, mobilnya tertabrak mobil lain, dan mobil yang nabrak kabur). Baru aja dia bilang dia abis telpon polisi, eeh ternyata mobil polisinya udah dateng dan gue jadi ikutan masuk ke dalamnya.
Di dalem mobil, boss gue cerita panjang lebar tentang apa yang terjadi kepada pak polisi. Kaget juga waktu denger betapa detailnya dia bercerita. Dia bisa inget dari plat mobil, jenis mobil, sampai ciri2 sopir yang mengendarai itu mobil (dari tinggi, usia, rambut, asal mana, sampai baju apa yang dia pakai).
Lucunya lagi, mobil sang korban tidak terlihat ada kerusakan apa2. Tidak penyok dan tidak ada goresan... (mungkin waktu itu memang hujan, jadi memang agak susah untuk diperiksa lebih lanjut). Dan menurut si polisi, istilah "kecelakaan" itu baru bisa berlaku kalau sang korban mengalami suatu kerugian atau kerusakan pada kendaraannya.
Tapi boss gue tetep ngotot karena menganggap si pelaku itu sebenernya sengaja menabrak mobilnya. Dia sampe ngasih istilah begini: " ini seperti kalau perut kita ditonjok oleh orang asing... mungkin perut kita tidak terluka, tapi kita kan merasakan sakitnya". Yah kira2 maksudnya memang bisa dimengerti.
Sebenernya gue merasa ini semua sebenernya cuman buang2 waktu dan tenaga saja. Kalau gue jadi dia sih gue bakal tutup mata dan melupakan apa yang sudah terjadi. Tapi mungkin apa yang dilakukan boss gue ada benernya juga. Kadang kita memang harus lebih ngotot menuntut keadilan.... sesepele apapun. Bisa jadi mentalitas gue yang suka pasrah sama keadaan itu terbentuk karena kejamnya kehidupan di Indonesia.
Pasrah terhadap orang2 yang suka bertindak seenaknya, dan pasrah terhadap polisi yang tidak bisa membantu atau menyelesaikan masalah.
Pak polisi pun tadi menanggapi serius kasus kecil tersebut. Coba bayangin kalau hal ini terjadi di Indonesia... bisa dilupakan deh... Mungkin orang Jerman memang kadang terlalu keras dan lurus (alias terlalu taat pada peraturan). Tapi justru karena itulah mereka bisa maju seperti sekarang. Kapan yah Indonesia bisa seperti itu?
Thursday, January 15, 2009
cape nonton
Gue cape nonton tv... karena isinya cuman :
reality show yang cuman ngasih lihat orang2 yang pengen terkenal
atau talent show dari yang nyanyi, nari, masak, sampai jadi mentalist kayak mas uri geller
berita yang cuman bercerita tentang perang, konflik, krisis ekonomi, penculikan anak kecil, dan bencana alam
telenovela yang sudah berjalan bertahun2 dan ceritanya udah gak tau kemana
video clip hip hop yang pamer berlian, mobil mewah dan cewek seksi
iklan ringtone yang diulang2 sampe bikin pusing
quiz yang gak akan bisa bikin gue menang walaupun gue bisa jawab dengan benar...
Untungnya masih ada banyak reportasi ilmu pengetahuan dan sejarah yang menarik n bisa nambahin ilmu, atau film2 yang gak sempet ditonton di bioskop buat sedikit hiburan.... tapi kalau lagi sial, terpaksa nyewa dvd deh....
reality show yang cuman ngasih lihat orang2 yang pengen terkenal
atau talent show dari yang nyanyi, nari, masak, sampai jadi mentalist kayak mas uri geller
berita yang cuman bercerita tentang perang, konflik, krisis ekonomi, penculikan anak kecil, dan bencana alam
telenovela yang sudah berjalan bertahun2 dan ceritanya udah gak tau kemana
video clip hip hop yang pamer berlian, mobil mewah dan cewek seksi
iklan ringtone yang diulang2 sampe bikin pusing
quiz yang gak akan bisa bikin gue menang walaupun gue bisa jawab dengan benar...
Untungnya masih ada banyak reportasi ilmu pengetahuan dan sejarah yang menarik n bisa nambahin ilmu, atau film2 yang gak sempet ditonton di bioskop buat sedikit hiburan.... tapi kalau lagi sial, terpaksa nyewa dvd deh....
Tuesday, January 06, 2009
a.g.a.m.a
A religion is a set of stories, symbols, beliefs and practices, often with a supernatural quality, that give meaning to the practitioner's experiences of life through reference to an ultimate power or reality. It may be expressed through prayer, ritual, meditation, music and art, among other things. It may focus on specific supernatural, metaphysical, and moral claims about reality (the cosmos, and human nature) which may yield a set of religious laws, ethics, and a particular lifestyle. Religion also encompasses ancestral or cultural traditions, writings, history, and mythology, as well as personal faith and religious experience.
The term "religion" refers to both the personal practices related to communal faith and to group rituals and communication stemming from shared conviction. "Religion" is sometimes used interchangeably with "faith" or "belief system,"but it is more socially defined than personal convictions, and it entails specific behaviors, respectively.
Kira2 begitulah definisi agama menurut wikipedia. Definisi agama menurut gue :
Agama merupakan sesuatu yang dibuat oleh manusia untuk mengelompokkan mereka sendiri berdasarkan kepercayaannya. Mungkin agama bisa dikategorikan seperti kultur. Agama bisa mempersatukan umat manusia dari berbagai macam golongan, ras, dan suku... misalnya dengan berkumpulnya orang2 dari seluruh dunia untuk naik haji, atau mengadakan misa bersama paus di Roma. Tapi agama juga bisa menimbulkan perpecahan dan perang saudara tanpa akhir.
Agama itu bagaikan politik dengan berbagai macam propaganda2 yang disampaikan turun temurun. Mereka juga selalu merasa yang paling benar dan menganggap yang lainnya salah. Dan lucunya lagi hal itu terjadi walaupun agama2 tersebut sebenarnya menyembah Tuhan yang sama.
Seperti antara agama Yahudi,Kristen dan Islam yang sepanjang sejarah selalu bertentangan. Padahal mereka mempunyai Tuhan yang sama dan bahkan kitab2 mereka pun berdasarkan dari akar yang sama. Orang Yahudi punya kitab Taurat, yang di"sempurna"kan oleh orang Kristen dengan Injilnya, lalu ditambakan lagi dengan Al'Quran oleh orang Islam. Tuhan mereka tetap sama, hanya "nabi" atau "pemimpin" mereka yang berbeda. Kenapa diantara mereka harus bermusuhan dan saling benci?
Kristen pun pecah menjadi berbagai macam aliran. Padahal mereka mempunyai Tuhan yang sama, kitab yang sama, dan sama2 percaya bahwa Yesus datang ke dunia sebagai anak Allah dan disalib untuk menebus dosa dunia. Awalnya memang dari kebusukan Katolik Roma yang diprotes oleh Martin Luther dan dengan seiring berjalannya waktu, makin banyak aliran2 lain dari Kristen itu sendiri. Pertama-tama gue sendiri juga gak gitu membedakan karena toh paham kita hampir sama persis. Namun makin lama makin terlihat jelas perbedaan dan pertentangan di dalamnya. Yang satu menuduh orang Katolik kurang beriman karena gak hafal dan gak pernah menyentuh Alkitab, dan harus dibaptis lagi untuk masuk ke gerejanya. Sedangkan orang Katolik menilai mereka terlalu fanatik dan mencibir pendetanya yang mencari sesuap nasi (dan segenggam berlian) dengan menjual Firman Allah. Lagi2 lingkaran setan....
Mereka semua cenderung menciptakan "lawan" dari agama mereka. Mungkin karena segala sesuatu yang ada di dunia ini tidak ada yang netral. Selalu ada kutub utara dan kutub selatan, pria dan wanita, terang dan gelap, baik dan jahat... oleh karena itu Tuhan harus mempunyai lawannya juga.. yaitu iblis. Makanya gak heran bahwa segala sesuatu yang tidak sesuai dengan ajaran agamanya dianggap sesat, dan yang menyesatkan serta menggoda manusia tidak lain dan tidak bukan adalah iblis. Jadi, kalau orang ter"obsesi" pada sesuatu (entah lagu metal atau buku Harry Potter) selain pada Tuhan (menurut agama mereka), maka dianggap sudah "tersesat". Bahkan agama lain pun dianggap sesat dan salah.
Sayangnya, negara kita mewajibkan penduduknya untuk mempunyai agama. Itu pun harus salah satu dari lima agama yang diakui oleh negara (gak tau sekarang udah ada revisi ato ngga). Mereka yang gak punya agama (entah kenapa) dianggap komunis. Padahal komunis kan sesuatu yang jauh berbeda dari sekedar punya agama ato ngga. Dan komunis mempunyai image yang sudah terlanjur sangat jelek karena sejarah yang kelam dan propaganda oknum tertentu di masa lalu. Namun tidak sedikit juga orang mempunyai agama hanya sekedar sebagai status, bukan karena benar2 percaya.
Sebagian besar dari mereka yang "benar2 percaya" pun taat karena didikan dari lahir oleh keluarga atau lingkungannya. Orang beragama A karena orang tuanya mendidik mereka. Kalau si ayah atau ibu tidak cukup tekun "mendidik" anaknya, anaknya suatu saat kemungkinan besar bakal terdidik dengan sendirinya oleh lingkungan di sekitarnya. Kalau lingkungannya beragama B, maka si anak akan punya kecenderungan untuk pindah ke agama B. Gak sedikit juga orang pindah ke agama tertentu hanya untuk image atau kemudahan2 tertantu. Kira2 begitulah teori ngasal gue.
Gue nulis artikel ini bukan untuk menghakimi sebuah agama baik atau buruk. Soalnya semua agama pada dasarnya pasti baik. Manusialah yang terlalu terobsesi terhadap agama sehingga membuat agama menjadi begitu destruktif. Mereka selalu menilai segala sesuatu dari kacamata agamanya sehingga mungkin buat nilai sebuah agama berada di atas Tuhannya sendiri.
Maka ngga heran juga kalau agama bisa menjadi sesuatu yang bisa mengontrol banyak orang. Sama seperti membela negara, orang pun rela pergi perang sampai mati demi agamanya. Dan itu benar2 sering disalahgunakan oleh oknum2 tertentu di balik layar.
Intinya, korban gak akan habis berjatuhan hanya karena perbedaan agama. Setidaknya selama orang2 masih berpikiran sempit dan gampang dipanas2in.
Monday, January 05, 2009
Happy New Year 2009!
Gak kerasa satu taon udah lewat lagi...
Taon 2008 memang cepet banget berlalu. Padahal kalo dipikir2 banyak hal yg terjadi, misalnya kunjungan orang2 yg gue sayang dari jauh (Bokap-Nyokap, Lisa, n Gilsa), pertemuan dengan orang2 baru, belajar resep makanan baru, anaknya Lisa lahir (= jadi tante!!) sepedaan rame2, honkytonk, punggung jadi belang gara2 berjemur pas summer, Ody akhirnya jadi Dipl. Inf, eurotrip, love parade, cari rumah baru, pindah rumah, dsb. Mungkin karena banyak kejadian malah bikin waktu terasa lebih cepat...
Taon ini gue harap bisa lebih baik lagi dari taon kemaren. Biasanya kalo di awal taon gue masih ngeblank taon ini gue bakal ngapain aja, kali ini gue setidaknya udah ada goal yg harus selesai di awal taon 2010. Well... merupakan suatu kemajuan buat orang kayak gue yg lebih suka melakukan sesuatu secara dadakan :D
Old and New kali ini gue lewatkan di pinggir sungai Main bareng Ody, Dewi, n Nanda sambil maen kembang api dan menggigil kedinginan. Ternyata taon baruan di Frankfurt lumayan rame juga.. gak segila di Berlin, tapi ok lah...
Eniwei...
Happy New Year!!!
Taon 2008 memang cepet banget berlalu. Padahal kalo dipikir2 banyak hal yg terjadi, misalnya kunjungan orang2 yg gue sayang dari jauh (Bokap-Nyokap, Lisa, n Gilsa), pertemuan dengan orang2 baru, belajar resep makanan baru, anaknya Lisa lahir (= jadi tante!!) sepedaan rame2, honkytonk, punggung jadi belang gara2 berjemur pas summer, Ody akhirnya jadi Dipl. Inf, eurotrip, love parade, cari rumah baru, pindah rumah, dsb. Mungkin karena banyak kejadian malah bikin waktu terasa lebih cepat...
Taon ini gue harap bisa lebih baik lagi dari taon kemaren. Biasanya kalo di awal taon gue masih ngeblank taon ini gue bakal ngapain aja, kali ini gue setidaknya udah ada goal yg harus selesai di awal taon 2010. Well... merupakan suatu kemajuan buat orang kayak gue yg lebih suka melakukan sesuatu secara dadakan :D
Old and New kali ini gue lewatkan di pinggir sungai Main bareng Ody, Dewi, n Nanda sambil maen kembang api dan menggigil kedinginan. Ternyata taon baruan di Frankfurt lumayan rame juga.. gak segila di Berlin, tapi ok lah...
Eniwei...
Happy New Year!!!
Tuesday, December 02, 2008
Ooh tertipuuuuuwwww.....
Top Kurzfrist Flugangebote nach Jakarta ab 325,- € Winter 2008/2009
kira2 begitulah tulisan satu email terakhir dari Airways Holiday yang bikin jantung berdebar2... Tiket pesawat ke Jakarta seharga 325€ ?? murah bangeeett... mao bangeeet...!!!Dan beberapa detik kemudian baru sadar ada tulisan kecil di bawahnya :
zzgl. ca. Euro 390,- Steuern
damn!!!
sama aja bo'ong!!
Friendster........
Gue baru dapet satu artikel tentang friendster... (bisa dilihat di sini)
Sedih juga waktu baca artikel itu.. mengingat friendster sangat berjasa buat kita semua...
Dengan Friendster, gue bisa "ketemu" dan berhubungan kembali dengan teman2 lama yang udah gak tau ada di mana... Gak cuman berhubungan kembali, tapi juga bisa terus memantau bagaimana kabar mereka... entah melalui foto, bulletin board, testimonial/comments, dst...
Gak cuman itu, Friendster juga banyak berjasa buat orang yang ingin mencari jodoh. Ada banyak cerita tentang pasangan2 yang berkenalan lewat Friendster.. bahkan tidak sedikit yang akhirnya menikah..
Friendster juga dipakai orang menjadi tempat untuk menaruh hasil karya buat para seniman, fotografer, dan designer. Gue yakin, dampaknya lebih dasyat daripada membuat brosur2 iklan atau papan billboard biasa.
Dengan alasan yang mirip, Friendster juga dipakai banyak orang sebagai tempat untuk melakukan bisnis (alias jualan). Cukup praktis buat butik2 kecil2an yang malas membuat website online shopping sendiri. Dan sangat berjasa juga buat orang2 yang ada di daerah yang punya uang tapi gak bisa beli barang yang dia inginkan karena di tempatnya tidak ada tokonya.
Mungkin ada begitu banyak hal positif lainnya yang mungkin gak gue sebutin di sini...
Dimana dunia mencibir Jonathan Abrams, gue pribadi malah ingin mengucapkan berjuta2 terima kasih atas ide hebatnya.
Sedih juga waktu baca artikel itu.. mengingat friendster sangat berjasa buat kita semua...
Dengan Friendster, gue bisa "ketemu" dan berhubungan kembali dengan teman2 lama yang udah gak tau ada di mana... Gak cuman berhubungan kembali, tapi juga bisa terus memantau bagaimana kabar mereka... entah melalui foto, bulletin board, testimonial/comments, dst...
Gak cuman itu, Friendster juga banyak berjasa buat orang yang ingin mencari jodoh. Ada banyak cerita tentang pasangan2 yang berkenalan lewat Friendster.. bahkan tidak sedikit yang akhirnya menikah..
Friendster juga dipakai orang menjadi tempat untuk menaruh hasil karya buat para seniman, fotografer, dan designer. Gue yakin, dampaknya lebih dasyat daripada membuat brosur2 iklan atau papan billboard biasa.
Dengan alasan yang mirip, Friendster juga dipakai banyak orang sebagai tempat untuk melakukan bisnis (alias jualan). Cukup praktis buat butik2 kecil2an yang malas membuat website online shopping sendiri. Dan sangat berjasa juga buat orang2 yang ada di daerah yang punya uang tapi gak bisa beli barang yang dia inginkan karena di tempatnya tidak ada tokonya.
Mungkin ada begitu banyak hal positif lainnya yang mungkin gak gue sebutin di sini...
Dimana dunia mencibir Jonathan Abrams, gue pribadi malah ingin mengucapkan berjuta2 terima kasih atas ide hebatnya.
Monday, December 01, 2008
The Best Cartoon Characters
Sebagai penggemar komik, kartun, manga, anime, beserta teman2nya.... mungkin sudah saatnya bikin daftar siapa aja karakter favorit gue...
Bender (Futurama)
Homer (The Simpsons)
Kenny (Southpark)
Cookie Monster (Sesame Street)
Franky (One Piece)
Rukia (Bleach)
Shikamaru (Naruto)
Teko Ajaib (Time Quest)
Doraemon (Doraemon)
Hiruma (Eyeshield 21)
Crush (Finding Nemo)
Donkey (Shrek)
Claire (Claymore)
Ryo (City Hunter)
Songohan (Dragon Ball)
Hiei (Yu Yu Hakusho)
Sorata (X)
Hikaru (Magic Knight Rayearth)
Nakatsu (Hana Kimi)
Boo (Monster Inc)
Yuno Gasai (Mirai Nikki)
Nami (Alive: Final Evolution)
L (Death Note)
Hotaru (Gakuen Alice)
Zero (Vampire Knight)
Kyoko (Skip Beat)
Kyo (Fruit Basket)
Heiji (Detective Conan)
Hajime (Kindaichi Shonen no Jikenbo)
Cerberus (Tantei Gakuen Q)
apalagi ya?
yah segitu dulu deh :)
Bender (Futurama)
Homer (The Simpsons)
Kenny (Southpark)
Cookie Monster (Sesame Street)
Franky (One Piece)
Rukia (Bleach)
Shikamaru (Naruto)
Teko Ajaib (Time Quest)
Doraemon (Doraemon)
Hiruma (Eyeshield 21)
Crush (Finding Nemo)
Donkey (Shrek)
Claire (Claymore)
Ryo (City Hunter)
Songohan (Dragon Ball)
Hiei (Yu Yu Hakusho)
Sorata (X)
Hikaru (Magic Knight Rayearth)
Nakatsu (Hana Kimi)
Boo (Monster Inc)
Yuno Gasai (Mirai Nikki)
Nami (Alive: Final Evolution)
L (Death Note)
Hotaru (Gakuen Alice)
Zero (Vampire Knight)
Kyoko (Skip Beat)
Kyo (Fruit Basket)
Heiji (Detective Conan)
Hajime (Kindaichi Shonen no Jikenbo)
Cerberus (Tantei Gakuen Q)
apalagi ya?
yah segitu dulu deh :)
Sunday, November 23, 2008
Winter Hater...
Gue benci winter karena :
# dingin
# kalo mao keluar rumah jadi ribet karena harus pake baju berlapis2
# harus sering2 cek cuaca dan suhu
# kulit jadi super kering
# kena Blasenentzündung
# langit terlihat suram, dan bikin mood suram juga
# jam 8 pagi masih gelap, dan jam 4 sore udah gelap lagi (lagi2 bikin bt)
# bikin susah bangun pagi
# jalanan yang jadi beku bikin gampang terpeleset
# sering terjadi kecelakaan lalulintas
# kereta jadi makin sering telat
# salju yang bikin segala sesuatu jadi menyebalkan
# bikin males keluar rumah
# bikin makan jadi banyak dan laper terus2an
# bikin pengen tidur terus dan malas ngapa2in, apalagi olahraga
# jadi ada biaya extra karena harus nyalain heater
# sering sakit kepala ketika menghadapi perubahan dari dingin ke hangat (misalnya dari luar masuk ke dalam gedung yang hangat)
Herannya, kenapa dulu gue sempet pengen hidup di negara 4 musim ya?
# dingin
# kalo mao keluar rumah jadi ribet karena harus pake baju berlapis2
# harus sering2 cek cuaca dan suhu
# kulit jadi super kering
# kena Blasenentzündung
# langit terlihat suram, dan bikin mood suram juga
# jam 8 pagi masih gelap, dan jam 4 sore udah gelap lagi (lagi2 bikin bt)
# bikin susah bangun pagi
# jalanan yang jadi beku bikin gampang terpeleset
# sering terjadi kecelakaan lalulintas
# kereta jadi makin sering telat
# salju yang bikin segala sesuatu jadi menyebalkan
# bikin males keluar rumah
# bikin makan jadi banyak dan laper terus2an
# bikin pengen tidur terus dan malas ngapa2in, apalagi olahraga
# jadi ada biaya extra karena harus nyalain heater
# sering sakit kepala ketika menghadapi perubahan dari dingin ke hangat (misalnya dari luar masuk ke dalam gedung yang hangat)
Herannya, kenapa dulu gue sempet pengen hidup di negara 4 musim ya?
Saturday, November 22, 2008
Home Sweet Home
Sudah hampir 2 bulan gue tinggal di apartemen baru ini. Bisa dibilang sudah lumayan beradaptasi lagi... Kalo dipikir2, apartemen ini merupakan tempat tinggal ke-8 gue selama gue hidup.
1. Gading Elok (Kelapa Gading - Jakarta)
Rumah mungil Jl. Gading Elok Utara ini merupakan tempat tinggal gue selama 16 tahun.. Benar2 rumah yang gak akan gue lupakan karena gue lahir dan besar di sana. Rumah ini memiliki 3 kamar; 1 kamar utama (beserta kamar mandi) tempat bokap nyokap tidur dan 2 kamar tidur anak. Dulu gue dan kakak gue tidur di satu kamar, dan kamar yang satu lagi jadi kamar tamu.. Tapi sejak masuk SD, kita punya kamar2 masing2.
Kamar gue berukuran 3x3m dengan 1 jendela menghadap ke ruang cuci. Karena tidak menerima sinar matahari langsung yang intensif ditambah AC yang dingin, kamar ini menjadi kamar favorit buat tidur siang :P Bahkan teman2 yang suka datang ke rumah kadang jadi ikutan ketiduran juga... ^^
Sayangnya, orang yang tinggal di ini setelah kita merenovasi habis2an rumah ini... jadi tiap kali gue iseng mampir lagi ke sana, gue cuman bisa menatap sedih perubahan2 yang ada....
2. Villa Gading Indah (Kelapa Gading - Jakarta)
Di bulan Desember 1999 kita pindah rumah. Waktu itu gue masih kelas 1 SMU, dan kakak gue udah berangkat ke Jerman. Rumah baru ini masih di Kelapa Gading, jadi gue cuman harus beradaptasi dengan kamar yang baru saja. Rumah kali ini jauh lebih besar daripada rumah yang pertama, bisa dibilang rumah ini merupakan rumah impian bokap n nyokap gue karena sebagian besar designnya mereka sendiri yang menentukan..
Kamar baru gue berukuran 4x5m.. jauh lebih besar daripada kamar yang dulu.. dan yang pasti... kali ini gue punya kamar mandi sendiri... jadi cukup praktis dan gak harus berebutan kamar mandi lagi... Kamar ini punya 3 jendela besar menghadap halaman belakang.. berhubung di halaman belakang ada kolam ikan yang ada sistem "air terjun mini"nya... Jadi kalo lagi bosen dengerin musik, bisa denger bunyi percikan air dari sana...
Tiap kali gue pulang indo, gue masih tetap bisa menikmati kamar kesayangan gue ini (Setidaknya gue masih berasa "pulang ke rumah", dibandingkan kakak gue yang gak pernah merasa benar2 tinggal di situ).. Nyokap pun berusaha untuk tidak merubah apa2. Jadi terakhir kali gue pulang, keadaan kamar ini tetap sama seperti sewaktu gue tinggalin 6 tahun yang lalu... Tapi beberapa bulan yang lalu nyokap kedatangan beberapa "tamu agung", dan terpaksa merubah kamar gue agar bisa ditiduri beberapa orang orang... *sigh*
3. HaDiKo (Karlsruhe)
Hadiko merupakan singkatan dari Hans Dickmann Kolleg, sebuah asrama tempat tinggal mahasiswa yang terdiri dari 5 gedung K1 sampai K5. Gue tinggal di kamar mungil di gedung K2 lantai 3. Kamarnya berukuran sekitar 2,5x3m, punya 1 tempat tidur, 1 meja belajar + lampunya, 1 rak buku, 1 lemari baju, dan 1 wastafel kecil. Kamar mandi, WC, dan dapur dipakai bersama 12 mahasiswa lainnya.
Waktu tinggal di situ, kebetulan memang lagi di tengah liburan summer di saat tetangga2 lagi pada pulang kampung. Jadi gue cuman kenal 2-3 orang yang saat itu gak pulang dan untungnya mereka lumayan bisa bahasa inggris.. Ada banyak anak indo yang tinggal di Hadiko. Bahkan sepupu gue tinggal 1 lantai di bawah.. jadi gue gak kayak anak ayam yang panik di tempat baru :P
Sayangnya gue cuman bisa tinggal di sana selama 2 bulan...
4. JS2 (masih di Karlsruhe)
JS2 (singkatan dari Josef-Schoferstr. 2) adalah sebuah dormitory yang baru jadi di tahun 2002. Bisa dibilang, gue lah orang yang pertama menempati kamar 412 di situ. Kamar ini berada di lantai 4 (lumayan...olah raga^^) , luasnya sekitar 25qm, punya kamar mandi dan dapur sendiri, plus ada balkonnya :)
JS2 memang agak jauh dari pusat kota.. dan kalo pulang malem memang agak serem karena jalanan dari Halte ke pintu masuknya memang gelap... cukup membuat jantung deg2an ngebayangin yang ngga2. Apalagi halte tramnya penuh dengan graffiti... huhuhu...
Gue tinggal di sana selama 2 tahun... walaupun Hausmeisternya super rese, tapi kamar ini sangat berkesan dan banyak kenangannya juga...
5. Schwalbacherstr. (Gallusviertel, Frankfurt am Main)
Keputusan gue untuk pindah jurusan memang banyak membuat perubahan dalam hidup gue.. salah satunya meninggalkan Karlsruhe. Selama summer 2004, gue pontang-panting mencari kamar baru di Darmstadt dan Frankfurt. Dan setelah desperate karena gak dapet2, Manuel yang baik menerima gue untuk tinggal di kamar kosong di apartemennya.
Gedungnya memang tua dan daerahnya juga agak serem.. tapi kamarnya lumayan nyaman lah.. Berukurang sekitar 16qm dan langit2nya tinggi. Sayangnya kamar mandinya super kecil dan wcnya terpisah. Dindingnya juga tipis, jadi kalau Manuel lagi XXX sama ceweknya.. gue cuman bisa pura2 gak denger... ^^
Sayangnya, gue cuman bisa tinggal di sana selama 2 bulan saja...
6. Feldbergstr. (Darmstadt)
Setelah pencarian yang panjang, akhirnya dapet juga sebuah kamar berukuran 16qm di Darmstadt... dan asiknya lagi cuman 10 menit jalan kaki sampai kampus... Hanya saja, harganya selangit! Kali ini gue ngeshare sama Rafii, orang dari Marokko. Pusing emang dapet mitbewohner yang satu ini... dan akhirnya gue gak betah dan bawaannya malah "pulang" ke Fulda. Dan kamar ini pun hanya menjadi tempat gue buat naro barang doang... :(
7. Heinrichstr. (Fulda)
Ok, gue mengakui bahwa keputusan untuk pindah ke Fulda memang agak gila. Karena Fulda memang terletak di ujung dunia, dan gue membutuhkan waktu 2 jam untuk berangkat ke kampus... Untungnya masih masuk di semesterticket...
Waktu itu Ody memang pengen keluar dari dormnya dan gue juga udah gak tahan tinggal di Feldbergstr. karena berbagai macam alasan... sebenernya sih rencana awal sih nyari apartemen kecil buat Ody dan gue taruh mebel2 gue di sana dan gue sendiri bisa cari dorm di deket kampus yang udah möbliert.
Tapi mungkin memang sudah takdirnya kita menemukan apartemen yang satu ini. Letaknya di tengah kota, di dekat stasiun.. benar2 pas buat gue yang bakal bolak-balik naek kereta. Apartemennya berada di lantai 5 di sebuah gedung tahun 1885 (untungnya gak angker), luasnya sekitar 120qm.. punya 6 kamar, 1 dapur, 1 kamar mandi besar, 1 wc tamu extra, dan 1 ruang cuci baju... dan itu semua dengan harga sewa yang amat sangat murah...!
Gue masih inget banget gimana senengnya waktu pindah ke apartemen itu... Apalagi pemandangan dari jendela dapurnya keren banget... Walaupun gedung tua dan agak susah menghangatkan ruangan2nya, tapi tinggal di situ memang nyaman banget... mungkin karena kali ini nge-sharenya bareng pacar sendiri kali ya :)
Eniwei.. 2,5 tahun tinggal apartemen ini juga banyak kenangannya karena di sana jadi tempat ngumpulnya anak2 Fulda. Kalo kedatengan anak2 indo dari luar kota, nginepnya pasti di kita...
Makanya, keputusan mendadak buat meninggalkan Fulda dan apartemen ini memang cukup berat buat gue pribadi. Tapi mao gimana lagi?
8. Waldschulstr. (Griesheim, Frankfurt am Main)
Tentang apartemen ini udah pernah gue ceritain di posting yang lalu. Yah... sejauh ini, gue cukup puas sih... Ngebersihinnya jauh lebih gampang karena apartemennya memang jauh lebih kecil. Tapi karena kita tinggal di perempatan (walau perempatan kecil doang), debunya memang agak gila2an.
Tentang Waldschulstr. memang belum banyak yang bisa dikenang, bahkan kita masih harus banyak menghias apartemen mungil ini supaya lebih nyaman lagi... Masih harus pasang gorden dan mempermanis ruangan.. (gue sampe udah diwanti2 Ody supaya jangan beli pajangan yang aneh2 yang bikin penuh kamar ^^)
1. Gading Elok (Kelapa Gading - Jakarta)
Rumah mungil Jl. Gading Elok Utara ini merupakan tempat tinggal gue selama 16 tahun.. Benar2 rumah yang gak akan gue lupakan karena gue lahir dan besar di sana. Rumah ini memiliki 3 kamar; 1 kamar utama (beserta kamar mandi) tempat bokap nyokap tidur dan 2 kamar tidur anak. Dulu gue dan kakak gue tidur di satu kamar, dan kamar yang satu lagi jadi kamar tamu.. Tapi sejak masuk SD, kita punya kamar2 masing2.
Kamar gue berukuran 3x3m dengan 1 jendela menghadap ke ruang cuci. Karena tidak menerima sinar matahari langsung yang intensif ditambah AC yang dingin, kamar ini menjadi kamar favorit buat tidur siang :P Bahkan teman2 yang suka datang ke rumah kadang jadi ikutan ketiduran juga... ^^
Sayangnya, orang yang tinggal di ini setelah kita merenovasi habis2an rumah ini... jadi tiap kali gue iseng mampir lagi ke sana, gue cuman bisa menatap sedih perubahan2 yang ada....
2. Villa Gading Indah (Kelapa Gading - Jakarta)
Di bulan Desember 1999 kita pindah rumah. Waktu itu gue masih kelas 1 SMU, dan kakak gue udah berangkat ke Jerman. Rumah baru ini masih di Kelapa Gading, jadi gue cuman harus beradaptasi dengan kamar yang baru saja. Rumah kali ini jauh lebih besar daripada rumah yang pertama, bisa dibilang rumah ini merupakan rumah impian bokap n nyokap gue karena sebagian besar designnya mereka sendiri yang menentukan..
Kamar baru gue berukuran 4x5m.. jauh lebih besar daripada kamar yang dulu.. dan yang pasti... kali ini gue punya kamar mandi sendiri... jadi cukup praktis dan gak harus berebutan kamar mandi lagi... Kamar ini punya 3 jendela besar menghadap halaman belakang.. berhubung di halaman belakang ada kolam ikan yang ada sistem "air terjun mini"nya... Jadi kalo lagi bosen dengerin musik, bisa denger bunyi percikan air dari sana...
Tiap kali gue pulang indo, gue masih tetap bisa menikmati kamar kesayangan gue ini (Setidaknya gue masih berasa "pulang ke rumah", dibandingkan kakak gue yang gak pernah merasa benar2 tinggal di situ).. Nyokap pun berusaha untuk tidak merubah apa2. Jadi terakhir kali gue pulang, keadaan kamar ini tetap sama seperti sewaktu gue tinggalin 6 tahun yang lalu... Tapi beberapa bulan yang lalu nyokap kedatangan beberapa "tamu agung", dan terpaksa merubah kamar gue agar bisa ditiduri beberapa orang orang... *sigh*
3. HaDiKo (Karlsruhe)
Hadiko merupakan singkatan dari Hans Dickmann Kolleg, sebuah asrama tempat tinggal mahasiswa yang terdiri dari 5 gedung K1 sampai K5. Gue tinggal di kamar mungil di gedung K2 lantai 3. Kamarnya berukuran sekitar 2,5x3m, punya 1 tempat tidur, 1 meja belajar + lampunya, 1 rak buku, 1 lemari baju, dan 1 wastafel kecil. Kamar mandi, WC, dan dapur dipakai bersama 12 mahasiswa lainnya.
Waktu tinggal di situ, kebetulan memang lagi di tengah liburan summer di saat tetangga2 lagi pada pulang kampung. Jadi gue cuman kenal 2-3 orang yang saat itu gak pulang dan untungnya mereka lumayan bisa bahasa inggris.. Ada banyak anak indo yang tinggal di Hadiko. Bahkan sepupu gue tinggal 1 lantai di bawah.. jadi gue gak kayak anak ayam yang panik di tempat baru :P
Sayangnya gue cuman bisa tinggal di sana selama 2 bulan...
4. JS2 (masih di Karlsruhe)
JS2 (singkatan dari Josef-Schoferstr. 2) adalah sebuah dormitory yang baru jadi di tahun 2002. Bisa dibilang, gue lah orang yang pertama menempati kamar 412 di situ. Kamar ini berada di lantai 4 (lumayan...olah raga^^) , luasnya sekitar 25qm, punya kamar mandi dan dapur sendiri, plus ada balkonnya :)
JS2 memang agak jauh dari pusat kota.. dan kalo pulang malem memang agak serem karena jalanan dari Halte ke pintu masuknya memang gelap... cukup membuat jantung deg2an ngebayangin yang ngga2. Apalagi halte tramnya penuh dengan graffiti... huhuhu...
Gue tinggal di sana selama 2 tahun... walaupun Hausmeisternya super rese, tapi kamar ini sangat berkesan dan banyak kenangannya juga...
5. Schwalbacherstr. (Gallusviertel, Frankfurt am Main)
Keputusan gue untuk pindah jurusan memang banyak membuat perubahan dalam hidup gue.. salah satunya meninggalkan Karlsruhe. Selama summer 2004, gue pontang-panting mencari kamar baru di Darmstadt dan Frankfurt. Dan setelah desperate karena gak dapet2, Manuel yang baik menerima gue untuk tinggal di kamar kosong di apartemennya.
Gedungnya memang tua dan daerahnya juga agak serem.. tapi kamarnya lumayan nyaman lah.. Berukurang sekitar 16qm dan langit2nya tinggi. Sayangnya kamar mandinya super kecil dan wcnya terpisah. Dindingnya juga tipis, jadi kalau Manuel lagi XXX sama ceweknya.. gue cuman bisa pura2 gak denger... ^^
Sayangnya, gue cuman bisa tinggal di sana selama 2 bulan saja...
6. Feldbergstr. (Darmstadt)
Setelah pencarian yang panjang, akhirnya dapet juga sebuah kamar berukuran 16qm di Darmstadt... dan asiknya lagi cuman 10 menit jalan kaki sampai kampus... Hanya saja, harganya selangit! Kali ini gue ngeshare sama Rafii, orang dari Marokko. Pusing emang dapet mitbewohner yang satu ini... dan akhirnya gue gak betah dan bawaannya malah "pulang" ke Fulda. Dan kamar ini pun hanya menjadi tempat gue buat naro barang doang... :(
7. Heinrichstr. (Fulda)
Ok, gue mengakui bahwa keputusan untuk pindah ke Fulda memang agak gila. Karena Fulda memang terletak di ujung dunia, dan gue membutuhkan waktu 2 jam untuk berangkat ke kampus... Untungnya masih masuk di semesterticket...
Waktu itu Ody memang pengen keluar dari dormnya dan gue juga udah gak tahan tinggal di Feldbergstr. karena berbagai macam alasan... sebenernya sih rencana awal sih nyari apartemen kecil buat Ody dan gue taruh mebel2 gue di sana dan gue sendiri bisa cari dorm di deket kampus yang udah möbliert.
Tapi mungkin memang sudah takdirnya kita menemukan apartemen yang satu ini. Letaknya di tengah kota, di dekat stasiun.. benar2 pas buat gue yang bakal bolak-balik naek kereta. Apartemennya berada di lantai 5 di sebuah gedung tahun 1885 (untungnya gak angker), luasnya sekitar 120qm.. punya 6 kamar, 1 dapur, 1 kamar mandi besar, 1 wc tamu extra, dan 1 ruang cuci baju... dan itu semua dengan harga sewa yang amat sangat murah...!
Gue masih inget banget gimana senengnya waktu pindah ke apartemen itu... Apalagi pemandangan dari jendela dapurnya keren banget... Walaupun gedung tua dan agak susah menghangatkan ruangan2nya, tapi tinggal di situ memang nyaman banget... mungkin karena kali ini nge-sharenya bareng pacar sendiri kali ya :)
Eniwei.. 2,5 tahun tinggal apartemen ini juga banyak kenangannya karena di sana jadi tempat ngumpulnya anak2 Fulda. Kalo kedatengan anak2 indo dari luar kota, nginepnya pasti di kita...
Makanya, keputusan mendadak buat meninggalkan Fulda dan apartemen ini memang cukup berat buat gue pribadi. Tapi mao gimana lagi?
8. Waldschulstr. (Griesheim, Frankfurt am Main)
Tentang apartemen ini udah pernah gue ceritain di posting yang lalu. Yah... sejauh ini, gue cukup puas sih... Ngebersihinnya jauh lebih gampang karena apartemennya memang jauh lebih kecil. Tapi karena kita tinggal di perempatan (walau perempatan kecil doang), debunya memang agak gila2an.
Tentang Waldschulstr. memang belum banyak yang bisa dikenang, bahkan kita masih harus banyak menghias apartemen mungil ini supaya lebih nyaman lagi... Masih harus pasang gorden dan mempermanis ruangan.. (gue sampe udah diwanti2 Ody supaya jangan beli pajangan yang aneh2 yang bikin penuh kamar ^^)
Friday, September 19, 2008
Selingan
Pegawai Baru
Seorang manager di sebuah perusahaan melihat ada seorang pegawai baru. Lalu dia menyuruh pegawai baru itu untuk datang ke ruangannya.
"Siapa namamu?" adalah pertanyaan pertama yang diajukan manager pada pegawai baru itu. "John," jawab si pegawai.
Manager tampak marah, "Dengar...aku nggak tahu tempatmu seperti apa dulu kamu bekerja, tapi aku tidak memanggil karyawanku dengan nama depan mereka. Itu melanggar etika dan akan menjatuhkan martabat. Aku hanya akan memanggil pegawaiku dengan nama keluarganya seperti ... Smith, Jones, Baker... Mengerti, ya? Parakaryawan di sini memanggilku Mr. Robertson.
Nah, karena sekarang masalahnya sudah jelas, katakan siapa nama keluargamu?"
Pegawai itu dengan mengeluh menjawab, "Darling. Nama lengkap saya adalah John Darling."
"Saya setuju, saya panggil kamu John saja........"
Ajal Yang Tertunda
Seorang penjelajah di pedalaman Amazon tiba-tiba saja dikepung sekelompok primitif yang haus darah. "Oo... Tuhan matilah aku," gumamnya.
Tiba-tiba dari langit di atasnya ada kilatan cahaya dan terdengar suara menggema:
"Tidak anakku..., ajalmu belum tiba. Ambillah batu di dekat kakimu itu dan pukul kepala pemimpin mereka yang tepat berdiri di depanmu."
Si penjelajah itu pun mengambil batu dan menyerang pemimpin gerombol itu, dan memukulkan batu itu ke kepala si pemimpin sekuat tenaga hingga ia mati seketika.
Dia berdiri di atas mayat si pemimpin. Seketika 100 orang primitif itu mengepungnya dengan muka sangat marah karena melihat pemimpinnya terbunuh.
Kilatan dari langit itu muncul lagi dengan suara menggema: "Nah, sekarang.... baru ajalmu tiba anakku...."
Masih Bayar
Anak : Ayah berapa sih biaya kalau mau menikah?
Ayah : Sambil memperhatikan wajah anak laki-lakinya yang polos itu. Entahlah nak, karena sampai sekarang Ayah masih bayar terus kepada ibumu.
Kejutan
Seorang Presiden berkata kepada tukang sapu di istana, "Coba buat sebuah kejutan padaku, dan kemudian buat pula permintaan maaf atas kejutan itu yang jauh lebih mengejutkan lagi".
Begitulah, beberapa hari kemudian Sang Presiden sedang berdiri di jendela Istana, memandang keindahan taman di bawahnya. Dengan berjingkat-jingkat si tukang sapu mendekat lalu mencubit pantat Sang Presiden.
"Hei, gila, apa-apaan ini !" teriak Presiden dengan sangat terkejut.
"Oh, maaf, Bapak Presiden," sahut si tukang sapu. "Tadinya saya sangka Bapak adalah Ibu Negara .... "
Berbisa
Dua ekor ular sedang menelusuri sawah mencari mangsa. Tiba- tiba ular pertama bertanya, "Kita ini jenis ular yang berbisa nggak sih?"
"Entahlah, aku tak tahu. Emangnya kenapa?"
"Barusan aku tak sengaja menggigit bibirku ...."
Tiga Kemungkinan
Malam menjelang ujian, seorang mahasiswa melempar undi dengan koin. "Kalau muncul gambar, saya akan tidur; kalau angka, saya akan nonton teve.
Kalau koin ini bisa berdiri, saya akan belajar."
Filsuf Sakti
Tiga orang filsuf bermaksud untuk bersemedi di tepi sebuah danau. "Waduh, aku lupa membawa alas duduk," kata filsuf pertama.
Ia lalu pamit, melangkahkan kakinya di atas air danau, dan menyeberanginya menuju ke tempat tinggal mereka di seberang
danau.
Ketika ia sudah kembali, filsuf ke dua berkata,"Aku lupa menjemur bajuku. Aku pergi dulu ya." Ia berjalan di atas air danau dan menyeberanginya dengan mudah.
Filsuf ke tiga berpikir bahwa kedua rekannya itu pasti ingin unjuk kebolehan di hadapannya. "Ah, aku juga bisa. Lihat saja," katanya.
Ia lalu melangkahkan kakinya ke atas air danau dan langsung tenggelam.
Filsuf ke tiga ini berusaha berenang ke tepi, mencoba lagi berjalan di atas air lagi dan gagal.
Ia terus mencoba sampai akhirnya filsuf ke dua berkata kepada filsuf Pertama, "Sebaiknya kita beritahukan saja letak batu-batunya. "
Kendaraan Di Surga
Tiga pria meninggal dan masuk surga.
Surga mempunyai peraturan bahwa setiap orang baik jahat maupun orang baik akan mendapat kendaraan yang pantas dengan perbuatannya.
Lelaki pertama tiba dan malaikat bertanya, "Berapa tahun kamu menikah?"
Jawab lelaki pertama, "20 tahun" "Berapa kali kamu mengkhianati istrimu?" Jawab lelaki pertama, "5 kali"
"Baiklah," jawab sang malaikat, "Kamu boleh masuk tapi hanya mendapat Kijang"
Lelaki pertamapun berlalu dengan Kijangnya.
Berikutnya adalah lelaki kedua. "Berapa tahun kamu menikah?"
Jawab lelaki kedua, "30 tahun" "Berapa kali kamu mengkhianati istrimu?" "2 kali"
"Lumayan... Kamu pantas mendapatkan BMW"
Tibalah kini lelaki ketiga dan malaikatpun mengajukan pertanyaan yang sama yang di jawab si lelaki ketiga, "50 tahun"
"Berapa kali kamu mengkhianati istrimu?" "Tidak pernah" "Luar biasa!
Ini kunci untuk Ferrari"
Suatu hari, tatkala lelaki pertama dan kedua tadi tengah mengendarai mobilnya, mereka melihat lelaki ketiga duduk di tepi jalan sambil menangis.
Mereka menghampirinya dan bertanya "Ngapain kamu nangis? ga' puas sama Ferrari ?"
Jawab lelaki ketiga sambil mengusap air matanya, "Tadi aku berpapasan dengan istriku yang sedang naik sepeda"
Tanpa Kata-kata
Kira-kira satu - dua abad yang lalu, Paus memutuskan bahwa seluruh Yahudi harus meninggalkan Roma, yang tentu saja kemudian menimbulkan keresahan dan penolakan dari bangsa Yahudi tersebut.
Kemudian Paus menawarkan untuk mengadakan debat religius dengan seorang anggota komunitas Yahudi, yang mana jika orang Yahudi pilihan tersebut menang, maka bangsa Yahudi boleh tetap tinggal di Roma. Sebaliknya, jika Paus yang menang, maka bangsa Yahudi harus segera meninggalkan Roma.
Bangsa Yahudi sadar, bahwa mereka tidak punya pilihan lain. Lalu mereka kemudian memilih seorang pemuda yang bernama Moishe sebagai calon dari pihak Yahudi. Moishe kemudian mengajukan syarat, dimana, agar lebih menarik, debat dilakukan tanpa berkata-kata.
Paus kemudian menyetujui persyaratan tersebut, lalu pertandingan pun dimulai.
Pada saat debat dimulai, Moishe dan Paus duduk saling berhadapan.
Setelah kira-kira berjalan satu menit, Paus kemudian mengangkat tangannya dan menunjukkan tiga jari.
Moishe memandang sebentar kepada Paus lalu kemudian menunjukkan satu jarinya.
Paus kemudian membentuk lingkaran dengan jarinya di atas kepalanya. Moishe membalas dengan menunjuk ke tanah. Paus lalu mengeluarkan sebuah wafer dan segelas anggur. Dimana kemudian Moishe membalas dengan mengeluarkan sebutir apel.
Paus kemudian berdiri dan berkata ,"Saya menyerah kalah. Orang ini terlalu tangguh. Bangsa Yahudi boleh tinggal." Satu jam
kemudian, Kardinal sibuk menanyai Paus atas apa yang telah terjadi.
Paus menjawab, "Pertama, aku mengangkat tiga jari ku sebagai lambang trinitas. Dia merespon dengan mengangkat satu jarinya untuk mengingatkanku bahwa tetap hanya ada satu Tuhan untuk kedua agama kami.
Kemudian aku membentuk lingkaran disekelilingku yang menunjukkan bahwa Tuhan ada di sekitar kita. Dia membalasnya dengan menunjuk ke tanah dan menunjukkan bahwa Tuhan juga sekarang ada bersama kita.
Aku mengeluarkan sebuah wafer dan segelas anggur menunjukkan bahwa Tuhan akan menebus dosa-dosa kita. Dia kemudian mengeluarkan sebutir apel untuk mengingatkanku akan dosa awal umat manusia. Dia memiliki jawaban atas segalanya. Apa yang dapat aku lakukan ?"
Sementara itu, bangsa Yahudi sibuk mengelilingi moishe. "Apa yang terjadi? " tanya mereka.
"Well," kata Moishe. "Pertama dia mengatakan padaku bahwa bangsa Yahudi memiliki 3 hari untuk pergi dari sini.
Aku katakan padanya bahwa tidak satu orang pun dari kita yang akan pergi.
Kemudian dia mengatakan padaku bahwa seluruh kota akan dibersihkan dari bangsa Yahudi. Kemudian aku tegaskan kepada mereka bahwa kita akan tetap tinggal disini."
"Ya, ya,.. lalu ? "tanya mereka.
"Aku tidak tahu," kata Moishe. "Dia mengeluarkan bekalnya dan aku pun mengeluarkan bekalku."
Pemadam Kebakaran
Pada suatu hari,terjadi kebakaran di sebuah sumur minyak.Perusahaan pemilik sumur minyak itu memanggil petugas pemadam kebakaran yang sudah ahli.
Lalu datanglah sekitar 15 mobil pemadam kebakaran yang elit. Ternyata panas yang dikeluarkan api itu terlalu tinggi.. sampai2
mereka tidak bisa mendekat lebih dari jarak 1 km dari sumur itu.
Pada saat semuanya merasa putus asa, datanglah sebuah mobil pemadam kebakaran yang sudah agak tua.Sambil terseok seok mobil itu melaju dan berhenti pada jarak 10 m dari sumur yang panas itu.
Lalu petugas di dalamnya berlompatan keluar dan saling menyiramkan air pada diri mereka masing2 dan berhasil menaklukkan api tersebut.
Karena senang dan merasa diselamatkan, pemilik perusahaan itu memberikan hadiah sebesar 50 juta pada tim yang berani itu.Lalu
pemilik perusahaan minyak itu bertanya : "Akan diapakan uang sebesar itu?" Ketika diberi pertanyaan itu, pimpinan regu tersebut menjawab dengan nada datar, "Pertama-tama kami ingin memperbaiki rem mobil sialan itu!".
Si Anto
Si Anto adalah anak SD kelas satu......selain juara di kelasnya, dia cukup ganteng juga lah. Dia punya satu teman sekolah namanya
Clara....si Clara cantik dan manis.
Singkat cerita, si Anto jatuh hati sama si Clara...ternyata Clara juga punya hati ama si Anto. Suatu hari, karena kagak tahan lagi si
Anto berkata kepada si Clara, "Clara, kamu tahu aku suka kepadamu.
Sayang kita masih kecil.....bila nanti kita udah dewasa, kita menikah ya...?!"
Dengan wajah yang memerah merona, si Clara menjawab "Anto, bukannya aku menolak....aku sih mau aja...Tapi dalam keluarga kami, kami hanya menikah sesama kerabat saja.
Paman menikah dengan bibi, kakek menikah dengan nenek, dan bahkan papa menikah dengan mama......
padahal kan kamu bukan kerabat aku Anto."
Mendengar jawaban si Clara, si Anto tidak masuk satu minggu karena patah hati....
Tiga Monyet
Adaseorang bapak ingin membeli seekor monyet.
Maka pergilah ia ke pasar monyet. Disana ia ketemu dengan seorang penjual monyet yang sedang menjual tiga ekor monyet.
Monyet-monyet itu terdiri dari monyet besar sedang dan kecil.
Sang bapak kemudian menawar untuk monyet yang besar.
Bapak : "Berapa harga monyet yang itu bang?", sambil menunjuk monyet yang besar.
Pedagang : "Oh itu 1 juta pak."
Bapak : "Lho kok mahal sekali ya!"
Pedagang : "Oh tentu saja, Pak. Monyet itu bisa menari"
"Oh, bagus sekali ya!", timpal sang bapak.
"Kalo yang sedangnya, berapa mas?", lanjut sang Bapak.
"Oh itu 1,5 juta pak," kata si penjual.
"Lho kok lebih mahal bang!", protes sang bapak.
"Oh iya, Pak. Selain bisa nari dia juga bisa nyanyi", kata penjual.
Bukan main kagumnya bapak tersebut. Tapi untuk menghemat biaya maka si bapak menawar untuk monyet yang kecil.
"Kalo gitu saya yang kecil saja deh," kata bapak.
"Oh kalo yang itu harganya 2 juta pak,"kata si penjual.
"Lho kok lebih mahal lagi bang? Emangnya dia bisa apa saja sih?" kata bapak itu.
"Oh kalo yang itu saya tidak tahu pak," kata penjual.
"Trus kenapa harganya paling mahal?" tanya si bapak.
Dengan tenang si penjual menjawab, "Yang saya tahu kedua monyet ini memanggil bos padanya."
Kura-kura Kecil dan Sepasang Burung
Seekor kura-kura kecil sedang memanjat pohon dengan sangat perlahan. Setelah berjam-jam akhirnya dia sampai juga di puncak pohon. Kemudian dari puncak pohon dia melompat ke udara dan melambai lambaikan kedua kaki depannya, lalu jatuh gedebug ketanah dengan keras. Lalu pingsan...
Setelah siuman dari pingsannya, dia mulai lagi memanjat pohon tadi, kemudian melompat lagi keudara dan jatuh gedebug lagi ketanah.
Begitu dilakukan kura kecil itu hingga berurang kali, sementara sepasang burung yang hinggap di dahan pohon itu terus mengawasi kura-kura kecil yang sudah sekarat kesakitan itu.
Tiba-tiba burung betina berkata kepada burung jantannya, "Mas.., saya rasa sudah waktunya kita berterus terang kepada kura-kura kecil kita kalau dia itu kita adopsi".
Mas Bambang
Atas saran dokter, Bambang disuruh opname di rumah sakit Singapore karena penyakitnya agak parah.
Sesampainya di RS, Bambang dibawa ke kamar dan dipasangin infus kiri kanan.
Beberapa jam kemudian, ada satu lagi pasien orang bule yang keliatannya sakit parah dan ditaro disebelah Bambang.
Si bule walaupun kelihatannya lemah, dia masih mencoba berkomunikasi dengan Bambang. Dia mengangkat tangannya dg susah payah dan bilang, "American...
" Bambang yg juga sedang lemah, menjawab, "Indonesian. .."
Setelah itu dua2nya pingsan karena kelelahan. Beberapa jam kemudian mereka siuman dan mencoba berkomunikasi lagi.
Si bule berkata dg lemah, "James...." dijawab dg susah payah oleh Bambang, "Bambang.... " abis itu mereka pingsan lagi.
Beberapa jam kemudian setelah siuman, mereka berdua masih mencoba melanjutkanpembicaraannya. " Texas ...." kata si bule,
dijawab Bambang, "Cilacap.... " pingsan lagi.
Tak lama kemudian mereka sadar dan lagi2 masih mencoba untuk ngobrol. Si bule yg udah ampir kehabisan napas
bilang,"Cancer. .." Dan dengan sisa2 napas yang ada Bambang nyahut, "Sagitarius. ..."
Seorang manager di sebuah perusahaan melihat ada seorang pegawai baru. Lalu dia menyuruh pegawai baru itu untuk datang ke ruangannya.
"Siapa namamu?" adalah pertanyaan pertama yang diajukan manager pada pegawai baru itu. "John," jawab si pegawai.
Manager tampak marah, "Dengar...aku nggak tahu tempatmu seperti apa dulu kamu bekerja, tapi aku tidak memanggil karyawanku dengan nama depan mereka. Itu melanggar etika dan akan menjatuhkan martabat. Aku hanya akan memanggil pegawaiku dengan nama keluarganya seperti ... Smith, Jones, Baker... Mengerti, ya? Parakaryawan di sini memanggilku Mr. Robertson.
Nah, karena sekarang masalahnya sudah jelas, katakan siapa nama keluargamu?"
Pegawai itu dengan mengeluh menjawab, "Darling. Nama lengkap saya adalah John Darling."
"Saya setuju, saya panggil kamu John saja........"
Ajal Yang Tertunda
Seorang penjelajah di pedalaman Amazon tiba-tiba saja dikepung sekelompok primitif yang haus darah. "Oo... Tuhan matilah aku," gumamnya.
Tiba-tiba dari langit di atasnya ada kilatan cahaya dan terdengar suara menggema:
"Tidak anakku..., ajalmu belum tiba. Ambillah batu di dekat kakimu itu dan pukul kepala pemimpin mereka yang tepat berdiri di depanmu."
Si penjelajah itu pun mengambil batu dan menyerang pemimpin gerombol itu, dan memukulkan batu itu ke kepala si pemimpin sekuat tenaga hingga ia mati seketika.
Dia berdiri di atas mayat si pemimpin. Seketika 100 orang primitif itu mengepungnya dengan muka sangat marah karena melihat pemimpinnya terbunuh.
Kilatan dari langit itu muncul lagi dengan suara menggema: "Nah, sekarang.... baru ajalmu tiba anakku...."
Masih Bayar
Anak : Ayah berapa sih biaya kalau mau menikah?
Ayah : Sambil memperhatikan wajah anak laki-lakinya yang polos itu. Entahlah nak, karena sampai sekarang Ayah masih bayar terus kepada ibumu.
Kejutan
Seorang Presiden berkata kepada tukang sapu di istana, "Coba buat sebuah kejutan padaku, dan kemudian buat pula permintaan maaf atas kejutan itu yang jauh lebih mengejutkan lagi".
Begitulah, beberapa hari kemudian Sang Presiden sedang berdiri di jendela Istana, memandang keindahan taman di bawahnya. Dengan berjingkat-jingkat si tukang sapu mendekat lalu mencubit pantat Sang Presiden.
"Hei, gila, apa-apaan ini !" teriak Presiden dengan sangat terkejut.
"Oh, maaf, Bapak Presiden," sahut si tukang sapu. "Tadinya saya sangka Bapak adalah Ibu Negara .... "
Berbisa
Dua ekor ular sedang menelusuri sawah mencari mangsa. Tiba- tiba ular pertama bertanya, "Kita ini jenis ular yang berbisa nggak sih?"
"Entahlah, aku tak tahu. Emangnya kenapa?"
"Barusan aku tak sengaja menggigit bibirku ...."
Tiga Kemungkinan
Malam menjelang ujian, seorang mahasiswa melempar undi dengan koin. "Kalau muncul gambar, saya akan tidur; kalau angka, saya akan nonton teve.
Kalau koin ini bisa berdiri, saya akan belajar."
Filsuf Sakti
Tiga orang filsuf bermaksud untuk bersemedi di tepi sebuah danau. "Waduh, aku lupa membawa alas duduk," kata filsuf pertama.
Ia lalu pamit, melangkahkan kakinya di atas air danau, dan menyeberanginya menuju ke tempat tinggal mereka di seberang
danau.
Ketika ia sudah kembali, filsuf ke dua berkata,"Aku lupa menjemur bajuku. Aku pergi dulu ya." Ia berjalan di atas air danau dan menyeberanginya dengan mudah.
Filsuf ke tiga berpikir bahwa kedua rekannya itu pasti ingin unjuk kebolehan di hadapannya. "Ah, aku juga bisa. Lihat saja," katanya.
Ia lalu melangkahkan kakinya ke atas air danau dan langsung tenggelam.
Filsuf ke tiga ini berusaha berenang ke tepi, mencoba lagi berjalan di atas air lagi dan gagal.
Ia terus mencoba sampai akhirnya filsuf ke dua berkata kepada filsuf Pertama, "Sebaiknya kita beritahukan saja letak batu-batunya. "
Kendaraan Di Surga
Tiga pria meninggal dan masuk surga.
Surga mempunyai peraturan bahwa setiap orang baik jahat maupun orang baik akan mendapat kendaraan yang pantas dengan perbuatannya.
Lelaki pertama tiba dan malaikat bertanya, "Berapa tahun kamu menikah?"
Jawab lelaki pertama, "20 tahun" "Berapa kali kamu mengkhianati istrimu?" Jawab lelaki pertama, "5 kali"
"Baiklah," jawab sang malaikat, "Kamu boleh masuk tapi hanya mendapat Kijang"
Lelaki pertamapun berlalu dengan Kijangnya.
Berikutnya adalah lelaki kedua. "Berapa tahun kamu menikah?"
Jawab lelaki kedua, "30 tahun" "Berapa kali kamu mengkhianati istrimu?" "2 kali"
"Lumayan... Kamu pantas mendapatkan BMW"
Tibalah kini lelaki ketiga dan malaikatpun mengajukan pertanyaan yang sama yang di jawab si lelaki ketiga, "50 tahun"
"Berapa kali kamu mengkhianati istrimu?" "Tidak pernah" "Luar biasa!
Ini kunci untuk Ferrari"
Suatu hari, tatkala lelaki pertama dan kedua tadi tengah mengendarai mobilnya, mereka melihat lelaki ketiga duduk di tepi jalan sambil menangis.
Mereka menghampirinya dan bertanya "Ngapain kamu nangis? ga' puas sama Ferrari ?"
Jawab lelaki ketiga sambil mengusap air matanya, "Tadi aku berpapasan dengan istriku yang sedang naik sepeda"
Tanpa Kata-kata
Kira-kira satu - dua abad yang lalu, Paus memutuskan bahwa seluruh Yahudi harus meninggalkan Roma, yang tentu saja kemudian menimbulkan keresahan dan penolakan dari bangsa Yahudi tersebut.
Kemudian Paus menawarkan untuk mengadakan debat religius dengan seorang anggota komunitas Yahudi, yang mana jika orang Yahudi pilihan tersebut menang, maka bangsa Yahudi boleh tetap tinggal di Roma. Sebaliknya, jika Paus yang menang, maka bangsa Yahudi harus segera meninggalkan Roma.
Bangsa Yahudi sadar, bahwa mereka tidak punya pilihan lain. Lalu mereka kemudian memilih seorang pemuda yang bernama Moishe sebagai calon dari pihak Yahudi. Moishe kemudian mengajukan syarat, dimana, agar lebih menarik, debat dilakukan tanpa berkata-kata.
Paus kemudian menyetujui persyaratan tersebut, lalu pertandingan pun dimulai.
Pada saat debat dimulai, Moishe dan Paus duduk saling berhadapan.
Setelah kira-kira berjalan satu menit, Paus kemudian mengangkat tangannya dan menunjukkan tiga jari.
Moishe memandang sebentar kepada Paus lalu kemudian menunjukkan satu jarinya.
Paus kemudian membentuk lingkaran dengan jarinya di atas kepalanya. Moishe membalas dengan menunjuk ke tanah. Paus lalu mengeluarkan sebuah wafer dan segelas anggur. Dimana kemudian Moishe membalas dengan mengeluarkan sebutir apel.
Paus kemudian berdiri dan berkata ,"Saya menyerah kalah. Orang ini terlalu tangguh. Bangsa Yahudi boleh tinggal." Satu jam
kemudian, Kardinal sibuk menanyai Paus atas apa yang telah terjadi.
Paus menjawab, "Pertama, aku mengangkat tiga jari ku sebagai lambang trinitas. Dia merespon dengan mengangkat satu jarinya untuk mengingatkanku bahwa tetap hanya ada satu Tuhan untuk kedua agama kami.
Kemudian aku membentuk lingkaran disekelilingku yang menunjukkan bahwa Tuhan ada di sekitar kita. Dia membalasnya dengan menunjuk ke tanah dan menunjukkan bahwa Tuhan juga sekarang ada bersama kita.
Aku mengeluarkan sebuah wafer dan segelas anggur menunjukkan bahwa Tuhan akan menebus dosa-dosa kita. Dia kemudian mengeluarkan sebutir apel untuk mengingatkanku akan dosa awal umat manusia. Dia memiliki jawaban atas segalanya. Apa yang dapat aku lakukan ?"
Sementara itu, bangsa Yahudi sibuk mengelilingi moishe. "Apa yang terjadi? " tanya mereka.
"Well," kata Moishe. "Pertama dia mengatakan padaku bahwa bangsa Yahudi memiliki 3 hari untuk pergi dari sini.
Aku katakan padanya bahwa tidak satu orang pun dari kita yang akan pergi.
Kemudian dia mengatakan padaku bahwa seluruh kota akan dibersihkan dari bangsa Yahudi. Kemudian aku tegaskan kepada mereka bahwa kita akan tetap tinggal disini."
"Ya, ya,.. lalu ? "tanya mereka.
"Aku tidak tahu," kata Moishe. "Dia mengeluarkan bekalnya dan aku pun mengeluarkan bekalku."
Pemadam Kebakaran
Pada suatu hari,terjadi kebakaran di sebuah sumur minyak.Perusahaan pemilik sumur minyak itu memanggil petugas pemadam kebakaran yang sudah ahli.
Lalu datanglah sekitar 15 mobil pemadam kebakaran yang elit. Ternyata panas yang dikeluarkan api itu terlalu tinggi.. sampai2
mereka tidak bisa mendekat lebih dari jarak 1 km dari sumur itu.
Pada saat semuanya merasa putus asa, datanglah sebuah mobil pemadam kebakaran yang sudah agak tua.Sambil terseok seok mobil itu melaju dan berhenti pada jarak 10 m dari sumur yang panas itu.
Lalu petugas di dalamnya berlompatan keluar dan saling menyiramkan air pada diri mereka masing2 dan berhasil menaklukkan api tersebut.
Karena senang dan merasa diselamatkan, pemilik perusahaan itu memberikan hadiah sebesar 50 juta pada tim yang berani itu.Lalu
pemilik perusahaan minyak itu bertanya : "Akan diapakan uang sebesar itu?" Ketika diberi pertanyaan itu, pimpinan regu tersebut menjawab dengan nada datar, "Pertama-tama kami ingin memperbaiki rem mobil sialan itu!".
Si Anto
Si Anto adalah anak SD kelas satu......selain juara di kelasnya, dia cukup ganteng juga lah. Dia punya satu teman sekolah namanya
Clara....si Clara cantik dan manis.
Singkat cerita, si Anto jatuh hati sama si Clara...ternyata Clara juga punya hati ama si Anto. Suatu hari, karena kagak tahan lagi si
Anto berkata kepada si Clara, "Clara, kamu tahu aku suka kepadamu.
Sayang kita masih kecil.....bila nanti kita udah dewasa, kita menikah ya...?!"
Dengan wajah yang memerah merona, si Clara menjawab "Anto, bukannya aku menolak....aku sih mau aja...Tapi dalam keluarga kami, kami hanya menikah sesama kerabat saja.
Paman menikah dengan bibi, kakek menikah dengan nenek, dan bahkan papa menikah dengan mama......
padahal kan kamu bukan kerabat aku Anto."
Mendengar jawaban si Clara, si Anto tidak masuk satu minggu karena patah hati....
Tiga Monyet
Adaseorang bapak ingin membeli seekor monyet.
Maka pergilah ia ke pasar monyet. Disana ia ketemu dengan seorang penjual monyet yang sedang menjual tiga ekor monyet.
Monyet-monyet itu terdiri dari monyet besar sedang dan kecil.
Sang bapak kemudian menawar untuk monyet yang besar.
Bapak : "Berapa harga monyet yang itu bang?", sambil menunjuk monyet yang besar.
Pedagang : "Oh itu 1 juta pak."
Bapak : "Lho kok mahal sekali ya!"
Pedagang : "Oh tentu saja, Pak. Monyet itu bisa menari"
"Oh, bagus sekali ya!", timpal sang bapak.
"Kalo yang sedangnya, berapa mas?", lanjut sang Bapak.
"Oh itu 1,5 juta pak," kata si penjual.
"Lho kok lebih mahal bang!", protes sang bapak.
"Oh iya, Pak. Selain bisa nari dia juga bisa nyanyi", kata penjual.
Bukan main kagumnya bapak tersebut. Tapi untuk menghemat biaya maka si bapak menawar untuk monyet yang kecil.
"Kalo gitu saya yang kecil saja deh," kata bapak.
"Oh kalo yang itu harganya 2 juta pak,"kata si penjual.
"Lho kok lebih mahal lagi bang? Emangnya dia bisa apa saja sih?" kata bapak itu.
"Oh kalo yang itu saya tidak tahu pak," kata penjual.
"Trus kenapa harganya paling mahal?" tanya si bapak.
Dengan tenang si penjual menjawab, "Yang saya tahu kedua monyet ini memanggil bos padanya."
Kura-kura Kecil dan Sepasang Burung
Seekor kura-kura kecil sedang memanjat pohon dengan sangat perlahan. Setelah berjam-jam akhirnya dia sampai juga di puncak pohon. Kemudian dari puncak pohon dia melompat ke udara dan melambai lambaikan kedua kaki depannya, lalu jatuh gedebug ketanah dengan keras. Lalu pingsan...
Setelah siuman dari pingsannya, dia mulai lagi memanjat pohon tadi, kemudian melompat lagi keudara dan jatuh gedebug lagi ketanah.
Begitu dilakukan kura kecil itu hingga berurang kali, sementara sepasang burung yang hinggap di dahan pohon itu terus mengawasi kura-kura kecil yang sudah sekarat kesakitan itu.
Tiba-tiba burung betina berkata kepada burung jantannya, "Mas.., saya rasa sudah waktunya kita berterus terang kepada kura-kura kecil kita kalau dia itu kita adopsi".
Mas Bambang
Atas saran dokter, Bambang disuruh opname di rumah sakit Singapore karena penyakitnya agak parah.
Sesampainya di RS, Bambang dibawa ke kamar dan dipasangin infus kiri kanan.
Beberapa jam kemudian, ada satu lagi pasien orang bule yang keliatannya sakit parah dan ditaro disebelah Bambang.
Si bule walaupun kelihatannya lemah, dia masih mencoba berkomunikasi dengan Bambang. Dia mengangkat tangannya dg susah payah dan bilang, "American...
" Bambang yg juga sedang lemah, menjawab, "Indonesian. .."
Setelah itu dua2nya pingsan karena kelelahan. Beberapa jam kemudian mereka siuman dan mencoba berkomunikasi lagi.
Si bule berkata dg lemah, "James...." dijawab dg susah payah oleh Bambang, "Bambang.... " abis itu mereka pingsan lagi.
Beberapa jam kemudian setelah siuman, mereka berdua masih mencoba melanjutkan
dijawab Bambang, "Cilacap.... " pingsan lagi.
Tak lama kemudian mereka sadar dan lagi2 masih mencoba untuk ngobrol. Si bule yg udah ampir kehabisan napas
bilang,"Cancer. .." Dan dengan sisa2 napas yang ada Bambang nyahut, "Sagitarius. ..."
Penyakitan...
Waktu kecil, gue bener2 jarang sakit. Apalagi kalo dibandingin sama kakak gue yang sering bolak-balik ke dokter. Sampe2 gue dijulukin "Traktor" karena itu.
Tapi... seiring berjalannya waktu, semua berubah. Makan keripik sedikit langsung kena radang tenggorokan, tiap bulan selalu sakit gara2 haid (bisa sampe seharian terkapar di ranjang), gampang ketularan flu atau radang paru2, kena usus buntu, 3 kali kena tipes (dalam selang waktu tiap 2 tahun), 1 kali kena demam berdarah, dan... Blasen Entzündung!!!!!! (Penyakit yang satu ini, sayangnya gue gak tau bahasa indonya apa. Setelah iseng2 cari di internet, ternyata istilah medinya Cystitis. )
Lucunya, dulu gue sempet berteori bahwa gue akan selalu kena tipes setiap dua tahun. Soalnya memang itulah yang terjadi waktu itu. Apalagi ketika mendengar bahwa nyokap gue kena tipes pas gue masih di dalam perutnya (jadi... gak heran kan kalo penyakit itu tetap ada di darah gue dan tiap dua tahun bangun dari tidur panjang....). Tapi setelah gue berangkat ke Jerman, teori ngasal gue terbukti salah. Entah karena itu merupakan penyakit tropis atau karena makanan di sini terlalu bersih (makanya makanan sini gak seenak di indo... biasanya, makin jorok makin enak kan? :P)...
Tapi, sejak di Jerman, gue jadi punya penyakit baru yang setiap tahun selalu menghampiri (biasanya pada musim peralihan dari panas ke dingin seperti sekarang2 ini). BlasenEntzündung mungkin gak separah tipes ato demam berdarah yang membuat panas tinggi sampe 41 derajat atau bisa menyebabkan kematian kalo gak cepet2 ditangani. Namanya juga penyakit... tetep aja membuat tersiksa.... Dan gue rasa hampir semua perempuan di Jerman pernah mengalami ini.
Gejalanya: beser alias bolak balik buang air kecil, urine yang berwarna pekat, rasa sakit ketika buang air kecil, dan adanya darah di urine...
Penyebab utamanya: kurang minum (yang sama dengan kurang buang air kecil), hubungan intim, dan kedinginan.
Apa boleh buat... gue memang selalu suka lupa minum dan suka salah kostum di hari2 begini... Sedihnya, kalo udah kena sekali, bakal terus2an kena... Jadi, teori baru gue... "selama gue tinggal di negara yang ada musim dingin, tiap tahun gue bakal kena Blasen Entzündung"
*sigh* kok jadi nyumpahin diri sendiri ya?
Tapi... seiring berjalannya waktu, semua berubah. Makan keripik sedikit langsung kena radang tenggorokan, tiap bulan selalu sakit gara2 haid (bisa sampe seharian terkapar di ranjang), gampang ketularan flu atau radang paru2, kena usus buntu, 3 kali kena tipes (dalam selang waktu tiap 2 tahun), 1 kali kena demam berdarah, dan... Blasen Entzündung!!!!!! (Penyakit yang satu ini, sayangnya gue gak tau bahasa indonya apa. Setelah iseng2 cari di internet, ternyata istilah medinya Cystitis. )
Lucunya, dulu gue sempet berteori bahwa gue akan selalu kena tipes setiap dua tahun. Soalnya memang itulah yang terjadi waktu itu. Apalagi ketika mendengar bahwa nyokap gue kena tipes pas gue masih di dalam perutnya (jadi... gak heran kan kalo penyakit itu tetap ada di darah gue dan tiap dua tahun bangun dari tidur panjang....). Tapi setelah gue berangkat ke Jerman, teori ngasal gue terbukti salah. Entah karena itu merupakan penyakit tropis atau karena makanan di sini terlalu bersih (makanya makanan sini gak seenak di indo... biasanya, makin jorok makin enak kan? :P)...
Tapi, sejak di Jerman, gue jadi punya penyakit baru yang setiap tahun selalu menghampiri (biasanya pada musim peralihan dari panas ke dingin seperti sekarang2 ini). BlasenEntzündung mungkin gak separah tipes ato demam berdarah yang membuat panas tinggi sampe 41 derajat atau bisa menyebabkan kematian kalo gak cepet2 ditangani. Namanya juga penyakit... tetep aja membuat tersiksa.... Dan gue rasa hampir semua perempuan di Jerman pernah mengalami ini.
Gejalanya: beser alias bolak balik buang air kecil, urine yang berwarna pekat, rasa sakit ketika buang air kecil, dan adanya darah di urine...
Penyebab utamanya: kurang minum (yang sama dengan kurang buang air kecil), hubungan intim, dan kedinginan.
Apa boleh buat... gue memang selalu suka lupa minum dan suka salah kostum di hari2 begini... Sedihnya, kalo udah kena sekali, bakal terus2an kena... Jadi, teori baru gue... "selama gue tinggal di negara yang ada musim dingin, tiap tahun gue bakal kena Blasen Entzündung"
*sigh* kok jadi nyumpahin diri sendiri ya?
Subscribe to:
Posts (Atom)