Friday, February 15, 2008

Liar Game

Namaku Nao Kanzaki, dan orang-orang sering menyebutku si Nao yang bodoh dan jujur. Aku selalu mengembalikan uang yang kutemukan di jalanan kepada polisi, walaupun hanya 100 yen saja. Teman-temanku selalu berhasil ngerjain aku. Pernah suatu kali aku menerima surat cinta dan dibuat menunggu selama 5 jam di tempat yang dijanjikan untuk bertemu. Lalu, aku juga pernah hampir ditipu oleh seorang penelpon yang mengaku bahwa ia adikku yang baru saja mengalami kecelakaan, padahal aku sebenarnya anak tunggal. Tapi aku tetap tidak peduli, soalnya aku percaya bahwa manusia itu haruslah berbuat baik dan jujur.

Hanya saja... Siapa juga yang bisa menyangka, bahwa orang sepertiku bisa terpilih ke dalam sebuah permainan yang mengerikan...




Nao Kanzaki adalah tokoh utama di Liar Game, yang merupakan sebuah manga karangan Shinobu Kaitani dan pada tahun 2007 kemarin dibuat real life dramanya.

Nao yang tiba-tiba menerima sebuah paket berisi uang 100 juta yen, mau tidak mau harus ikut serta ke dalam sebuah game bernama Liar Game.
Peraturan gamenya cukup simple, yaitu ia harus mempertahankan uang 100 juta yen yang ia terima, dan mencuri uang 100 juta yen dari lawan permainan yang sudah ditentukan dalam waktu 30 hari. Apabila ia berhasil mencuri uang lawannya, maka ia akan menang dan mendapatkan hadiah 100 juta yen.
Namun apabila uang 100 juta yen yang ia miliki tercuri, maka ia kalah dan harus membayar denda 100 juta yen.

Inti dari permainan ini hanya antara mendapatkan hadiah atau menjadi punya hutang sebesar 100 juta yen.

Entah kebetulan atau tidak, lawan permainnya ternyata guru SMP favorit Nao. Dan karena kebodohan dan keluguannya, uang 100 juta yen yang ada padanya dalam sekejap jadi tercuri.
Di saat kritis, Nao minta tolong pada seorang penipu handal bernama Shinichi Akiyama yang baru keluar dari penjara untuk menolongnya mencuri kembali uang tersebut sebelum batas waktu 30 harinya habis


Akankah Nao berhasil memenangkan game ini?

Monday, February 04, 2008

Chu Lip

Belakangan ini lagu Otsuka Ai yang satu ini bener2 sering banget gue puter...
Lama2, karena penasaran, gue cari juga lirik dan terjemahannya...

Kira2 beginilah potongan liriknya setelah diterjemahin...

I’m attracted to guys who are like my dad
A mystery I notice afterwards
I feel like I’m turning into my mum
A mystery that happens as I get older

When I live with him, our habits become alike
We’re becoming alike – it’s a mystery


damn right!!!
Setidaknya begitulah pengalaman gue...
(dan beberapa orang di sekitar gue)

Thursday, January 31, 2008

i'm 54 % stupid!

mo tau seberapa bodohnya kamu?
put it to a test.
beri tanda x ke kejadian yang pernah kamu alamin
lalu itung x kamu trus kalikan 3.
itulah persentase kebodohan kamu.
selamat mencoba...


[x] gue pernah nabrak dinding ato pintu kaca

[x] gue pernah keselip sepatu ndiri trus jatoh

[ ] gue pernah gak sengaja ngelukain pergelangan tangan gue dan berpikir gue bakal mati

[ ] gue uda berkali-kali nonton matrix tapi tetep gak ngerti jalan ceritanya

[ ] gue ngetik cuma pake jari pointer.

[x] gue pernah ga sengaja ngebakar sesuatu

[ ] gue pernah maki polisi

[ ] gue pernah nyicip sup tapi supnya kehirup ke hidung.

[x] gue ketawa gede-gede gara-gara sesuatu yang lucu ampe2 semua orang mandangin gue seolah-olah gue orang aneh yang kelaparan.

[x] gue nyengir lebar-lebar tanpa tau gigi gue penuh coklat.

[ ] gue gak sengaja menyebabkan terjadinya ledakan.

[x] jika seseorang mengatakan kata 'TUGAS', gue cuma ketawa.

[ ] gue sering tiba-tiba ada di suatu jalanan ato ruangan yang bertuliskan 'DO NOT ENTER'

[x] kadang-kadang gue... berhenti berpikir dan mikir kosong

[ ] gue bisa nyentuhin lidah gue ke idung gue

[ ] gue baru aja nyoba nyentuhin lidah gue ke idung gue

[ ] orang-orang seringnya geleng-geleng kepala trus ngejauh dari gue dgn tatapan prihatin

[x] orang-orang sering nasihatin gue buat 'using my head'

[x] waktu gue ngomong sambil nguyah permen karet, permen karetnya ngeloncat dari mulut gue

[ ] gue ngitung kancing buat nemuin jawaban soal matematika

[x] gue pernah ngeloncat dari kendaraan yang berjalan

[ ] gue pernah makan serangga untuk ngedapetin 10.000.

[x] gue ngisi tes ini padahal gue punya kerjaan yang lebih penting.

[x] gue pernah nge-repost 'chain letters' gara-gara takut ancemannya bener-bener terjadi ke gue.

[ ] gue pernah ngelepasin celana gue waktu gue lagi bareng temen-temen...

[ ] gue pernah lari-lari sambil telanjang bareng temen2 gue.

[x] gue pernah nyari-nyari sesuatu ke segala tempat, dan kemudian gue nyadarin tu barang dari tadi ada di tangan gue.

[x] gue sering banget ga sengaja ngancurin barang.

[x] temen-temen gue tau kalo mereka gak boleh make kata-kata susah waktu mereka ngomong ama gue.

[ ] gue nyentil kepala gue waktu lagi bingung.

[x] kadang-kadang waktu gue cerita, tiba-tiba gue lupa gue lagi ngomong apa.

[x] gue pernah jatoh dari kursi.

[x] waktu gue baring di tempat tidur, gue berusaha nyari gambar/tulisan di langit-langit kamar.

Jadi Vegetarian?

Setelah membaca postingnya tya, gue jadi pengen berbagi sedikit pengalaman gue dengan sayur-mayur.

You Probably Couldn't Be a Vegetarian

The truth is, you really like your meat - a lot more than you like animals.
For you, being vegetarian is hardly even a choice. You'll take steak over tofu any day.
A vegetarian lifestyle is not in the cards for you. You're just not going to go there!


Yup, seperti quiz di atas, gue gak bisa, gak akan bisa, dan gak akan mau menjadi vegetarian. Kecuali udah gak ada produk hewani yang bisa dimakan lagi (dan tentu saja gue gak akan mao juga menjadi kanibal).

Dari masih kecil, gue satu2nya yang anti sayur di keluarga gue. Gue gak pernah menyentuh benda berwarna hijau itu untuk dimakan. Bisa dibilang, satu2 yang bisa masuk mulut cuman wortel doang, itu pun mungkin karena warnanya ngga hijau dan rasanya ngga pait.

Gue masih inget moment2 dimarahin, dihukum, dan gimana gue nangis abis2an tiap kali harus berhadapan dengan sayur. Seiring berjalannya waktu, nyokap gue juga setengah menyerah karena semua argumen dia selalu bisa gue bantah.

Contoh gampangnya: "kalau gak makan sayur badan kamu bisa kekurangan banyak vitamin"
dan jawaban favorit gue: "kan sekarang udah banyak tablet suplemen vitamin"

atau

Katanya kalo gak makan sayur kulit bisa jerawatan.
Tapi untungnya gue jarang mempunyai masalah dengan jerawat, bahkan gue bisa makan kacang sebanyak apapun tanpa takut dengan jerawat.

Apalagi setelah mengetahui bahwa waktu nyokap masih kecil, nyokap juga gak doyan sayur...

Jadi, bisa dibilang hidup gue bener2 tanpa sayur sampai kira2 gue pergi ke Adelaide buat Homestay pas gue umur 13 taon.

Entah sial atau untung, gue dapet keluarga yang vegetarian. Inilah pertama kalinya gue bertemu/kenal/berinteraksi dengan keluarga yang vegetarian. Dan tentu saja gue panik banget pada awalnya. Tapi di sinilah gue belajar pertama kalinya untuk gak memilih2 makanan (karena malu), dan pertama kalinya makan buncis, bahkan brokoli.

Tapi memang kebiasaan sekian tahun gak bisa diubah dalam waktu 2 minggu, jadi butuh sekian tahun untuk gue buat belajar makan sayur.

Hanya saja, untuk menjadi vegetarian bener2 gak akan terlintas di kepala gue.

Alasannya cukup gampang, yaitu bahwa gue gak akan bisa hidup tanpa makan daging atau telur, atau susu (dan gue gak doyan susu kacang!).

Alasan berikutnya karena gue cinta makanan enak. Dan alangkah sedihnya apabila pilihan makanannya jadi terbatas. Gue aja ngga bisa ngebayangin jadi orang yang pantang makan babi atau sapi.. gimana jadi vegetarian?

Temen gue pernah cerita bahwa rata2 remaja perempuan di sini tuh setidaknya pernah menjadi vegetarian. Entah karena menjadi vegetarian merupakan salah satu bentuk diet yang efektif, atau karena terpengaruh dengan kampanye2 para vegetarian lainnya (salah satunya mungkin buku yang dilihat Tya di Kinokuniya ^^). Tapi hanya segelintir saja yang bertahan, sisanya menyerah beberapa bulan kemudian.

Well, memang ngga sedikit juga orang menjadi vegetarian setelah melihat binatang disiksa atau tepatnya dijagal. Bahkan juga telah terbukti secara ilmiah bahwa ketika binatang dijagal, ada hormon yang terbentuk ketika mereka sedang panik atau desperate. Dan tentu saja itu membawa efek negatif buat orang yang memakannya.

Makanya ada metode penjagalan yang membuat binatang itu relax dan tenang (bahkan dipijit segala), baru abis itu dengan sekejap disetrum dari belakang. Jadi gak akan ada aksi2 sadis dengan darah kemana2...

Hanya saja ada sekelompok orang yang harus makan daging hasil sembelih.

Dan kalau berargumen bahwa daging itu tidak sehat, misalnya babi dengan cacingnya, sapi dengan BSDnya, ayam dengan flu burungnya... well sayur juga bahaya dengan pestisidanya.

Hmmmmmmmmmm....

Yah, pada akhirnya ini memang suka2nya masing2 orang. Intinya, semua orang berhak mao makan apapun juga (asal jangan merugikan yang lain).

'tul gak? ^^

Saint Seiya


Baru2 ini, gue nemu serial Saint Seiya di Stage6. Waahh.. jadi inget masa kecil dimana gue gak pernah absen nonton film kartun yang satu ini. Dan gue rasa hal yang sama juga dilakukan oleh sebagian anak2 sepantaran gue waktu itu.. Bahkan Ody yang lebih tua 4 taon pun masih sempet mengalami ^_^

Tapi namanya juga anak kecil, gue cuman inget sepotong2 ceritanya.. dan kalau dipikir2, mungkin gue dulu gak 100% mengerti isi ceritanya. Yang penting action, action dan action!

Jadi sekarang.. waktu gue nonton lagi dari awal (kayaknya dulu pun gue gak nonton dari seri paling awal sih), gue jadi lebih mengerti, bahkan kadang suka ketawa2 sendiri. Apalagi sewaktu mengingat betapa ngefansnya gue dulu sama Shun (Andromeda) karena dia satu2nya perempuan, tapi ternyata dia laki2!

Hmmpf, gue emang bukan feminis, tapi mungkin emang udah naluri perempuan yang entah kenapa lebih memilih atau membela jagoan perempuan. Mungkin bukan karena "harga diri", tapi lebih karena jagoan cewe bisa dijadiin "panutan".

Makanya betapa shocknya gue pas tau bahwa jenis kelamin Shun yang sebenarnya dan merasa tertipu karena dulu yang mengisi suara Shun jelas2 perempuan U_U (Sampai detik ini masih merasa ngga terima). Apalagi kalau dilihat dari "tampang", bentuk badan, sampai bajunya yang berwarna pink.. bener2 membuat siapapun yakin bahwa itu gambar seorang perempuan. (Ok, mungkin ada pesan moral tersendiri dari si pengarang tentang masalah perbedaan gender yang selalu dibesar2kan masyarakat, tapi sekarang gue lagi terlalu malas membahas ini lebih lanjut U_U)

Eniwei sekarang gue cuman bisa geli sendiri selama menonton. Dan tentu saja gue tetep bisa menikmati walaupun ini anime yang cukup tua. Bahkan gue masih inget lagu2 themesong yang ada selama jalannya film. Bener2 jadi nostalgia ^_^

Nah, karena gue nontonnya bahasa Jepang (subtitle Inggris), otomatis jurus2nya juga pake bahasa aslinya. Dan sekarang gue n Ody jadi berusaha mengingat2 kira2 apa yah nama jurus2nya dalam bahasa indo dulu..

Yang teringat cuman jurusnya Cygnus yang "debu-debu intan!!!"
Sisanya lupa, atau rancu, setidaknya ingatan gue n Ody masing2 mengatakan hal yang berbeda...

Ada yang bisa kasih masukan?