Showing posts with label article. Show all posts
Showing posts with label article. Show all posts

Friday, February 27, 2009

My Zeil

26 Februari 2009, 18:30




Hari ini, Zeil terlihat lebih ramai dari biasanya.... ada apa gerangan?


Oooh....!!!
ternyata mall yang ditunggu2 sudah buka!

Yup! i'm talking about "My Zeil" here.......


Tampak luar "My Zeil" dengan lobang uniknya yang memikat para pengunjung... (dan sudah dibahas lama sebelumnya oleh penduduk frankfurt... "mall baru? ooh yang gedungnya bolong itu ya?")


Bisa dilihat, betapa banyaknya orang yang penasaran dengan isi gedung yang sudah berbulan2 dibahas dan dinanti2kan... eskalator di sebelah kanan ( yang menghubungkan lantai paling atas dengan lantai dasar) pun penuh dengan manusia....


nice view... huh?

Tuesday, January 06, 2009

a.g.a.m.a

A religion is a set of stories, symbols, beliefs and practices, often with a supernatural quality, that give meaning to the practitioner's experiences of life through reference to an ultimate power or reality. It may be expressed through prayer, ritual, meditation, music and art, among other things. It may focus on specific supernatural, metaphysical, and moral claims about reality (the cosmos, and human nature) which may yield a set of religious laws, ethics, and a particular lifestyle. Religion also encompasses ancestral or cultural traditions, writings, history, and mythology, as well as personal faith and religious experience.
The term "religion" refers to both the personal practices related to communal faith and to group rituals and communication stemming from shared conviction. "Religion" is sometimes used interchangeably with "faith" or "belief system,"but it is more socially defined than personal convictions, and it entails specific behaviors, respectively.

Kira2 begitulah definisi agama menurut wikipedia. Definisi agama menurut gue :
Agama merupakan sesuatu yang dibuat oleh manusia untuk mengelompokkan mereka sendiri berdasarkan kepercayaannya. Mungkin agama bisa dikategorikan seperti kultur. Agama bisa mempersatukan umat manusia dari berbagai macam golongan, ras, dan suku... misalnya dengan berkumpulnya orang2 dari seluruh dunia untuk naik haji, atau mengadakan misa bersama paus di Roma. Tapi agama juga bisa menimbulkan perpecahan dan perang saudara tanpa akhir.

Agama itu bagaikan politik dengan berbagai macam propaganda2 yang disampaikan turun temurun. Mereka juga selalu merasa yang paling benar dan menganggap yang lainnya salah. Dan lucunya lagi hal itu terjadi walaupun agama2 tersebut sebenarnya menyembah Tuhan yang sama.

Seperti antara agama Yahudi,Kristen dan Islam yang sepanjang sejarah selalu bertentangan. Padahal mereka mempunyai Tuhan yang sama dan bahkan kitab2 mereka pun berdasarkan dari akar yang sama. Orang Yahudi punya kitab Taurat, yang di"sempurna"kan oleh orang Kristen dengan Injilnya, lalu ditambakan lagi dengan Al'Quran oleh orang Islam. Tuhan mereka tetap sama, hanya "nabi" atau "pemimpin" mereka yang berbeda. Kenapa diantara mereka harus bermusuhan dan saling benci?

Kristen pun pecah menjadi berbagai macam aliran. Padahal mereka mempunyai Tuhan yang sama, kitab yang sama, dan sama2 percaya bahwa Yesus datang ke dunia sebagai anak Allah dan disalib untuk menebus dosa dunia. Awalnya memang dari kebusukan Katolik Roma yang diprotes oleh Martin Luther dan dengan seiring berjalannya waktu, makin banyak aliran2 lain dari Kristen itu sendiri. Pertama-tama gue sendiri juga gak gitu membedakan karena toh paham kita hampir sama persis. Namun makin lama makin terlihat jelas perbedaan dan pertentangan di dalamnya. Yang satu menuduh orang Katolik kurang beriman karena gak hafal dan gak pernah menyentuh Alkitab, dan harus dibaptis lagi untuk masuk ke gerejanya. Sedangkan orang Katolik menilai mereka terlalu fanatik dan mencibir pendetanya yang mencari sesuap nasi (dan segenggam berlian) dengan menjual Firman Allah. Lagi2 lingkaran setan....

Mereka semua cenderung menciptakan "lawan" dari agama mereka. Mungkin karena segala sesuatu yang ada di dunia ini tidak ada yang netral. Selalu ada kutub utara dan kutub selatan, pria dan wanita, terang dan gelap, baik dan jahat... oleh karena itu Tuhan harus mempunyai lawannya juga.. yaitu iblis. Makanya gak heran bahwa segala sesuatu yang tidak sesuai dengan ajaran agamanya dianggap sesat, dan yang menyesatkan serta menggoda manusia tidak lain dan tidak bukan adalah iblis. Jadi, kalau orang ter"obsesi" pada sesuatu (entah lagu metal atau buku Harry Potter) selain pada Tuhan (menurut agama mereka), maka dianggap sudah "tersesat". Bahkan agama lain pun dianggap sesat dan salah.

Sayangnya, negara kita mewajibkan penduduknya untuk mempunyai agama. Itu pun harus salah satu dari lima agama yang diakui oleh negara (gak tau sekarang udah ada revisi ato ngga). Mereka yang gak punya agama (entah kenapa) dianggap komunis. Padahal komunis kan sesuatu yang jauh berbeda dari sekedar punya agama ato ngga. Dan komunis mempunyai image yang sudah terlanjur sangat jelek karena sejarah yang kelam dan propaganda oknum tertentu di masa lalu. Namun tidak sedikit juga orang mempunyai agama hanya sekedar sebagai status, bukan karena benar2 percaya.

Sebagian besar dari mereka yang "benar2 percaya" pun taat karena didikan dari lahir oleh keluarga atau lingkungannya. Orang beragama A karena orang tuanya mendidik mereka. Kalau si ayah atau ibu tidak cukup tekun "mendidik" anaknya, anaknya suatu saat kemungkinan besar bakal terdidik dengan sendirinya oleh lingkungan di sekitarnya. Kalau lingkungannya beragama B, maka si anak akan punya kecenderungan untuk pindah ke agama B. Gak sedikit juga orang pindah ke agama tertentu hanya untuk image atau kemudahan2 tertantu. Kira2 begitulah teori ngasal gue.

Gue nulis artikel ini bukan untuk menghakimi sebuah agama baik atau buruk. Soalnya semua agama pada dasarnya pasti baik. Manusialah yang terlalu terobsesi terhadap agama sehingga membuat agama menjadi begitu destruktif. Mereka selalu menilai segala sesuatu dari kacamata agamanya sehingga mungkin buat nilai sebuah agama berada di atas Tuhannya sendiri.

Maka ngga heran juga kalau agama bisa menjadi sesuatu yang bisa mengontrol banyak orang. Sama seperti membela negara, orang pun rela pergi perang sampai mati demi agamanya. Dan itu benar2 sering disalahgunakan oleh oknum2 tertentu di balik layar.

Intinya, korban gak akan habis berjatuhan hanya karena perbedaan agama. Setidaknya selama orang2 masih berpikiran sempit dan gampang dipanas2in.

Monday, December 15, 2008

Dialogmuseum

Dialogmuseum merupakan sebuah museum yang tidak memperlihatkan koleksi karya seni ataupun benda bersejarah. Bisa dibilang, museum ini adalah satu2nya museum yang tidak memperlihatkan apa2.

Di sana para pengunjung menjalani sebuah tour kecil di sebuah ruangan yang sangat gelap, dimana indera penglihatan tidak dapat dipergunakan sama sekali. Dengan bekal sebuah tongkat (yang biasa dipakai orang buta) dan seorang guide (yang ternyata juga buta), para pengunjung dibuat sedemikian rupa meninggalkan indera penglihatan dan memaksa indera2 lainnya untuk bekerja.

Ruangan gelap itu terdiri dari berbagai macam situasi. Situasi pertama adalah sebuah hutan. Di sana ada berbagai macam background suara binatang dan bunyi percikan air. Bahkan ada air mancur kecil. Lantai yang kita pijak pun bermacam2... ada yang berpasir dan berlumut. Ada sebuah kali kecil yang mengalir, dan pengunjung dibuat seakan2 menyebrangi kali tersebut melalui jembatan kayu yang agak tidak stabil.

Setelah itu pengunjung diajak untuk duduk dan diam, sambil mendengarkan sebuah musik dari berbagai macam bunyi2an (maksudnya, bukan hanya bunyi alat musik, tapi juga bunyi lainnya seperti bunyi ketukan gelas atau suara orang ngorok). Ternyata mendengarkan musik di dalam keadaan gelap gulita memberikan efek yang lain daripada biasanya.

Berikutnya, pengunjung dibawa ke sebuah "kapal" dan dibuat seakan2 melanjutkan perjalanan melalui entah sungai atau melewati sebuat danau. Untungnya perjalanan itu cuman sebentar, karena kalau lama pasti cukup membuat "mabuk laut" (terlepas apa yang kita naikin memang kapal beneran atau boongan).

Lalu, para pengunjung sampai di sebuah kota : dengan background suara lalu lintas, gedung2 dengan permukaan dinding yang mempunyai material yang berbeda (tentu saja dengan pintu dan jendela), sebuah mobil yang diparkir di pinggir jalan, lampu penyebrangan, telpon umum, dan kotak surat. Itu semua dirasakan para pengunjung melalui indera sentuhan, suara, dan indera lainnya.

Dan akhirnya pengunjung tiba di sebuah bar, dipersilahkan memesan makanan ringan dan minuman, lalu duduk2 sambil ngobrol ngalur ngidul dengan guidenya. Lagi2... makan dan minum di tempat yang gelap gulita juga merupakan pengalaman tersendiri.

Sayangnya, para pengunjung sama sekali tidak melihat wajah guide-nya. Walau penasaran, tapi kita semua pada akhirnya mengerti karena kalau kita "memaksa" untuk bisa melihat wajah si guide, pasti gak adil juga, karena toh guidenya gak bisa melihat wajah kita.

Museum ini benar2 membuat para pengunjungnya "melihat" dunia dari kacamata orang buta. Tanpa sadar, dalam hidup ini 80% kita menggunakan indera penglihatan dan 20% untuk indera lainnya. Dan setelah "tour" di museum ini, pengunjung dibuat menyadari bahwa betapa pentingnya 20% itu.

Bener2 gak kebayang kalau nasib gue seperti Hellen Keller.... gak bisa melihat aja rasanya udah merana banget, gimana kalau ditambah gak bisa mendengar juga... Kita memang harus amat sangat bersyukur dilahirkan normal.....

Tuesday, December 02, 2008

Friendster........

Gue baru dapet satu artikel tentang friendster... (bisa dilihat di sini)

Sedih juga waktu baca artikel itu.. mengingat friendster sangat berjasa buat kita semua...

Dengan Friendster, gue bisa "ketemu" dan berhubungan kembali dengan teman2 lama yang udah gak tau ada di mana... Gak cuman berhubungan kembali, tapi juga bisa terus memantau bagaimana kabar mereka... entah melalui foto, bulletin board, testimonial/comments, dst...

Gak cuman itu, Friendster juga banyak berjasa buat orang yang ingin mencari jodoh. Ada banyak cerita tentang pasangan2 yang berkenalan lewat Friendster.. bahkan tidak sedikit yang akhirnya menikah..

Friendster juga dipakai orang menjadi tempat untuk menaruh hasil karya buat para seniman, fotografer, dan designer. Gue yakin, dampaknya lebih dasyat daripada membuat brosur2 iklan atau papan billboard biasa.

Dengan alasan yang mirip, Friendster juga dipakai banyak orang sebagai tempat untuk melakukan bisnis (alias jualan). Cukup praktis buat butik2 kecil2an yang malas membuat website online shopping sendiri. Dan sangat berjasa juga buat orang2 yang ada di daerah yang punya uang tapi gak bisa beli barang yang dia inginkan karena di tempatnya tidak ada tokonya.

Mungkin ada begitu banyak hal positif lainnya yang mungkin gak gue sebutin di sini...

Dimana dunia mencibir Jonathan Abrams, gue pribadi malah ingin mengucapkan berjuta2 terima kasih atas ide hebatnya.

Saturday, November 22, 2008

Home Sweet Home

Sudah hampir 2 bulan gue tinggal di apartemen baru ini. Bisa dibilang sudah lumayan beradaptasi lagi... Kalo dipikir2, apartemen ini merupakan tempat tinggal ke-8 gue selama gue hidup.


1. Gading Elok (Kelapa Gading - Jakarta)

Rumah mungil Jl. Gading Elok Utara ini merupakan tempat tinggal gue selama 16 tahun.. Benar2 rumah yang gak akan gue lupakan karena gue lahir dan besar di sana. Rumah ini memiliki 3 kamar; 1 kamar utama (beserta kamar mandi) tempat bokap nyokap tidur dan 2 kamar tidur anak. Dulu gue dan kakak gue tidur di satu kamar, dan kamar yang satu lagi jadi kamar tamu.. Tapi sejak masuk SD, kita punya kamar2 masing2.

Kamar gue berukuran 3x3m dengan 1 jendela menghadap ke ruang cuci. Karena tidak menerima sinar matahari langsung yang intensif ditambah AC yang dingin, kamar ini menjadi kamar favorit buat tidur siang :P Bahkan teman2 yang suka datang ke rumah kadang jadi ikutan ketiduran juga... ^^

Sayangnya, orang yang tinggal di ini setelah kita merenovasi habis2an rumah ini... jadi tiap kali gue iseng mampir lagi ke sana, gue cuman bisa menatap sedih perubahan2 yang ada....

2. Villa Gading Indah (Kelapa Gading - Jakarta)

Di bulan Desember 1999 kita pindah rumah. Waktu itu gue masih kelas 1 SMU, dan kakak gue udah berangkat ke Jerman. Rumah baru ini masih di Kelapa Gading, jadi gue cuman harus beradaptasi dengan kamar yang baru saja. Rumah kali ini jauh lebih besar daripada rumah yang pertama, bisa dibilang rumah ini merupakan rumah impian bokap n nyokap gue karena sebagian besar designnya mereka sendiri yang menentukan..

Kamar baru gue berukuran 4x5m.. jauh lebih besar daripada kamar yang dulu.. dan yang pasti... kali ini gue punya kamar mandi sendiri... jadi cukup praktis dan gak harus berebutan kamar mandi lagi... Kamar ini punya 3 jendela besar menghadap halaman belakang.. berhubung di halaman belakang ada kolam ikan yang ada sistem "air terjun mini"nya... Jadi kalo lagi bosen dengerin musik, bisa denger bunyi percikan air dari sana...

Tiap kali gue pulang indo, gue masih tetap bisa menikmati kamar kesayangan gue ini (Setidaknya gue masih berasa "pulang ke rumah", dibandingkan kakak gue yang gak pernah merasa benar2 tinggal di situ).. Nyokap pun berusaha untuk tidak merubah apa2. Jadi terakhir kali gue pulang, keadaan kamar ini tetap sama seperti sewaktu gue tinggalin 6 tahun yang lalu... Tapi beberapa bulan yang lalu nyokap kedatangan beberapa "tamu agung", dan terpaksa merubah kamar gue agar bisa ditiduri beberapa orang orang... *sigh*

3. HaDiKo (Karlsruhe)

Hadiko merupakan singkatan dari Hans Dickmann Kolleg, sebuah asrama tempat tinggal mahasiswa yang terdiri dari 5 gedung K1 sampai K5. Gue tinggal di kamar mungil di gedung K2 lantai 3. Kamarnya berukuran sekitar 2,5x3m, punya 1 tempat tidur, 1 meja belajar + lampunya, 1 rak buku, 1 lemari baju, dan 1 wastafel kecil. Kamar mandi, WC, dan dapur dipakai bersama 12 mahasiswa lainnya.

Waktu tinggal di situ, kebetulan memang lagi di tengah liburan summer di saat tetangga2 lagi pada pulang kampung. Jadi gue cuman kenal 2-3 orang yang saat itu gak pulang dan untungnya mereka lumayan bisa bahasa inggris.. Ada banyak anak indo yang tinggal di Hadiko. Bahkan sepupu gue tinggal 1 lantai di bawah.. jadi gue gak kayak anak ayam yang panik di tempat baru :P

Sayangnya gue cuman bisa tinggal di sana selama 2 bulan...

4. JS2 (masih di Karlsruhe)

JS2 (singkatan dari Josef-Schoferstr. 2) adalah sebuah dormitory yang baru jadi di tahun 2002. Bisa dibilang, gue lah orang yang pertama menempati kamar 412 di situ. Kamar ini berada di lantai 4 (lumayan...olah raga^^) , luasnya sekitar 25qm, punya kamar mandi dan dapur sendiri, plus ada balkonnya :)

JS2 memang agak jauh dari pusat kota.. dan kalo pulang malem memang agak serem karena jalanan dari Halte ke pintu masuknya memang gelap... cukup membuat jantung deg2an ngebayangin yang ngga2. Apalagi halte tramnya penuh dengan graffiti... huhuhu...

Gue tinggal di sana selama 2 tahun... walaupun Hausmeisternya super rese, tapi kamar ini sangat berkesan dan banyak kenangannya juga...

5. Schwalbacherstr. (Gallusviertel, Frankfurt am Main)

Keputusan gue untuk pindah jurusan memang banyak membuat perubahan dalam hidup gue.. salah satunya meninggalkan Karlsruhe. Selama summer 2004, gue pontang-panting mencari kamar baru di Darmstadt dan Frankfurt. Dan setelah desperate karena gak dapet2, Manuel yang baik menerima gue untuk tinggal di kamar kosong di apartemennya.

Gedungnya memang tua dan daerahnya juga agak serem.. tapi kamarnya lumayan nyaman lah.. Berukurang sekitar 16qm dan langit2nya tinggi. Sayangnya kamar mandinya super kecil dan wcnya terpisah. Dindingnya juga tipis, jadi kalau Manuel lagi XXX sama ceweknya.. gue cuman bisa pura2 gak denger... ^^

Sayangnya, gue cuman bisa tinggal di sana selama 2 bulan saja...

6. Feldbergstr. (Darmstadt)

Setelah pencarian yang panjang, akhirnya dapet juga sebuah kamar berukuran 16qm di Darmstadt... dan asiknya lagi cuman 10 menit jalan kaki sampai kampus... Hanya saja, harganya selangit! Kali ini gue ngeshare sama Rafii, orang dari Marokko. Pusing emang dapet mitbewohner yang satu ini... dan akhirnya gue gak betah dan bawaannya malah "pulang" ke Fulda. Dan kamar ini pun hanya menjadi tempat gue buat naro barang doang... :(

7. Heinrichstr. (Fulda)

Ok, gue mengakui bahwa keputusan untuk pindah ke Fulda memang agak gila. Karena Fulda memang terletak di ujung dunia, dan gue membutuhkan waktu 2 jam untuk berangkat ke kampus... Untungnya masih masuk di semesterticket...

Waktu itu Ody memang pengen keluar dari dormnya dan gue juga udah gak tahan tinggal di Feldbergstr. karena berbagai macam alasan... sebenernya sih rencana awal sih nyari apartemen kecil buat Ody dan gue taruh mebel2 gue di sana dan gue sendiri bisa cari dorm di deket kampus yang udah möbliert.

Tapi mungkin memang sudah takdirnya kita menemukan apartemen yang satu ini. Letaknya di tengah kota, di dekat stasiun.. benar2 pas buat gue yang bakal bolak-balik naek kereta. Apartemennya berada di lantai 5 di sebuah gedung tahun 1885 (untungnya gak angker), luasnya sekitar 120qm.. punya 6 kamar, 1 dapur, 1 kamar mandi besar, 1 wc tamu extra, dan 1 ruang cuci baju... dan itu semua dengan harga sewa yang amat sangat murah...!

Gue masih inget banget gimana senengnya waktu pindah ke apartemen itu... Apalagi pemandangan dari jendela dapurnya keren banget... Walaupun gedung tua dan agak susah menghangatkan ruangan2nya, tapi tinggal di situ memang nyaman banget... mungkin karena kali ini nge-sharenya bareng pacar sendiri kali ya :)

Eniwei.. 2,5 tahun tinggal apartemen ini juga banyak kenangannya karena di sana jadi tempat ngumpulnya anak2 Fulda. Kalo kedatengan anak2 indo dari luar kota, nginepnya pasti di kita...

Makanya, keputusan mendadak buat meninggalkan Fulda dan apartemen ini memang cukup berat buat gue pribadi. Tapi mao gimana lagi?

8. Waldschulstr. (Griesheim, Frankfurt am Main)

Tentang apartemen ini udah pernah gue ceritain di posting yang lalu. Yah... sejauh ini, gue cukup puas sih... Ngebersihinnya jauh lebih gampang karena apartemennya memang jauh lebih kecil. Tapi karena kita tinggal di perempatan (walau perempatan kecil doang), debunya memang agak gila2an.

Tentang Waldschulstr. memang belum banyak yang bisa dikenang, bahkan kita masih harus banyak menghias apartemen mungil ini supaya lebih nyaman lagi... Masih harus pasang gorden dan mempermanis ruangan.. (gue sampe udah diwanti2 Ody supaya jangan beli pajangan yang aneh2 yang bikin penuh kamar ^^)

Monday, August 11, 2008

Love Parade

Highway to Love
Dortmund, 19. 07. 2008


Love Parade pertama kali diadakan di Berlin pada tahun 1989, sekitar 4 bulan sebelum runtuhnya Tembok Berlin. Love Parade ini sebenarnya merupakan aksi demonstrasi yang mendukung perdamaian dunia melalui musik.

Sampai tahun 1996, Love Parade diadakan di Kurfürstendamm alias Ku'damm. Namun, karena massa yang datang terlalu banyak dan memadati jalanan2 di sekitarnya, maka pada tahun berikutnya parade ini dipindah ke Strasse des 17. Juni yang cukup luas untuk menampung ratusan ribu pendatang.

Hanya saja..., pada tahun 2007, pemerintah Berlin membatalkan acara tersebut yang sebelumnya sudah direncanakan pada tanggal 07. 07. 2007 (lagi2 angka bagus ^^). Setelah bernegosiasi dengan kota2 lain di Jerman, akhirnya kota2 di daerah Ruhr bersedia menjadi tuan rumah Love Parade berikutnya.

Di tahun 2008 ini, Dortmund dengan bangga menjadi tuan rumah. Katanya sih kali ini merupakan Love Parade yang paling banyak pendatangnya. Ada sekitar 1,6 juta pengunjung... dan gue salah satunya :)



Jam 6 pagi, gue bersama rekan2 seperjuangan, sudah duduk manis di kereta. Hari itu memang sudah direncanakan berbulan2 sebelumnya... dan kita semua tahu bahwa ini bakal jadi hari yang panjang.....

Perjalanan sampai di Dortmund Hbf berjalan 3,5 jam. Rencananya, kita bakal mampir ke rumah seorang teman (Yetty) yang kebetulan tinggal di sana untuk menaruh barang2 bawaan kita yang berat2.. Hanya saja, jalur U-Bahn dan beberapa kereta lain tidak beroperasi alias ditutup karena Love Parade. Jadi kita harus menggunakan jalur2 alternatif yang memakan waktu 1 jam lebih untuk bisa sampai ke tempat tujuan.

Sekitar jam 1 siang, kita sudah berada di jalanan tempat parade itu berlangsung. Dengan alkohol di tangan, kita sudah benar2 sudah siap untuk berjoged-ria. Masih ada waktu 1 jam sampai acara di mulai, namun cuaca hari itu sangat tidak bersahabat. Langit mendung, angin cukup kencang, dan hujan pun datang. Entah kenapa, tepat jam 2 siang awan2 hitam menyingkir dan langit mendadak cerah. Ody sampai berani taruhan bahwa si penyelenggara benar2 meyewa pawang hujan.

Ada sekitar 40 truck yang berjalan pelan2 mengelilingi Bundesstraße 1. Masing2 truck menjalankan musik2 elektronik yang berbeda, tapi gue sendiri gak gitu bisa bedain antara tekno, trance, house, dst, dsb, dll.... Yang penting rame deh... :)



Cuaca yang angot2an membuat kita cukup yakin, bahwa ada momen2 tertentu dimana si pawang tidak kuat lagi menahan sang hujan yang ngotot membasahi kita semua. Rintangan pun bukan hanya sekedar hujan yang membuat kita basah kuyub (lalu kering, terus basah lagi, dst..), tapi hujan mengakibatkan banyaknya genangan air dan lumpur. Kalo udah gitu, jadi gak bisa duduk2 di rumput lagi kalo udah cape.

Belum lagi minimnya sarana WC Toi2 yang ditempatkan cukup jauh. Intinya, kalo mao pipis jadi serba ribet : udah jalannya jauh, ngantri, jorok pula. Belum lagi banyak orang mabok yang emosi maen serobot2an, atau gak sedikit juga yang masuk berdua (hayooo... ngapain tuh?). Alhasil banyak orang, baik pria maupun wanita, yang dengan amat sangat terpaksa buang air di semak2.

Menjelang jam 6 sore, truck2 yang tadi jalan berputar2 mulai satu-persatu berjalan menuju panggung tengah. Di situ nantinya para DJ hebat akan beraksi. Berhubung gue gak gitu ngefans sama jenis musik elektronik, gue cuman kenal satu nama dari sekian banyak yang terkenal : Moby.



Eniwei, perjuangan kita pun dilanjutkan dengan mencari tempat yang strategis yang bisa melihat panggungnya. Tapi, ternyata semua orang berpikiran seperti kita... dan bisa dikira2 kan 1,6 juta berdempet2 di satu tempat? jawabannya : S.U.M.P.E.K

Selain kena sumpek, kita juga harus gigih mendorong satu sama lain dan berusaha supaya tidak terpencar; dengan solusi : berpelukaaaannn... eiits... gak maksud niru teletubbies loh... tapi mao gimana lagi? Dan....tetep aja kita terpencar menjadi 2. Dan di saat yang penting begini, saluran telepon di kota Dortmund tidak sanggup menampung tambahan begitu banyak orang yang saling menelpon untuk bertanya "lo ada di mana?".

Setelah beberapa waktu, akhirnya kita berhasil berkumpul kembali, dan di saat itu kita sudah terlalu lelah untuk lanjut ikutan parade sampai akhir. Sekitar jam 9 malam, kita sudah berada di tempat Yetty lagi. Sambil menunggu kereta (kita beli tiket yang jem 4 pagi), kita mengistirahatkan kaki, membersihkan sepatu dari lumpur, ganti baju, nonton lanjutan Love Parade di tv, ngobrol2 ngalor ngidul, dan curi2 tidur.

Dini hari di Dortmund Hbf juga amat sangat rame sekali. Ternyata gak cuman rombongan kita yang berpikiran untuk berangkat dengan kereta paling pagi di hari berikutnya. Semerbak bau badan bercampur bau lumpur membuat gue jadi teringat masa2 sehabis jam pelajaran olah raga (maen sepak bola sambil nyeker di lapangan sehabis hujan) di sekolah dulu...

Dan akhirnya jam 11 siang, gue bisa menikmati kembali ranjang tercinta....

Saturday, May 17, 2008

Plexiglas

Kemarin gue baru aja menghadiri sebuah presentasi menarik dari sebuah perusahaan kimia terkenal bernama Evonik (Degussa) tentang Plexiglas.




Apa itu Plexiglas?

Plexiglas, alias Acrylic glass atau Polymethyl metacrylate atau PMMA, ditemukan dan dikembangkan oleh seorang ilmuan kimia bernama Otto Röhm pada tahun 1928. Plexiglas sering sekali digunakan sebagai pengganti kaca karena sifat-sifatnya yang.. :

# transparan
# dapat diwarnai dengan baik, dan warnanya tidak gampang pudar
# dapat dibentuk sesuka hati
# tidak gampang pecah, dan serpihannya juga tidak membahayakan seperti kaca
# sangat stabil pada perubahan cuaca yang drastis

Bahkan banyak orang yang bilang Plexiglas itu seperti kayu berwujud kaca. Soalnya plexiglas dapat dengan mudah dibor, dipotong dengan gergaji, dipaku, dilem, dst... dan hal-hal tersebut tidak akan mungkin bisa dilakukan pada kaca biasa.

Oleh karena keuntungan-keuntungan tersebut, Plexiglas banyak sekali digunakan dan ternyata sudah banyak sekali kita temui (secara tidak sadar) di kehidupan sehari-hari kita. Dari kaca mobil, helikopter sampai pesawat terbang. Dipakai juga pada lampu sen mobil karena warna merah dan kuningnya tidak akan pudar selama beberapa dekade. Plexiglas juga terdapat pada aquarium raksasa seperti di Sea World, perisai para polisi anti huru hara, tabung2 kimia, furniture, kaca2 jendela, alat musik, karya seni, dan masih banyak lagi....


Thursday, January 17, 2008

Kenapa Ayam Nyebrang Jalan?

JAWABAN...

Guru TK : supaya sampai ke ujung jalan.

PLATO : untuk mencari kebaikan yang lebih baik.

POLISI : beri saya lima menit dengan ayam itu, saya akan tahu kenapa.

ARISTOTELES : karena merupakan sifat alami dari ayam.

KAPTEN JAMES T.KIRK : karena dia ingin pergi ke tempat yang belum pernah ia datangi.

MARTIN LUTHER KING, JR: saya memimpikan suatu dunia yang membebaskan semua ayam menyebrang jalan tanpa mempertanyakan kenapa.

MACHIAVELLI : poin pentingnya adalah ayam menyebrang jalan! siapa yang peduli kenapa! akhir dari penyebrangan akan menentukan motivasi ayam itu.

FREUD : fakta bahwa kalian semua begitu peduli pada alasan ayam itu menunjukkan ketidaknyaman seksual kalian yang tersembunyi.

GEORGE W.BUSH : kami tidak peduli kenapa ayam itu mnyeberang! kami cuma ingin tau apakah ayam itu ada di pihak kami atau tidak, apa dia bersama kami atau melawan kami. tidak ada pihak tengah di sini!

DARWIN : ayam telah melalui periode waktu yang luar biasa, telah melalui seleksi alam dengan cara tertentu dan secara alami tereliminasidengan menyeberang jalan.

EINSTEIN : Apakah ayam itu menyebrang jalan atau jalan yang bergerak dibawah ayam itu, itu semua tergantung pada sudut pandang kita sendiri.

NELSON MANDELA : Tidak akan pernah lagi ayam ditanyai kenapa menyebrang jalan! dia adalah panutan yang akan saya bela sampai mati.

THABO MBEKI : kita harus mencari tau apakah memang benar ada kolerasi antara ayam dan jalan.

MUGABE : Setelah sekian lama jalan dikuasai petani kulit putih, ayam miskin yang tertindas telah menanti terlalu lama agar jalan itu diberikan kepadanya dan sekarang dia menyebranginya dengan dorongan ayam2 veteran perang. Kami bertekad mengambil alih jalan tersebut dan memberikannya pada ayam, sehingga dia bisa menyebranginya tanpa ketakutan yang diberikan oleh pemerintahan inggris yang berjanji akan mereformasi jalan itu. Kami tidak akan berhenti sampai ayam yang tidak punya jalan itu punya jalan untuk diseberangi dan punya kemerdekaan untuk menyeberanginya!

ISAAC NEWTON : Semua ayam di bumi ini kan menyebrang jalan secara tegak lurus dalam garis lurus yang tidak terbatas dalam kecepatan yang seragam, terkecuali jika ayam berhenti karena ada reaksi yang tidak seimbang dari arah berlawanan.

PROGRAMMER J2EE : Tidak semua ayam dapat menyebrang jalan, maka dari itu perlu
adanya interface untuk ayam yaitu nyebrangABLE, ayam2 yg ingin atau bisa menyebrang diharuskan untuk mengimplementasikan interface nyebrangABLE, jadi di sini sudah jelas terlihat bahwa antara ayam dengan jalan sudah loosely coupled.


LB. MOERDANI : Selidiki! Apakah ada unsur subversif?

SUTIYOSO : itu ayam pasti ingin naik busway.

SOEHARTO: Ayam-ayam mana yang ndak nyebrang, taK gebuk semua! Kalo perlu disukabumikan saja.


HABIBIE: Ayam menyebrang dikarenakan ada daya tarik gravitasi, dimana terjadi percepatan yang mengakibatkan sang ayam mengikuti rotasi dan berpindah ke seberang jalan.


DESI RATNASARI: No comment!


JULIA PEREZ : Memangnya kenapa kalo ayam itu menyebrang jalan? Karena sang jantan
ada disana, daripada sang betina sendirian diseberang sini, yaaahhhh dia kesana laahh... cape khan pake alat bantu trus?

ROY MARTEN: Ayam itu khan hanya binatang biasa, pasti bisa khilaf.. (plus nangis dikit)

MEGA KARTI : Ayamnya. Pasti wong cilik. Dia jalan kaki toh.

HARMOKO: Berdasarkan petunjuk presiden..........

GUS DUR: Kenapa ayam nyebrang jalan? Ngapain dipikirin! Gitu aja kok repot!

Monday, May 14, 2007

op-art

Sewaktu lagi beres-beres kamar, gue nemu satu brosur yang gue ambil dari Schirn Kunsthalle Frankfurt sekitar 3 minggu yang lalu....

Sebenarnya, kalau diinget-inget lucu juga.. waktu itu dosen gue masuk ke kelas dengan tampang hepi dan mengatakan kalau dia punya kejutan buat kita... yaitu exkursion mendadak ke Frankfurt! Buat yang berminat boleh ikut bareng di kereta yang berangkat ke Frankfurt pada jam berikutnya..

Dan tentu saja gue males n maonya cepet-cepet pulang ke rumah.... Sialnya (atau untungnya?), sewaktu di jalan ke arah Darmstadt Hbf, gue ketemu sang dosen...

Setelah senyum-senyum n bertegur sapa, dia bertanya apakah gue ke Frankfurt juga, dan waktu itu gue menjawab "iya" karena gue berpikir "emang gue kalau mao pulang toh harus lewat Frankfurt"... tapi dia nyambungnya kalau gue mao ikutan ke exkursion mendadaknya itu.

Emang dasar mental indo yang suka "nggak enak-an", gue juga waktu itu gak enak kalau mao ngoreksi kesalahpahaman bodoh yang terjadi.. apalagi di hadapan gue ini si dosen-ganteng-yang-charming-tapi-killer... Siapa sih yang bisa? *huahahaha*..

Anyway.. waktu itu pun gue gak tau kita mao ke mana dan mao ngeliat apaan di situ.. gue maen asal ikutan aja.. gue cuman percaya aja bahwa apapun yang akan kita kunjungi itu merupakan sesuatu yang menarik dan bagus...(kalau dipikir-pikir, betapa bodohnya daku)..

Sewaktu tiba di Kunsthalle, ternyata kita cuman bertujuh (termasuk si dosen dan asistennya). Dan saat itu juga, gue baru menyadari kalau kita akan mengunjungi pameran Op Art di situ.. (iklannya memang ada di mana-mana sih)..

Tapi waktu di pintu masuk gue masih belum ada bayangan kayak apa Op Art itu. Namanya memang mungkin sering denger, tapi memang agak-agak rancu sama Pop Art atau Plop Art yang ternyata arti dan bentuknya jauh berbeda.

Op Art sendiri berarti Optical Art... sebuah karya seni yang sangat sederhana dan mengandalkan tipuan optik para pengamatnya. Biasanya berbentuk geometris abstrak yang cukup diperhitungkan sehingga sang pengamat dapat melihat gambar 2 dimensi menjadi seakan-akan 3 dimensi... *namanya juga tipuan optik*

Jadi jangan bayangin Op Art itu seperti lukisan abstrak yang gak jelas dan tidak mudah dimengerti, karena Op Art sangatlah mudah dan sederhana, bahkan penuh perhitungan matematis dan mudah ditiru atau dibuat kembali, karena pada dasarnya hanyalah merupakan gambar-gambar geometris dengan ukuran tertentu.

Movement in Squares karya Bridget Riley, salah satu karya klasik Op Art dengan bentuk geometris hitam-putih yang sangat sederhana


Pada era awal, Op Art hanya berupa hitam-putih; dan seiiring berjalannya waktu banyak seniman yang menghasilkan karya Op Art yang lebih warna-warni dan lebih kreatif.

Sayangnya karya-karya Op Art memang agak sulit diperlihatkan melalui foto, karena banyak karya yang tidak hanya berupa gambar diatas kertas, tapi jauh lebih komplex dari itu..

Ada yang berupa 2 lapisan gambar yang ditumpuk, sehingga terlihat sangat berbeda dari sisi yang berbeda.
Ada juga karya yang bermain dengan cahaya yang membuat suasana ruangan gelap yang tidak bergerak terasa terguncang-guncang.
Ada juga berupa ruangan dengan cermin sebagai lantai dan langit-langit, sehingga ruangan itu terasa mempunyai dimensi tinggi yang tak terhingga.
Dan ada begitu banyak karya yang tidak bisa digambarkan dengan kata-kata ataupun ditunjukkan dengan foto; alias harus dilihat sendiri... ^^

Jadi kalau dipikir-pikir, gue cukup beruntung bisa "terjebak" ikutan pameran karya seni yang satu ini. (walaupun pada awalnya cukup panik karena takut tidak dapat mengerti keindahan karya seni seperti pada lukisan orang-orang tertentu yang aneh tapi bisa bernilai tak terhingga).

Wednesday, April 04, 2007

Minipig



Seperti yang pernah gue bahas sebelumnya di sini, bagaimana kalo melihara minipig aja? Itung2 cari sesuatu yang lain daripada hanya sekedar melihara anjing, kucing, dan hamster...


Kayak apa sih minipig itu?

Sebenarnya minipig itu sama saja dengan babi biasa, hanya saja berukuran lebih kecil (sesuai namanya).. Ukurannya bisa setinggi 50 cm, dan sepanjang 100cm (ini tergantung ras-nya).
Umurnya bisa mencapai 15 tahun; dan butuh 4 tahun untuk tumbuh sampai dewasa.
Dia juga cukup pintar dan bisa mengerti sampai 100 perintah.. (cool!)





Gimana sih memeliharanya?

Berhubung minipig adalah babi berukuran mini, tapi babi tetaplah babi.. jadi sebenarnya menangani mereka sama seperti menangani babi biasa..

Minipig merupakan binatang yang sangat sosial. Kita tidak boleh memelihara hanya 1 saja, karena dia akan sangat membutuhkan teman. Walaupun dia dipelihara ditengah-tengah hewan lain (seperti anjing, kucing, atau kambing), tetap saja tidak dapat menggantikan seekor teman babi.. weleh...




Babi yang satu ini juga membutuhkan ruang gerak yang luas; jadi memelihara mereka di sebuah rumah atau apartemen kecil sangat tidak memungkinkan... (hix...)

Dia juga sangat sensitif terhadap sinar matahari yang terik, sehingga kulitnya sangat mudah terbakar. Jadi harus disediakan kandang yang ada atapnya. Di dalamnya juga bisa diletakkan jerami-jeramian; seperti layaknya sebuah kandang ternak.

Temperatur tubuhnya juga harus dijaga; salau satunya dengan cara menyediakan bak berisi lumpur untuk dia berendam.. (kok kayaknya makin ribet yah?)

Dan anak-anak kecil jangan dibiarkan bersama-sama dengan mereka tanpa pengawasan orang dewasa; karena di mata seekor babi, anak-anak kecil itu merupakan rival atau saingan.


Makanannya?

Sebenarnya babi merupakan hewan pemakan segalanya. Tetapi jangan berikan mereka daging atau sampah dapur, karena akan sangat berbahaya apabila terkena penyakit menular. Jadi lebih baik diberikan bermacam2 jenis gandum yang dicampur/dilunakkan dengan air.


Yang paling penting adalah :
JANGAN MEMBERIKAN MAKANAN TERLALU BANYAK!!

Karena mereka akan terus-terusan merasa lapar, orang cenderung terus-terusan memberi makan sampai mereka "kenyang". Sayangnya hal ini akan sangat berbahaya bagi mereka. Sebenarnya kita hanya boleh memberikan makanan sebanyak 1-2% berat badan mereka per hari.

Pemberian makanan bisa dibatasi 2 kali sehari; pagi dan malam. Lalu sepanjang hari bisa diberikan buah-buahan atau sayuran sebagai mineral tambahan.

Mereka juga suka memakan rumput, jadi harus hati2 terhadap rumput pada awal tahun yang memungkinkan membuat mereka diare.

Air bersih juga harus terus tersedia, dan kita juga harus rajin membersihkan tempat makan dan minumnya.


Makin ribet lagi




Tentu saja kita harus rutin membersihkan kandang serta "toilet" mereka,
rajin membersihkan dan menyikat badan mereka,
dan rajin membawa mereka ke dokter hewan 2 kali setahun untuk diperiksa serta harus rutin disuntik "imunisasi"..



Astagaaaaaaaaaaaaa.....

kalo sekedar demen lucunya sih, mendingan beli bonekanya aja...





*sigh*

Saturday, September 16, 2006

Kisah para Romeo+Juliet jaman pasca perang

"...Can you imagine living in a civilized country and not having anything to do with the local people? It didn't take long for the GIs to get acquainted with the local folks...?"



Sewaktu lagi bosan sambil mencari2 acara tv yang bagus.. tiba2 terpaku pada satu film dokumentasi tentang sejarah pasca Perang Dunia II.. yaitu tentang Non-Fraternization Policy..

Non-Fraternization Policy merupakan suatu peraturan yang dikeluarkan Amerika terhadap tentara mereka yang berada di Jerman agar mereka tidak "berhubungan" dengan orang lokal setempat (alias orang Jerman).

Soal detailnya, bisa dilihat di sini atau di sini... atau cari aja di google ^^


Nah... yang namanya manusia.. mana bisa sih menjalankan peraturan seperti itu?
Gimana sih rasanya dilarang bergaul sama orang2 selain tentara yang ada di situ?
Apalagi... memang sudah kodratnya sebuah peraturan dibuat untuk dilanggar kan?


"... I don't remember if the non-fraternization policy was even lifted, but I do remember that it didn't work...."


Kalau gue gak salah ngerti, peraturan itu bahkan berlaku juga buat para tentara Inggris dan Perancis yang sedang menduduki Jerman Barat pada waktu itu..

Dan akhirnya gak sedikit pula yang jadi jatuh cinta terhadap gadis2 Jerman dengan berbagai macam alasan...Entah karena gadis jerman lebih bersih, lebih rapih, dan yang pasti lebih jago masak dibandingkan gadis2 di Amerika, Inggris, atau Perancis.. atau karena dibutakan oleh cinta..

Maka dimulailah kisah "Romeo and Juliet" .......

Mungkin di kalangan para tentara itu sendiri, pacaran dengan gadis jerman merupakan hal yang normal.. bahkan sang jendral pun tidak keberatan.. hanya saja, karena ini peraturan dari "atas", maka mereka tetap harus agak sembunyi2 dan pake bahasa sandi...

misalnya begini...

...di party besok Anda boleh mengundang sepupu Anda loh..
Sepupu?? sepupu saya yang mana?
Ehh... itu loh.. sepupu Anda yang itu....
Hah? saya gak ada sepupu di sini, Pak..
Maksud saya.... sepupu yang "ITU" tuh...
Ooohh... sepupu saya yang "itu"......

Hanya saja, peraturan tersebut tetap saja membuat mereka menjadi sulit (atau mustahil) untuk menikah dengan orang jerman...

Sewaktu peraturan itu (akhirnya) dicabut, keadaan mereka tidaklah menjadi lebih mudah. Ada satu tentara Inggris yang ingin menikah dengan orang jerman, malah disuruh pulang ke Inggris dengan alasan "liburan" dan dikasih waktu 48 hari untuk memikirkan kembali untuk menikah dengan si jerman atau tidak..

Kalau dia memutuskan untuk "menikah", maka dia bakal ditidakperbolehkan untuk kembali ke Jerman.. jadi intinya keadaannya gak beda sama ketika peraturan itu masih ada..

Ada yang mencoba untuk menikahi gadis idamannya dengan cara mengaku bahwa dia orang sipil, bukan tentara.. (katanya yang bukan tentara boleh2 aja menikah dengan si jerman).. tapi sayangnya ketahuan, dan akhirnya dia sempat masuk penjara gara2 itu... untungnya dia sempat menulis surat ke salah satu surat kabar.. dan karena berita ini disorot oleh media, maka gak lama kemudian dia dikeluarkan dari penjara..

Belum lagi ditambah dengan masalah keluarga.. keluarga si pria yang rata2 menentang keras, dan gak sedikit juga pertentangan terjadi di pihak keluarga wanita..


"... kenapa gak cari istri di sini saja?... "
begitulah kata2 para nyokap pada waktu itu..


Jadi, walaupun mereka berhasil menikah, penderitaan tidak berakhir... (malah makin bertambah karena masalah keluarga..)

sama aja kayak "Romeo and Juliet", akhirnya gak happy-ending kan??
gak ada deh kata "... and they live happily ever after...."


justru setelah mereka menikah dan sang suami membawa sang istri ke negara asalnya, penderitaan mereka menjadi lebih parah.... Apalagi awal2nya mereka masih tinggal di Taman Mertua Indah.. alias tinggal bareng sama orang tua sang suami beserta sanak saudaranya...

Yang suami dicap jelek karena membawa "musuh" pulang ke rumah...
Yang istri keadaannya lebih parah lagi... diperlakukan "dingin" oleh mertua dan ipar2nya, gak boleh ini-itu, dipandang rendah, dicela para tetangga atau orang2 yang tinggal di daerah situ, dan ditambah lagi dengan homesick yang akut...


"... waktu itu selama berminggu2 saya hanya bisa menangis...."


Memang.. masa adaptasi merupakan masa yang paling sulit.. ditambah status "orang asing" plus "musuh" yang bikin keadaan makin runyam...


"tapi... setelah kami punya anak, keadaan jadi lebih baik.. saya jadi disibukkan mengurus anak dan jadi tidak begitu homesick lagi.. "


Jadi.... mereka berhasil bertahan tuh... setidaknya akhirnya tidak setragis seperti "Romeo and Juliet"

kalo ngga, mana ada wawancara mereka di film itu.. (terlihat masih mesra dan bahagia walaupun sudah tua renta)


ok deh...

they really DO live happily ever after... *i think..*

tapi pengorbanannya gak segampang di cerita Snow White atau Cinderella kan??

Thursday, July 20, 2006

Frank O. Gehry



Frank O. Gehry lahir pada tanggal 28 Februari 1929 di Toronto, Canada. Lalu ia pindah ke LA, Amerika Serikat dan di sanalah ia dibesarkan. Pada tahun 1954 ia kuliah Arsitek di University of Southern California (USC) dan setelah itu (1962) ia mulai membuka kantor arsiteknya sendiri.


Di awal karyanya, ia banyak terinspirasi oleh hasil karya Frank Lloyd Wrights. Lalu, perjalanannya ke Eropa membuatnya tergugah oleh keindahan Gereja Romanik yang dibangun oleh Le Corbusier. Intinya, sejak saat itu karyanya banyak terpengaruh oleh Romanik ala Perancis dan ia juga suka mengkombinasikannya dengan bayerischem Rokoko.... menjadi sesuatu yang kontras satu sama lain....



The Fish




Fishlamp


Sejak dulu juga, ia juga banyak sekali terinspirasi oleh ikan.. setelah banyak bereksperimen dengan bentuk ikan, akhirnya ia berhasil mewujudkan impiannya dengan membangun Cobe Fish Restaurant di Jepang.


Cobe Fish Restaurant, Japan


Ikannya di sini hanyalah sebuah "figur" atau "patung"... di dalamnya gak ada apa2.. soal konstruksinya yang ribet pun jangan tanyakan pada saya.. huehehe...
Restorannya sendiri berada di gedung warna coklat dan gedung kaca di sebelahnya.. Kalau dilihat bentuknya, Gehry mengambil bentuk "ular" yang melingkar.

mit ihm will er gegen die strenge bauweise der 70er und 80er jahre rebellieren...



Transformation/Dekonstruktivismus

Gehry banyak mencoba sesuatu yang baru.. ia pun banyak mencoba material baru, seperti Sperrholz atau Wellblech. Dan Ia pun mulai bereksperimen dengan membangun rumahnya sendiri dengan menggunakan material2 baru itu, dan bentuknya yang amat sangat "amburadul" alias Dekonstruktiv.



well... ini dia rumah sang arsitek di St. Monica....



Dancing Houses



Kayaknya sih si Gehry ini emang gak pernah capek dalam membuat hal yang baru n unik.. Bisa dibilang karya2 Gehry yang berikut ini bisa menjadi terkenal karena bentuknya yang "penuh fantasi" dan amat sangat "dinamis" dan "hidup"...


Dancing House, Prague


Disney Concert Hall, Los Angeles



Produktdesign

Selaen bangun gedung, ia juga banyak nge-design möbel... Kursi karyanya yang paling terkenal adalah Easy Edge Serie...



Salah satu kursi dari Easy Edges Serie...

Kursi ini terbuat dari Wellpappe (sejenis karton??).. dan bahan itu termasuk ramah lingkungan dan cukup murah.. Walaupun ongkos produksinya murah, harga satu kursi ini bisa mencapai $850! huee.. namanya juga barang designer yah...

ada yang berminat beliin gue sebagai hadiah ultah taon depan??? *g*