Showing posts with label travel. Show all posts
Showing posts with label travel. Show all posts

Friday, February 27, 2009

My Zeil

26 Februari 2009, 18:30




Hari ini, Zeil terlihat lebih ramai dari biasanya.... ada apa gerangan?


Oooh....!!!
ternyata mall yang ditunggu2 sudah buka!

Yup! i'm talking about "My Zeil" here.......


Tampak luar "My Zeil" dengan lobang uniknya yang memikat para pengunjung... (dan sudah dibahas lama sebelumnya oleh penduduk frankfurt... "mall baru? ooh yang gedungnya bolong itu ya?")


Bisa dilihat, betapa banyaknya orang yang penasaran dengan isi gedung yang sudah berbulan2 dibahas dan dinanti2kan... eskalator di sebelah kanan ( yang menghubungkan lantai paling atas dengan lantai dasar) pun penuh dengan manusia....


nice view... huh?

Monday, December 15, 2008

Dialogmuseum

Dialogmuseum merupakan sebuah museum yang tidak memperlihatkan koleksi karya seni ataupun benda bersejarah. Bisa dibilang, museum ini adalah satu2nya museum yang tidak memperlihatkan apa2.

Di sana para pengunjung menjalani sebuah tour kecil di sebuah ruangan yang sangat gelap, dimana indera penglihatan tidak dapat dipergunakan sama sekali. Dengan bekal sebuah tongkat (yang biasa dipakai orang buta) dan seorang guide (yang ternyata juga buta), para pengunjung dibuat sedemikian rupa meninggalkan indera penglihatan dan memaksa indera2 lainnya untuk bekerja.

Ruangan gelap itu terdiri dari berbagai macam situasi. Situasi pertama adalah sebuah hutan. Di sana ada berbagai macam background suara binatang dan bunyi percikan air. Bahkan ada air mancur kecil. Lantai yang kita pijak pun bermacam2... ada yang berpasir dan berlumut. Ada sebuah kali kecil yang mengalir, dan pengunjung dibuat seakan2 menyebrangi kali tersebut melalui jembatan kayu yang agak tidak stabil.

Setelah itu pengunjung diajak untuk duduk dan diam, sambil mendengarkan sebuah musik dari berbagai macam bunyi2an (maksudnya, bukan hanya bunyi alat musik, tapi juga bunyi lainnya seperti bunyi ketukan gelas atau suara orang ngorok). Ternyata mendengarkan musik di dalam keadaan gelap gulita memberikan efek yang lain daripada biasanya.

Berikutnya, pengunjung dibawa ke sebuah "kapal" dan dibuat seakan2 melanjutkan perjalanan melalui entah sungai atau melewati sebuat danau. Untungnya perjalanan itu cuman sebentar, karena kalau lama pasti cukup membuat "mabuk laut" (terlepas apa yang kita naikin memang kapal beneran atau boongan).

Lalu, para pengunjung sampai di sebuah kota : dengan background suara lalu lintas, gedung2 dengan permukaan dinding yang mempunyai material yang berbeda (tentu saja dengan pintu dan jendela), sebuah mobil yang diparkir di pinggir jalan, lampu penyebrangan, telpon umum, dan kotak surat. Itu semua dirasakan para pengunjung melalui indera sentuhan, suara, dan indera lainnya.

Dan akhirnya pengunjung tiba di sebuah bar, dipersilahkan memesan makanan ringan dan minuman, lalu duduk2 sambil ngobrol ngalur ngidul dengan guidenya. Lagi2... makan dan minum di tempat yang gelap gulita juga merupakan pengalaman tersendiri.

Sayangnya, para pengunjung sama sekali tidak melihat wajah guide-nya. Walau penasaran, tapi kita semua pada akhirnya mengerti karena kalau kita "memaksa" untuk bisa melihat wajah si guide, pasti gak adil juga, karena toh guidenya gak bisa melihat wajah kita.

Museum ini benar2 membuat para pengunjungnya "melihat" dunia dari kacamata orang buta. Tanpa sadar, dalam hidup ini 80% kita menggunakan indera penglihatan dan 20% untuk indera lainnya. Dan setelah "tour" di museum ini, pengunjung dibuat menyadari bahwa betapa pentingnya 20% itu.

Bener2 gak kebayang kalau nasib gue seperti Hellen Keller.... gak bisa melihat aja rasanya udah merana banget, gimana kalau ditambah gak bisa mendengar juga... Kita memang harus amat sangat bersyukur dilahirkan normal.....

Sunday, November 23, 2008

KL & SG Visit, Oktober 2006

Sewaktu iseng melihat2 foto2 lama, gue jadi pengen tulis cerita perjalanan gue ke Kuala Lumpur dan Singapura waktu liburan Lebaran 2 tahun yang lalu. Waktu itu gue memang sudah lama berencana untuk pulang ke indo selama 6 bulan buat praktikum. Tapi sebelum itu, mumpung memang lagi pada libur Lebaran, Lisa ngajak gue jalan2 ke KL dan SG. Bonyok untungnya berbaik hati memberi kesempatan itu. Apalagi di KL ada adiknya Lisa, dan di SG ada sepupu gue... kita juga udah dianggap "gede" dan bisa "jaga diri" :P... intinya... perjalanan dimulai!


21 Oktober 2006 - day 1 -

Kita berangkat dari Jakarta menuju Kuala Lumpur dengan Lion Air. Pesawatnya lumayan lah... untungnya saat itu belum ada kasus pesawat jatuh.. jadi kita juga gak takut2 amat.

Sampai di KL, kita dijemput Aswin, adiknya Lisa dan setelah itu kita naek taksi ke apartemennya Jeha, temannya Lisa (yang ternyata pacarnya Sanrio, temen SMA kita juga), yang bersedia memberikan tempat buat kita nginep :)

Gue agak lupa apartemen itu ada di daerah mana... berhubung ada tour guide, gue cenderung gak pegang peta atau apapun... :P Eniwei.. setelah taro2 barang, kita ke mall yang ada di dekat situ. Mallnya bentuknya lucu juga... konsepnya seperti piramid dan sphinx. Dalemnya sih gak jauh beda sama mall2 di indo. Dan Lisa pun mulai berburu sepatu..... ^^




Malamnya, kita cabut ke Zouk Club. Sebenernya gue gak tertarik, tapi karena Lisanya kepengen banget, jadi ya udah... ayo2 aja.... waktu itu Aswin juga bawa pasukan... Karena rame2, jadi bisa buka meja juga... lumayan, jadi bisa duduk2....


Malam itu, gue cuman bisa menikmati segelas JD (itu pun udah dicampur cola) dan berbatang2 rokok (gue gak pernah ngerokok lebih banyak daripada malam itu), sambil "menjaga" anak2 lainnya. Intinya sih, ngejagain Lisa yang entah kenapa mabok berat, sekaligus wanti2 Aswin supaya jangan mabok soalnya dia yang nyetir pulang.... sisanya sih bodo amat ^^

Lucu juga sih inget2 si Lisa yang bentar2 buka kaca mobil dan muntah di jalanan besarnya Kuala Lumpur... memang tak terlupakan... :)
22. Oktober 2006 - day 2 -

Hari ini kita ke Genting Highland. Pengennya sih berangkat subuh, tapi kita aja baru pulang dari Zouk jam 3 pagi... akhirnya agak ngaret deh. Perjalanannya memang agak menyeramkan. Gue yang duduk manis di belakang aja serem, gimana yang nyetir ya... ^^ Soalnya hari itu cuaca jelek, berkabut, dan jalanannya 10x lebih menyeramkan daripada Puncak. Bahkan kita banyak melihat mobil kecelakaan di kiri dan kanan.

Genting Highland ternyata seperti sebuat Mall raksasa di atas gunung. Terus terang agak kecewa dengan casinonya yang terlihat seperti Ding Dong... dan kecewa juga karena cuaca yang jelek bikin gue gak bisa menikmati roller coaster di luar...

Eniwei... Mall kali ini memang agak gak biasa... agak mirip sama Mega Mall, karena di dalamnya ada sejenis atraksi Dufan mini, misalnya Bianglala mini, Jet Coaster mini, dsb... Berhubung waktu itu akhir Oktober, thema dekorasinya jadi serba Halloween. Di sana ada satu rumah hantu yang kocak banget. Sebenernya sih buat yang lain menyeramkan, tapi entah kenapa gue di dalam situ malah ketawa2 ngeliat anak2 yang lain ketakutan... apalagi Lisa :)


Kita juga masuk ke Believe it or Not... banyak banget hal menarik di sana... Setidaknya yang kayak gitu lebih menarik buat gue daripada toko sepatu :D

Perjalanan pulangnya jauh lebih menyeramkan daripada waktu berangkat.... gue aja sampai berdoa dalam hati... untungnya sih selamat2 aja tuh....

23. Oktober 2006 - day 3 -

Hari ini kita Mall Hopping. Gue agak lupa kita kemana aja, yang pasti sih kita jalan2 di Bukit Bintang. Tempatnya lumayan enak juga.. Kalo gak salah, kita juga pergi ke tempat yang mirip2 mangdu gitu... Well, intinya sih hari itu kita bener2 cuman jalan2 shopping doang...

Kita juga sempet mampir ke kos-annya Aswin. Agak shock juga sih melihat keadaannya. Kamarnya kecil, tanpa jendela, dan AC di situ harus nyala 24 jam... Bener2 gak sehat ^^

Menjelang sore, kita ke KLCC.. Di situlah 2 menara Petronas yang super tinggi itu berdiri. Keren juga... Kita sampe extra melihat gedung itu 2 kali... di saat masih terang sama ketika malam tiba dan lampu2 dinyalakan.. Sayangnya kita gak sempet naek ke atas.



Mall yang berada di bawahnya juga gede banget. Hari itu kita udah gak balik ke apartemen, dan gak sempet mandi juga... Badan pun udah gerah banget rasanya karena seharian jalan. Untungnya di dalam sana ada satu Toilet khusus yang masuknya bayar sekian Ringgit (lupa), di dalamnya disediain lotion, parfum, dll. Di dalam situ ada ibu2 yang bekerja ngejagain, dan ternyata dia TKI. Sehabis ngobrol2 dan sedikit bersih2 badan, kita cabut ke terminal...

Terminalnya mirip seperti terminal di indo.. memang agak serem, tapi ternyata tidak menyeramkan seperti di indo.. Kita juga udah sempet takut aja Busnya jelek, banyak orang aneh, dsb... Nyebelinnya, kita salah informasi... jadi kita sempet lama menunggu di tempat yang salah.. untung aja gak ditinggal. Busnya ternyata juga bagus, bersih, berAC, dan penumpangnya juga gak nyerem2in..

Dari situ kita melanjutkan perjalanan menuju Singapura melalui jalan darat. Perjalanannya kira2 5 jam... Rencananya sih pengen tidur di Bus aja... tapi malah gak bisa tidur karena ada orang yang bentar2 buang reak di dalam Bus. Haiiissyhhhh.....

24. Oktober 2006 - day 4 -

Subuhnya kita nyampe di Singapura. Imigrasinya memang agak membingungkan, dan kali ini gue juga harus buka peta buat bisa nyampe ke rumah sepupu gue tanpa nyasar. Biar agak ngirit dikit, kita juga gak mao langsung naek taksi dari terminal, tapi naek Bus dulu ke Halte terdekat, baru dari situ naek taksi...

Kocaknya, kita sempet berhenti di rumah yang salah.. Alamatnya memang mirip, dan gue lupa satu detail yang penting. Untung waktu rumah itu lagi gak ada orangnya (soalnya dibell2 gak ada yang keluar), dan setelah nanya orang yang lagi jogging di situ, ternyata kita emang beneran salah alamat. Akhirnya kita harus jalan beberapa gang dengan mata kurang tidur sambil nyeret2 koper...

Sesampai di sana, kita malah gak mao tidur.. soalnya kan sayang waktunya.. Akhirnya kita (gue, Lisa, temennya Lisa -lupa namanya- , dan satu keponakan gue) memutuskan untuk jalan2 ke Sentosa Island.

Sentosa Island memang banyak berubah.. setidaknya jauh berbeda daripada waktu gue ke sana 13 tahun sebelumnya... Banyak yang sudah ditutup dan katanya sih di sana bakal dibangun casino gede.. Setelah bosan, kita dari sana maen2 ke Vivo City.. satu mall baru yang belum lama ini baru jadi...

Setelah itu kita ke Little India... di situ ada toko namanya Mustafa yang menjual barang2 bermerk (biasanya sih jam, kacamata) dengan harga yang agak lebih murah. Tempatnya mirip2 pasar baru.. agak kaget juga.. ternyata di SG ada juga tempat yang kayak begini..

25. Oktober 2006 - day 5 -

Hari itu kita bangun siang... maklum, tepar... Dan gue dapet sms yang tak terduga... Eniwei... hari itu kita bertemu seorang teman lama.. sayang cuacanya jelek, jadi mao gak mao kita masuk dari satu gedung ke gedung lain, dan akhirnya malah nongkrong lama di McD.

Malamnya, ada Photo Session kecil2an. Kita diajak ke satu tempat yang banyak gedung2 cina tuanya... keren banget deh foto2 di situ...

26. Oktober 2006 - day 6 -

Terus terang gue agak lupa kita ngapain aja hari itu.. Seinget gue sih lagi2 mall hopping.. pokoknya sampe muak2 deh ngeliatin mall.. Belanja pun tidak, soalnya duitnya udah super tipis gara2 beli jam tangan di Mustafa.



Malamnya kita diajak makan ama sepupu gue dan keluarganya... Tempatnya lumayan enak, dan dari situ bisa ngeliat pemandangan kota yang keren banget... Lalu kita jalan2 di Riverside Point... sambil Photo Session kecil2an lagi ^^


27. Oktober 2006 - day 7 -

Akhirnya perjalanan kita berakhir, dan kita kembali ke Jakarta....

Monday, August 11, 2008

Love Parade

Highway to Love
Dortmund, 19. 07. 2008


Love Parade pertama kali diadakan di Berlin pada tahun 1989, sekitar 4 bulan sebelum runtuhnya Tembok Berlin. Love Parade ini sebenarnya merupakan aksi demonstrasi yang mendukung perdamaian dunia melalui musik.

Sampai tahun 1996, Love Parade diadakan di Kurfürstendamm alias Ku'damm. Namun, karena massa yang datang terlalu banyak dan memadati jalanan2 di sekitarnya, maka pada tahun berikutnya parade ini dipindah ke Strasse des 17. Juni yang cukup luas untuk menampung ratusan ribu pendatang.

Hanya saja..., pada tahun 2007, pemerintah Berlin membatalkan acara tersebut yang sebelumnya sudah direncanakan pada tanggal 07. 07. 2007 (lagi2 angka bagus ^^). Setelah bernegosiasi dengan kota2 lain di Jerman, akhirnya kota2 di daerah Ruhr bersedia menjadi tuan rumah Love Parade berikutnya.

Di tahun 2008 ini, Dortmund dengan bangga menjadi tuan rumah. Katanya sih kali ini merupakan Love Parade yang paling banyak pendatangnya. Ada sekitar 1,6 juta pengunjung... dan gue salah satunya :)



Jam 6 pagi, gue bersama rekan2 seperjuangan, sudah duduk manis di kereta. Hari itu memang sudah direncanakan berbulan2 sebelumnya... dan kita semua tahu bahwa ini bakal jadi hari yang panjang.....

Perjalanan sampai di Dortmund Hbf berjalan 3,5 jam. Rencananya, kita bakal mampir ke rumah seorang teman (Yetty) yang kebetulan tinggal di sana untuk menaruh barang2 bawaan kita yang berat2.. Hanya saja, jalur U-Bahn dan beberapa kereta lain tidak beroperasi alias ditutup karena Love Parade. Jadi kita harus menggunakan jalur2 alternatif yang memakan waktu 1 jam lebih untuk bisa sampai ke tempat tujuan.

Sekitar jam 1 siang, kita sudah berada di jalanan tempat parade itu berlangsung. Dengan alkohol di tangan, kita sudah benar2 sudah siap untuk berjoged-ria. Masih ada waktu 1 jam sampai acara di mulai, namun cuaca hari itu sangat tidak bersahabat. Langit mendung, angin cukup kencang, dan hujan pun datang. Entah kenapa, tepat jam 2 siang awan2 hitam menyingkir dan langit mendadak cerah. Ody sampai berani taruhan bahwa si penyelenggara benar2 meyewa pawang hujan.

Ada sekitar 40 truck yang berjalan pelan2 mengelilingi Bundesstraße 1. Masing2 truck menjalankan musik2 elektronik yang berbeda, tapi gue sendiri gak gitu bisa bedain antara tekno, trance, house, dst, dsb, dll.... Yang penting rame deh... :)



Cuaca yang angot2an membuat kita cukup yakin, bahwa ada momen2 tertentu dimana si pawang tidak kuat lagi menahan sang hujan yang ngotot membasahi kita semua. Rintangan pun bukan hanya sekedar hujan yang membuat kita basah kuyub (lalu kering, terus basah lagi, dst..), tapi hujan mengakibatkan banyaknya genangan air dan lumpur. Kalo udah gitu, jadi gak bisa duduk2 di rumput lagi kalo udah cape.

Belum lagi minimnya sarana WC Toi2 yang ditempatkan cukup jauh. Intinya, kalo mao pipis jadi serba ribet : udah jalannya jauh, ngantri, jorok pula. Belum lagi banyak orang mabok yang emosi maen serobot2an, atau gak sedikit juga yang masuk berdua (hayooo... ngapain tuh?). Alhasil banyak orang, baik pria maupun wanita, yang dengan amat sangat terpaksa buang air di semak2.

Menjelang jam 6 sore, truck2 yang tadi jalan berputar2 mulai satu-persatu berjalan menuju panggung tengah. Di situ nantinya para DJ hebat akan beraksi. Berhubung gue gak gitu ngefans sama jenis musik elektronik, gue cuman kenal satu nama dari sekian banyak yang terkenal : Moby.



Eniwei, perjuangan kita pun dilanjutkan dengan mencari tempat yang strategis yang bisa melihat panggungnya. Tapi, ternyata semua orang berpikiran seperti kita... dan bisa dikira2 kan 1,6 juta berdempet2 di satu tempat? jawabannya : S.U.M.P.E.K

Selain kena sumpek, kita juga harus gigih mendorong satu sama lain dan berusaha supaya tidak terpencar; dengan solusi : berpelukaaaannn... eiits... gak maksud niru teletubbies loh... tapi mao gimana lagi? Dan....tetep aja kita terpencar menjadi 2. Dan di saat yang penting begini, saluran telepon di kota Dortmund tidak sanggup menampung tambahan begitu banyak orang yang saling menelpon untuk bertanya "lo ada di mana?".

Setelah beberapa waktu, akhirnya kita berhasil berkumpul kembali, dan di saat itu kita sudah terlalu lelah untuk lanjut ikutan parade sampai akhir. Sekitar jam 9 malam, kita sudah berada di tempat Yetty lagi. Sambil menunggu kereta (kita beli tiket yang jem 4 pagi), kita mengistirahatkan kaki, membersihkan sepatu dari lumpur, ganti baju, nonton lanjutan Love Parade di tv, ngobrol2 ngalor ngidul, dan curi2 tidur.

Dini hari di Dortmund Hbf juga amat sangat rame sekali. Ternyata gak cuman rombongan kita yang berpikiran untuk berangkat dengan kereta paling pagi di hari berikutnya. Semerbak bau badan bercampur bau lumpur membuat gue jadi teringat masa2 sehabis jam pelajaran olah raga (maen sepak bola sambil nyeker di lapangan sehabis hujan) di sekolah dulu...

Dan akhirnya jam 11 siang, gue bisa menikmati kembali ranjang tercinta....

Wednesday, August 06, 2008

eurotrip 2008

12.07.08 - Paris -

Pukul 06.08, gue udah duduk manis di kereta menuju Paris....
Yup!! Paris!! Setelah sekian lama di Eropa, akhirnya gue dikasih kesempatan mengunjungi kota yang satu ini...

Ceritanya berawal dari Gilsa yang ada Summer Programm di Eropa; tepatnya di Perancis. Waktu itu kita sempet berencana mao pergi ke Rome bareng2. Tapi karena satu atau dua hal, terpaksa rencananya diubah total. Intinya... kita ketemuan di Paris!!! (Komentar Jenny waktu denger hal ini cuman: "asik ye... ketemuan di Paris kayak ketemuan di Mall aja!!"

Lalu... setelah sekian jam duduk manis di kereta (sambil marah2 karena keretanya sempet telat, diubah jalurnya, dsb), akhirnya nyampe juga di tempat tujuan.

Ternyata Gilsa juga udah nunggu beberapa jam di tempat yang dijanjikan. Bukan karena kereta gue yang telat, tapi karena dia harus naek kereta yang paling pagi supaya bisa nyampe di Paris di waktu yang dijanjikan.

Setelah taro barang di hotel, akhirnya tour kita dimulai.

Pertama kita ke gereja bernama The Sacred-Heart Basilica of Montmartre. Sewaktu menuju ke gereja ini, kita harus melewati sebuah pasar (mirip2 Pasar Baru gitu deh) dan ratusan anak tangga. Yup! Gereja ini berdiri di atas bukit. Dan gak heran, ada banyak orang yang duduk2 di rerumputan sambil melihat pemandangan kota Paris dari atas sana.


Setelah itu, kita ke Gereja Notre Dame yang sempet diceritakan di salah satu film kartu Walt Disney. Berhubung ngantrinya amat sangat panjang sekali buat masuk ke dalam, gue cuman sekedar ngintip2 aja dari luar... (maklum, udah bosen ngeliat gereja di Eropa).

Tujuan berikutnya adalah... Eiffel!!! Bangunan besi yang dulu dibenci tapi sekarang malah jadi simbol kota ini. Di sana kita nongkrong cukup lama; bukan karena ingin naik (selain mahal, ngantrinya panjang buangettt), tapi karena nungguin sunset sekalian melihat waktu lampu di Eiffel menyala....

13.07.2008 - Louvre -

Hari ini kita masih di Paris.. bukan buat city tour, tapi buat masuk seharian ke Louvre. Museum yang satu ini memang butuh waktu banyak untuk dilihat semuanya. Bahkan orang bilang 3 hari gak cukup. Tapi kita berhasil melihat semuanya dalam waktu sehari tuh.. (walau banyak yang selewatnya aja..).

Tujuan utama kita mungkin sama seperti tujuan utama orang2 lain... yaitu melihat langsung Monalisa... yang pada kenyataannya lukisannya kecil.. setidaknya dibandingkan lukisan lain yang ditempatkan memenuhi dinding, Monalisa terpajang manis di satu dinding raksasa sendirian dan ditutup oleh kaca. Bahkan para pengunjung diberi pagar pembatas agar tidak dekat2. Dan gue cuman bisa pasrah melihat dari jauh sambil jinjit2.

Untungnya banyak hal yang jauh lebih menarik daripada Monalisa... misalnya peninggalan2 Mesir kuno, daerah Mesopotamia, Persia, dsb dsb...


Sekitar jem 5 sore, kita akhirnya menyerah dan kembali ke hotel buat ngambil barang. Karena besok berangkat ke Berlin naik pesawat pagi, mao gak mao kita harus bermalam di bandara. Bandaranya bukan bandara internasional, tapi bandara kecil yang hanya menampung pesawat2 murah... (makanya bandaranya jauh dan jelek)... Tadinya kita mao nongkrong dulu di Eiffel sambil minum wine (cieh.. gaya...)... tapi berhubung cuaca jelek, akhirnya kita lebih memilih nongkrong di cafe di halte yang gak jauh dari bandara...

Eniwei... di bandara gue cuman bisa tidur setengah jam, sisanya terpaksa melek dan kedinginan.. dan berharap waktu cepat berlalu sampai kita bisa masuk pesawat...

14.07.2008 - Berlin -

Walau sempet bermasalah dengan bagasi dan botol wine, akhirnya kita terbang juga meninggalkan Paris menuju Berlin. Di pesawat gue udah "ngilang" dari take off sampai landing ^^

Sudah 3 kali gue dateng ke kota ini... dan berhubung Gilsa cuman pengen melihat tembok Berlin yang tinggal puingnya doang dan kita cuman punya waktu sehari, akhirnya kita cuman jalan2 ke beberapa tempat yang sering dikunjungi turis di kota ini...

Check Point Charlie - sebuah museum kecil yang menceritakan sejarah2 pahit yang terjadi setelah Perang Dunia ke-2, dimana Jerman dan Berlin terpecah menjadi dua dan kisah2 tentang warga Jerman Timur yang lari ke Jerman Barat dengan cara apapun.

Gedächtnis Kirche - sebuah gereja yang hancur ketika Berlin dibom habis2an, dan gereja ini dibiarkan begitu saja (yaah.. direnovasi dikit2 lah) sebagai peringatan akan perang.

Siegessäule - Tugu Kemenangan... Monasnya Berlin kali ye...

Alexanderplatz - di sana makan Bratwurst dan melihat jam dunia yang sebenernya biasa aja.., cuman dilihat karena sempet nongol di film Bourne (entah Identity atau Supremacy)...

Potsdamerplatz - di sini merupakan salah satu tempat dimana puing Tembok Berlin dibiarkan ada.


Dan sisanya paling Brandenburger Tor dan gedung parlemen....

Hari ini untungnya bisa tidur nyenyak di tempatnya Alex... (danke Lex ^^ )

15.07.2008 - Dresden -

Sekitar jam 1 siang kita sudah berada di Dresden. Gue sendiri baru pertama kali ke sana dan sudah cukup sering mendengar tentang keindahan kota ini... yang sayangnya sewaktu perang lebih dari 90% hancur rata dengan tanah... Di sana kita dijemput temen kampusnya Gilsa, Severina. Kali ini kita punya tour guide yang menemani kita selama jalan2 di sana.

Ternyata Dresden sudah dibangun ulang; bahkan gedung2 tuanya dibangun kembali persis seperti dulu. Di banyak bangunan juga terlihat ada banyak noda hitam pada dinding batunya yang menandakan bangunan tersebut dibangun ulang dengan batu2 yang ada dulu.


Malemnya, kita party di sebuah club kecil barang temen2nya Gilsa dan Severina. Mabok bareng, ngedance bareng, ketawa bareng... n bergadang bareng.....

Yup... another all-nighter....!

16.07.2008 - München -

Tanpa tidur sama sekali, pagi2 kita sudah duduk manis di kereta menuju München. Ini juga sudah yang ke-3 kalinya gue mengunjungi kota yang satu ini; tapi peran tour guide tetap dipegang oleh Bea, teman yang sudah berbaik hati menyediakan tempat dan jasa tour sampai2 dia bolos kuliah :)

Kota München sendiri sebenernya gak gitu banyak yang bisa dilihat; karena kebanyakan tempat bagusnya berada di luar kota. Jadi kita hanya mengunjungi tempat2 yang bisa dijangkau oleh tram dan kaki saja. Lagipula, yang bisa dilihat kota ini bukan hanya gedung saja, tapi kulturnya.. Bahkan banyak orang2 yang masih berkeliaran di kota dengan baju tradisional mereka.

Jadi... yang harus dilakukan di sana adalah:

makan Schweinehaxe n ngebier di Hofbräuhaus


17.07.2008 - Neuschwanstein -

Hari ini kita pergi ke Schloß Neuschwanstein. Seperti yang udah pernah gue tulis di sini, summer 2 tahun yang lalu gue udah pernah ke sana. Hanya saja, keadaan cuaca yang jelek membuat perjalanan kali ini jauh berbeda dari 2 tahun yang lalu.

Waktu kita nyampe di sana, cuacanya sedang hujan deras dan BERKABUT... kurang lebih keadaannya mirip2 seperti di puncak deh... cuman lebih dingin...

Pertama2 gue kira pasti istananya seperti berada di atas awan seperti di salah satu poster yang pernah gue liat. Tapi ternyata kabutnya terlalu tebal sehingga malahan menutupi istananya. Jadi kita sama sekali gak bisa dapet foto yang bagus dari luar.. soalnya yang terlihat cuman sedikit siluetnya doang...


Untung kita punya waktu untuk masuk ke dalam istananya, jadi gak rugi2 amat kita jauh2 dateng ke sana.

Setelah itu kita balik sebentar ke München buat ngambil barang2.. kita cuman punya waktu 50 menit untuk bolak balik antara stasiun dan rumah Bea... yang ternyata mepeeeettt bgt... Soalnya kita sempet itung2, sekali jalan aja sudah abis 20-30 menit... Berkat bantuan Steph dan sedikit lari2, kita nggak ketinggalan kereta....

dan perjalanan dilanjutkan ke Fulda... alias pulang ke rumah (gue) tentunya....


bersambung ke Love Parade

Sunday, August 27, 2006

Neuschwanstein


ini dia kastil yang wajib dikunjungi bila anda mengunjungi jerman...
kastil yang menjadi inspirasinya disneyland...
kastil yang menginspirasikan Katon waktu menciptakan lagu "negri di awan"
kastil yang seperti di negri dongeng...



Setelah 3 tahun punya keinginan terpendam buat pergi ke sana... akhirnya tercapai juga....


Perjalanannya "lumayan" jauh... yah kalo diitung dari fulda sih... hmmm.....

Fulda - München naek ICE sekitar 3 jam...
München - Füssen naek RE sekitar 2 jam...
Füssen - Hohenschwangau naek bus sekitar... yah 15 menit kali ya... *lupa*


Buat yang mao masuk2 ke dalem kastilnya, di Hohenschwangau harus beli tiket tour dulu
harganya buat orang dewasa 9 €, dan buat student 8 € (gak niat banget kasih diskonnya)
dan ngantrinya... hmmm.... kayak ngantri sembako deh... apalagi kalo lagi summer gini.. di mana turis2 dari berbagai negara berdatangan...

Waktu itu kita (gue, ody, anton, natalie) nyampe di hohenschwangau jem 1an, ngantri stgh jeman buat dapet tiket, dan... baru dapet tour masuk neuschwansteinnya jem stgh 6 sore!! alhasil kita berfoto2-ria dulu.. walaupun lagi gerimis..

Di daerah situ memang ada 2 kastil... selaen Neuschwanstein, ada Hohenschwangau di dekat situ...

Hohenschwangau bisa dicapai dengan kaki.. paling 5-10 menit dari tempat beli tiket.. tapi karna gak tertarik, gue gak masuk2 ke dalemnya.. apalagi waktu itu lagi di renovasi.. difoto pun jadinya jelek.. dan berhubung itu bukan tujuan utama kita jadi gak usah kita bahas lebih lanjut... ^^

So...

Untuk ke Neuschwanstein...
bisa dicapai dengan kaki... 30 menit dan nanjak... ^^
naek kereta kuda...
atau naek bus (palingan 5-10 menit)...


Untuk keterangan lebih lengkap, silahkan liat di sini..



Mari gue bercerita sedikit tentang sejarahnya...

Neuschwanstein ini dibangun pada masa kejayaan Raja Ludwig II yang punya "hobby" membangun istana2-gak-penting-tapi-keren.... selaen Neuschwanstein, dia juga membangun istana di Herrenchiemsee, Linderhof, dan Falkenstein (yang mirip dengan Neuschwanstein, tapi lebih keren lagi karena rencananya bakal dibangun di tebing dan berbentuk lebih "dongeng" lagi, tapi sayangnya gak sempet dibangun karena Sang Raja udah keburu wafat duluan)


Bangunan yang terinspirasi dari sebuah kastil di Wartburg ini bergaya Neuromantik ini dirancang oleh Christian Jank; seorang pelukis theater (bener gak nih istilahnya?), bekerja sama dengan arsitek bernama Eduard Riedel (yang setengah mati mewujudkan imajinasinya si Christian Jank ini)...



kastil di Wartburg bei Eisenach



Sayangnya, karena masalah teknologi dan keuangan yang terbatas, terpaksa diadakan perubahan dan penyederhanaan sana sini sehingga agak melenceng dari rancangan yang sebenarnya..

Dan setelah Sang Raja wafat secara misterius pada tahun 1886, pembangunan kastil ini tidak dapat diselesaikan.. walaupun tampak luarnya terlihat jadi, namun di dalamnya hanya 14 kamar yang selesai dibuat (sisanya dibiarkan begitu saja)..



ini dia kamar tidurnya...


Beberapa minggu setelah kematian Sang Raja, istana tersebut langsung dijadikan objek wisata... (Sang Raja hanya sempat tinggal di kastil ini beberapa puluh hari saja... sedih ya!! itu pun kastilnya masih setengah jadi waktu dia tinggal di situ)..


Satu tips lagi buat yang pengen ke sana


Kalau pengen bisa melihat (dan foto2) kastilnya dari angle yang bagus, harus mampir juga ke jembatan bernama Marienbrücke yang ada gak jauh dari situ (hanya 3 menit jalan kaki dari tempat pemberhentian bus)....

Kalau lagi summer, bisa juga dari jembatan itu jalan terus naik ke atas bukit.. di situ kastilnya terlihat lebih keren lagi...

Saturday, June 03, 2006

wien oh wien....



Well... gue bukan tipe orang yang suka meninggalkan rumah n tempat tidur sendiri dalam jangka waktu yang lama....


Bukannya gue gak suka jalan2... tapi setidaknya gak kayak gini... uhuhuhu...


day 1


0515 bangun dari tempat tidur yg super pewe...

0609 berangkat dari fulda hbf

0730 nungguin svenja di ffm süd

0830 nyampe di darmstadt hbf n nunggu anak2 laen di gleis 8

0937 brangkat dari darmstadt hbf, umsteigen 2 kali di aschaffenburg n nürnberg.. berhubung bawa laptop, jadi bisa nonton di kereta... tp setelah bbrp waktu kepala gue sakit bgt.. n udah mulai batuk2 n gak bisa nelen.... uuuhh... gak enaknyaa.....

1730 nyampe di wien west bahnhof....

1830 setelah menderita di tengah jalan karna sakit maag plus sakit flu, akhirnya gue nyampe jg di hotel... sebenernya ada acara jalan2 di kota jem 7... tapi gue udah gak sanggup lagi jd gue bobo aja di hotel... bener2 deh serasa di neraka.... malah sempet demam.... kacau bgt deh... knp malah sakit sih?? Seandainya gue gak ikutan gini2an....

Moral: jangan sampe sakit kalo lagi mao jalan2....


day 2





innenstadt wien...





Pas bangun rasanya udah mendingan sakitnya... setidaknya gak kayak semalem... n rasanya udah bisa jalan2 keluar jg... *mesti berterimakasih sama lohanko, minyak kayuputih, n

aspirinnya svenja*...

Setidaknya gue gak harus extra beli tiket buat langsung pulang ke rumah...

Hari ini pertama kalinya ngeliat bener2 kota Wien.. jalan2 menelusuri Herrengasse *betenya tiap brp meter selalu berenti buat ngomentarin gedung2 ga penting di sekitar situ*

Sejem pertama gue masih berantusias ngedengerin... tapi setelah itu yang kedengeran cuman..


.... horizontal gliederung und vertikal gliederung... rustika..... pilaster.... ballustrade.....figuren..... typisch barock..... gesims....

blaaaa..... blaaaaaaaaaaaaaaa...... *kayaknya untuk bbrp bulan kedepan, gue ogah denger kata2 itu lagi...*


Oh iya...

Kesan pertama gue ttg ini kota.... hmmm ... bau tai kuda... eh serius... soalnya ada banyak “delman” yang berlalu lalang buat mengantar para turis... tau lah... kalo ada kuda, pasti ada tainya... uiih...padahal idung gue udah mampet loh... masih kecium jugaa!!

Tapi menuruta gue seh kotanya sendiri gak jaoh beda ama kota2 di jerman....



day 3






Rathaus bergaya neue gothik... (yang di atas situ bener2 bendera merah putih loh!!! gue aja ampe kaget...)





Ramalan cuaca mengatakan bahwa hari ini bakal ujan dan suhunya cuman sekitar 15 drajat... (blom ditambah angin kenceng).. Udah bikin tambah males aja... tapi untungnya rada2 meleset... *yah gak meleset2 amat sih... setidaknya baru ujan pas kita udah selese jalan2*

Hari ini gak sebete kemaren seh... setidaknya gedung yg diliat lumayan “penting” n emang harus dipelajari.. Misalnya gedung parlemen yang bergaya antik, Rathaus yang gothic, Neue Hofburg yang barock... yah gitu2 deh.... trus td pengen banget makan nasi.... jadi muter2 nyariin resto asia... tapi gak ketemu2... akhirnya ketemu jg seh... makan something yang namanya belachan.. tulisannya seh masakan malaysia... hmmm.. tapi rasanya kok gak kayak belachan yang gue kenal ya? Apa gue lagi sakit aja kali... jadi lidah gue rada2 kurang sensitif... huhuhu...


day 4


hari ini...

cuaca cerah.. malah kecerahan... gara2 itu malah jadi mimisan... huee... rasanya udah berabad2 yg lalu terakhir kali gue mimisan... herannya anak2 malah bingung ngeliat gue mimisan gara2 kebanyakan kena sinar matahari.. buat mereka itu tuh hal yg gak biasa bgt.. mana gue gak bawa topi lagee... masa pake payung?? Ntar kayak ibu2 di indo lagee... Sempet seh ngeliat ada segerombolan turis asia yang bawa2 payung... oh... memalukan sekali... tapi mungkin mendingan gitu kali ya daripada kena anemia gara2 mimisan??

hari ini...??

lagi2 ngeliat gedung yg ga penting... ok.. mgkn udah gak ngebahas barock ato historismus lagi... kali ini ngebahas jugendstil n sezession... tp tetep aja booooorrriiinnnggg..... mana kaki udah sakit bgt dibawa jalan mulu...

untungnya kita boleh “pergi” lebih cepet gara2 kita mao nonton pameran karya2nya si giger... blom pernah denger? Sama.. gue jg baru tau orangnya waktu ngeliat brosurnya....

Intinya Giger adalah seorang seniman yg... hmm... unik.... Lahir di Swiss taon 1940, kuliah arsitek dan industriedesign... papanya tuh seorang apoteker... dan suatu hari papanya ngebawa pulang tengkorak.. dan kejadian itu cukup mempengaruhi si giger ini *intinya dia jadi suka ama hal2 yg “gelap” n “misterius”* yah yg gitu2 deh (kalo penasaran apa yg gue maksud, liat aja hasil karyanya di sini!!)... Gaya lukisannya juga mengikuti jejak Salvador Dali... pokoknya rada abstrak dan banyak detailnya... rasanya bakal butuh waktu lebih dari sejem buat bener2 “menikmati” satu lukisannya dia... cukup satu kata... KEREEEEEENNN!!!!!




Oh iya... dia itu orang yang ngedesign Alien di film “Alien” loh... dan dia jg gak cuman ngelukis, tapi dia jg banyak bikin karya2 laen spt patung (ato sejenisnya lah yang 3 dimensi) dll deh...




day 5


Pagi2 udah susah bangun... rasanya badan udah retak... kaki udah putus.... mata udah gak bisa dibuka lagi..... satu2nya yg bikin gue bangun cuman ...

“hari ini udah hari terakhir”

Yah... seperti biasa... ngeliatin gedung gak penting.... saking gak pentingnya gue ampe lupa hari ini kemana aja... huehehe..... untung td banyak foto2... jadi yah bisa inget2 dikit deh...

Pagi2 ke Postsparkasse... gedungnya sih sama aja kayak yg kemaren2.. tapi gue cukup terpesona ama ruangan dalamnya... pokoknya serasa kayak di film ttg jaman 1920an...

Setelah itu kita ngeliat2 gedung2 gak penting laennya yg tipenya mirip2 begitu jg *ya iya lah... arsiteknya sama... apa yg bisa diharepin coba???*... Tapi untungnya kita hari ini dapet waktu 2 1/2 jem buat makan siang... n kebetulan nemu satu resto jepang *waktu itu gue jg udah laper berat skaligus kebelet*.. jadinya makan di situ deh... mayan murah *buat ukuran resto jepang* n enak jg... (^.^).. Tapi setelah itu sempet bingung mao ke mana... pilihannya antara balik ke hotel n bobo siang, ato ke UNO City... Karna sama2 bilang “terserah”, jadi kita memutuskan pake coin... n coin mengatakan ke Uno City...

Betenya pas kita nyampe di UNO City, cuaca langsung jelek n ujan... Lagian UNO City kayaknya gak ada apa2 gitu selaen gedung2 tinggi n modern... yah mgkn bakal bagus buat difoto... tapi apa daya... gue bukan pawang ujan.... uhuhuhu.... (tapi kali ini yg salah bukan gue ato svenja, tapi coinnya!!)... Akhirnya kita malah jadi nongkrong gak jelas di pinggir sungai Donau...

Lalu setelah itu lanjut lagi ngeliat gedung yg ga penting... yaitu Karl Max Hof... gue aja heran apa pentingnya seh ini gedung buat diliat??? *uuuh gue makin nyesel ikut ini exkursion*... Trus setelah itu jalan *nanjak pula* n ngeliat villa2 di daerah situ... dan lagi2 smuanya terliat gak penting n mirip2 aja....

Tapi akhirnya kelar jg... smua berakhir... aah akhirnya.....

Gak lagi deh gue ikut gini2an.......... tobaaaaaat....


day 6

AKHIRNYAAAAAAAAAAAAA setelah 7 jam tersiksa di kereta........

Emang tempat yang paling indah adalah kasur sendiri.................



tapi setidaknya exkursi ini memberikan gue banyak pelajaran... misalnya..



liat2 ramalan cuaca dulu kalo mao jalan2...

tapi ramalah cuaca gak slalu tepat...

cuman anak muda indonesia saja yang kalo lagi jalan2 n ngumpul2 selalu bawa gitar...

waktu seminggu untuk jalan2 di wien terlalu lama...

harus slalu siap bawa 2 jaket (tipis n tebel) n bawa syal... serta jangan pake sandal jepit...

laen kali kalo ke wien naek pesawat terbang aja...



begitulah nasib gue seminggu kemaren...